CEO PERLU TEKNOLOGI STRATEGIS

[fusion_builder_container hundred_percent=”no” equal_height_columns=”no” menu_anchor=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” background_color=”” background_image=”” background_position=”center center” background_repeat=”no-repeat” fade=”no” background_parallax=”none” parallax_speed=”0.3″ video_mp4=”” video_webm=”” video_ogv=”” video_url=”” video_aspect_ratio=”16:9″ video_loop=”yes” video_mute=”yes” overlay_color=”” video_preview_image=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” padding_top=”” padding_bottom=”” padding_left=”” padding_right=””][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ layout=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” border_position=”all” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding_top=”” padding_right=”” padding_bottom=”” padding_left=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” center_content=”no” last=”no” min_height=”” hover_type=”none” link=””][fusion_title hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” content_align=”left” size=”1″ font_size=”” line_height=”” letter_spacing=”” margin_top=”” margin_bottom=”” text_color=”” style_type=”default” sep_color=””]

CEO PERLU TEKNOLOGI STRATEGIS

[/fusion_title][fusion_text columns=”” column_min_width=”” column_spacing=”” rule_style=”default” rule_size=”” rule_color=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=””]

Tata kelola data, budaya perusahaan, hingga keterampilan digital tenaga kerja menajdi faktor krusial mencapai transformasidigital yang menyeluruh.

Tahun 2019 diawali dengan optimisme terhadap prospek sosial dan ekonomi masyarakat, seperti kemunculan inisiatif teknologi yang menjadi penggerak Revolusi Indsutri 4.0. Artificial intelligence (AI), mixed reality (MR), dan internet of things (IoT) yang banyak diadopsi perusahaan tidak hanya menjadi pendorong utama transformasi digital, tetapi juga menciptakan dampak positif yang berkelanjutan terhadap cara masyarakat bekerja, hidup, terhubung, dan bermain.

CEO PERLU TEKNOLOGI STRATEGIS

Terlepas dari era disrupsi, tahun 2019 dibuka dengan rasa optimisme terhadap prospek transformasi digital di Indonesia yang memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat. Dengan dukungan instrumen kebijakan pemerintah, Indonesia merupakan salah satu negara yang terus mengadopsi teknologi. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut pembelanjaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menyumbang produk domestik bruto (PDB) Indonesia yang terus menigkat, dimulai dari 5.1% pada kuartal I hingga 5,3% pada kuartal II tahun 2018.

Sementara itu, International Data Corporation (IDC) mempredeksi total anggran pembelanjaan teknologi juga akan menyetuh angka US$266 juta pada tahun 2021 dengan pembelanjaan ke layanan komputasi awan, peranti keras, peranti lunak, dan layanan cloud-enabling haris izmee, presiden direktur microsoft indonesia menuturkan “kami melihat semakin banyak perusahaan yang mengadopsi teknologi untuk menjawab tantangan-tantangan yang hadir di era disrupsi ini. Beberapa industri bahkan tidak hanya terdisrupsi, tetapi juga berevolusi, sehingga adopsi teknologi dan proses digital diperlukan untuk tetap relevan dan kompetitif dengan perkembangan teknologi”.

CEO PERLU TEKNOLOGI STRATEGIS

Dalam merespon tantangan di era baru ini, Satya Nadella, CEO Microsoft, menciptakan terminologi tech intensity yang mendorong akselerasi transformasi digital. Untuk mencapai transformasi digital yang menyeluruh, diperlukan langkah-langkah yang strategis termasuk tata kelola data, perubahan budaya perusahaan, serta pengembangan keterampilan digital tenaga kerja.

Pertama, modernisasi strategi data. Data adalah kunci proses pertumbuhan perusahaan. Pada sejumlah organisasi besar di Asia-pasifik, yang sering menjadi tantangan bukan ketersediaan data, melainkan tenaga yang dubutuhkan untuk mengelola data perusahaan yang bertambah. Industri perbankan misalnya, membutuhkan alat untuk melacak dan menganalisis data acak dari berbagai saluran seperti perangkat, touchpoint terbaru pelanggan, dan arus data pihak ketiga.

CEO PERLU TEKNOLOGI STRATEGIS

Kedua, mempercepat adopsi cloud secara menyeluruh. Dari awal kemunculan platform cloud, banyak CEO yang mempertanyakan risiko keamanan data serta kepatuhan terhadap regulasi. Sejak Microsoft menghadirkan hybird cloud (integrasi public cloud dan on premise) di indonesia – Azure stack, perusahaan kini dapat memilih untuk mengaplikasikan strategi hybird cloud yang memungkinkan pembagian data dan aplikasi di dua domain tersebut. Solusi ini memberikan perusahaan kemampuan untuk mengukur infrastruktur on-premise mereka melalui public cloud secara mulus tanpa harus memiliki akses pusat data kepihak ketiga, serta tetap patuh terhadap regulasi yang berlaku.

Ketiga, pengembanan keterampilan digital tenaga kerja. Para CEO perlu memprioritaskan pengembangan keterampilan tenaga kerja agar terjadi kesinambungan antara kemampuan pekerja dan proses transformasi.

CEO PERLU TEKNOLOGI STRATEGIS

Keempat, menumbuhkan pola pikir digital. Menurut peter ducker, culture eats technology for breakfast. Makna dari istilah ini adalah sebesar apa pun pengaplikasian teknologi tidak akan mampu mentransformasi perusahaan ke arah digital secara menyeluruh apabila tidak dibarengi dengan perubahan budaya; budaya yang menerapkan pola pikir terbuka dan menyukai eksperimen.

Kelima, organisasi digital dengan kepercayaan (trust). Organisasi membutuhkan waktu tahunan untuk membangun kepercayaan, yang ironisnya dapat dihancurkan dalam sekejap mata. Kepercayaan merupakan hal krusial bagi organisasi digital yang tidak hanya rentan terhadap serangan dunia maya, tetapi juga menghadapi tantangan lain seperti regulasi yang terus berubah serta ekspektasi kepatuhan etika dalam transaksi online dan penanganan data konsumen.

CEO PERLU TEKNOLOGI STRATEGIS

Sebagai navigator dalam perusahaan, CEO merupakan penanggung jawab kepercayaan pelanggan dan perlu memastikan bahwa semua unsur kepercayaan pelanggan dan perlu memastikan bahwa semua unsur kepercayaan di antaranya keamanan, privasi, reliabilitas, transparansi, kepatuhan dan etika, semenjak awal telah tertanam pada inisiatif-inisiatif transformasi digital.

Tahun 2019 merupakan tahun transformasi digital dengan memanfaatkan layanan cloud computing, dimana pemimpin perusahaan akan mengambil langkah untuk merespons ekonomi baru: ekonomi digital. Dalam merespons hal tersebut, para CEO perlu mempertimbangkan lima keputusan teknologi tersebut untuk memperkuat strategi digital mereka dan menjadi lebih kompetitif di industri.

[/fusion_text][/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

COWORKING SPACE: KOMUNITAS KUNCINYA

[fusion_builder_container hundred_percent=”no” equal_height_columns=”no” menu_anchor=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” background_color=”” background_image=”” background_position=”center center” background_repeat=”no-repeat” fade=”no” background_parallax=”none” parallax_speed=”0.3″ video_mp4=”” video_webm=”” video_ogv=”” video_url=”” video_aspect_ratio=”16:9″ video_loop=”yes” video_mute=”yes” overlay_color=”” video_preview_image=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” padding_top=”” padding_bottom=”” padding_left=”” padding_right=””][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ layout=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” border_position=”all” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding_top=”” padding_right=”” padding_bottom=”” padding_left=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” center_content=”no” last=”no” min_height=”” hover_type=”none” link=””][fusion_title hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” content_align=”left” size=”1″ font_size=”” line_height=”” letter_spacing=”” margin_top=”” margin_bottom=”” text_color=”” style_type=”default” sep_color=””]

COWORKING SPACE: KOMUNITAS KUNCINYA

[/fusion_title][fusion_text columns=”” column_min_width=”” column_spacing=”” rule_style=”default” rule_size=”” rule_color=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=””]

COWORKING SPACE: KOMUNITAS ADALAH KUNCINYA

Bisnis coworking space sudah diramaikan cukup banyak pemain sampai sekarang ini. Setiap pemain punya strategi sendiri-sendiri, tetapi yang sudah pasti tempat bekerja ini tentu tidak sekedar meja, kursi, teknologi, dan kopi.

Coworking Space harus punya, kemampuan untuk mengakomodasi kebutuhan para pekerja masa depan. Ruangan nyaman yang dilengkapi pendingin, perabotan kantor, sarana untuk makan dan minum, WIFI, serta perangkat teknologi canggih lainnya pasti sudah menjadi keharusan. Tapi, selain itu coworking space juga harus mempunyai manajemen yang mampu mengelola sekaligus memajukan usaha industri yang cukup ketat ini.

Bisnis coworking space sudah diramaikan cukup banyak pemain sampai sekarang ini. Setiap pemain punya strategi sendiri-sendiri, tetapi yang sudah pasti tempat bekerja ini tentu tidak sekedar meja, kursi, teknologi, dan kopi.

Apakah semua pekerja masa depan otomatis akan membutuhkan coworking space? satu fenomena menarik ditemukan justru dari percakapan beberapa tenaga kerja asing yang berasal dari Amerika, Australia, dan Kanada. Profesi mereka cukup beragam mulai dari trainer, guru, akuntan, dan pebisnis. Ternyata tidak semua dari mereka memilih untuk bekerja di coworking space meski mereka sebenarnya belum punya tempat bekerja yang tetap. Mereka lebih sering terlihat di kedai kopi, mal, perpustakaan, ruang kantor perusahaan lain, atau langsung bekerja dari rumah.

COWORKING SPACE: KOMUNITAS ADALAH KUNCINYA

Alasan lain yang cukup unik adalah urgensi dari pekerjaan itu sendiri. Sering kali pekerja yang mencari tempat kerja nyaman justru adalah mereka yang pekerjaan sangat tergantung pada deadline.Mereka benar-benar membutuhkan fokus dan kecepatan bekerja. Sedangkan dalam coworking space sering kali mereka merasa waktu begitu cepat berlalu karena berbagai aktivitas sosialisasi yang ada. Hal lain yang bisa berpengaruh adalah berbagai hal kecil seperti cepat berubahnya suasana karena pergantian staf, pergantian pekerja, pergantianperaturan, pergantian layout, dan bahkan berpindah-pindahnya lokasi kantor.

Komunitas Menjadi Jiwa Coworking Space

COWORKING SPACE: KOMUNITAS ADALAH KUNCINYA

Disisi lain, tak sedikit pula pekerjaan yang merasa nyaman bekerja di coworking space tertentu. Mereka bahkan merasa tempat tersebut sudah seperti “rumah kedua”. Mengapa bisa demikian? Seperti yang sudah di tuliskan pada judul di atas, “coworking space” berarti tempat untuk bekerja secara bersama-sama. Tempat bekerja ini memerlukan manajemen yang baik agar bisa menjadi tempat nyaman untuk “bekerja sama sekaligus berkolaborasi”.

Dalam riset yang dilakukan Global Coworking Survey, sekitar 96% responden mengakui bahwa komunitas adalah faktor penting yang membuat mereka betah bekerja di coworking space. Faktor harga, dekor, kecanggihan teknologi, dan lainnya ternyata masih belum menandingi kebutuhan pekerja akan komunitas yang hidup dan mampu mendukung bisnis mereka.

Lagipula, setiap manusia adalah makhluk sosial. Bahkan seorang desainer atau programmer yang paling introvert sekalipun butuh keluar dari kamar dan bertemu dengan manusia lain untuk menjaga kewarasannya. Jika tidak mempunyai manajemen komunitas yang mumpuni, suatu coworking space pasti akan kesulitan mempertahankan eksistensinya. Bahkan Andy Soell, salah satu pendiri coworking space salt mines, menekankan, “Bangunlah dulu komunitas yang engaged satu sama lain, sebelum membangun ruang bekerjanya”.

Energi, Antusiasme, dan Interaksi

COWORKING SPACE: KOMUNITAS ADALAH KUNCINYA

Beberapa coworking space bahkan menyediakan bantuan dan referensi untuk berbagai urusan usaha, mulai dari mendesain logo, merapikan administrasi, sampai support soal urusan hukum. Ada pula yang menyediakan tim untuk mengorganisir event atau program tertentu yang memberikan kesempatan kepada para anggota membangun jaringan, mempromosikan usaha, menawarkan proposal kerja sama dan lainnya.

COWORKING SPACE: KOMUNITAS ADALAH KUNCINYA

Jika coworking space sudah dipenuhi energi, antusiasme, dan interaksi, maka komunitasnya sendiri yang akan menjadi magnet untuk menarik pelanggan baru. Ini karena mereka sudah merasa nyaman bekerja sama, mudah mencari bantuan dan ide, dan bahkan mudah mendapatkan referensi atau pesanan hanya melalui interaksi dengan sesama anggota. Suasana seperti inilah yang membuat hidup dan berkembang suatu coworking space, sekaligus menarik banyak anggota baru.

[/fusion_text][/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

FENOMENA TERABARU TREN TEKNOLOGI

[fusion_builder_container hundred_percent=”no” equal_height_columns=”no” menu_anchor=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” background_color=”” background_image=”” background_position=”center center” background_repeat=”no-repeat” fade=”no” background_parallax=”none” parallax_speed=”0.3″ video_mp4=”” video_webm=”” video_ogv=”” video_url=”” video_aspect_ratio=”16:9″ video_loop=”yes” video_mute=”yes” overlay_color=”” video_preview_image=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” padding_top=”” padding_bottom=”” padding_left=”” padding_right=””][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ layout=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” border_position=”all” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding_top=”” padding_right=”” padding_bottom=”” padding_left=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” center_content=”no” last=”no” min_height=”” hover_type=”none” link=””][fusion_title hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” content_align=”left” size=”1″ font_size=”” line_height=”” letter_spacing=”” margin_top=”” margin_bottom=”” text_color=”” style_type=”default” sep_color=””]

FENOMENA TERABARU TREN TEKNOLOGI

[/fusion_title][fusion_text]

Berbagai tren besar, inovasi dan strategi baru, terknologi yang semakin pintar, merek-merek inovatif, serta jiwa kepemimpinan yang lebih berani, semuanya akan mewarnai tahun-tahun ke depan.

Ini akan membahas faktor-faktor pendorong yang bisa memicu sekaligus memacu pertumbuhan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum berbicara tentang faktor pendorong. Di balik semua tren besar yang terjadi saat ini selalu, ada perilaku atau pola pikir ekstrim serta orang yang lebih dulu bergerak. Ini sudah menjadi hal yang biasa untuk masa mendatang. Hal-hal baru biasanya muncul karena ada keterdesakan. Tapi, biasanya semua itu akan menghasilkan berbagai peluang untuk inovasi dan pertumbuhan yang lebih besar lagi.

FAKTOR PENDORONG

FENOMENA TERABARU

Seperti kata Mckinsey, “Tren adalah teman anda”. Ini adalah pepatah paling kuno soal investasi, dan kini pepatah tersebut juga berlaku dalam memproyeksikan performa bisnis di masa mendatang. Berbagai analisis menunjukkan bahwa kemampuan memanfaatkan tren perubahan yang diciptakan berbagai industri maupun perubahan kondisi geografis,adalah kemampuan yang paling penting untuk dimiliki saat ini.

Perusahaan-perusahaan yang mampu memanfaatkan tren dan mengendarai arus perubahan biasanya 4 hingga 8 kali lebih sukses dan mampu menduduki peringkat lebih tinggi di pasar. Jadi, dimana saja peluang atau tren masa depan tersebut berada sekarang? Di mana pertumbuhan akan muncul.

FENOMENA TERABARU

Di tengah-tengah badai perubahan dan meningkatnya tuntutan pasar, strategi yang bersifat lokasi menjadi lebih penting daripada mencoba menerapkan strategi untuk menembus global. Seiring semakin matangnya Asia, negara-negara maju pun bermunculan seperti India, China, Afrika, dan lainnya. Selain itu model bisnis pun berubah tak kalah pesat, mencakup adanya sumber aliran revenue baru, strategi pricing serta strategi value produk yang baru, dan lainnya.

Lalu, apalagi hal yang bisa sangat mendisrupsi kondisi perusahaan? tentunya perkembangan dan penyatuan teknologi yang mencakup hubungan antara berbagai teknologi baru, artificial intelligence dan otomatisasi, teknologi jaringan, dan berbagai gadget baru.

Di sisi lain, konsumen tetap menjadi pihak yang memegang kendali. Bukan hanya memegang kendali, mereka pun semakin canggih dilengkapi dengan berbagai teknologi yang memampukan mereka melakukan riset sendiri, berbelanja, sekaligus melakukan pembayaran dengan semakin pintar. Ini mencakup konsumen dan memengaruhi bisnis B2C maupun C2C.

Cara kerja perusahaan baik yang asetnya besar maupun kecil berubah dari value-chains menjadi platform berbasis jaringan. Jadi, bagaimana kita bisa memenangkan persaingan? pertama, dengan membangun kepercayaan antarberbagi pihak. Perusahaan dituntut untuk semakin menghargai nilai-nilai sosial, melancarkan strategi yang otentik, dan menyuguhkan berbagai hal yang relevan.

FENOMENA TERABARU

Kedua, perusahaan juga harus bekerja sama mulai soal meningkatkan keamanan transaksi maupun berbagai hal yang lain berhubungan dengan lingkungan sosial, seperti tindakan pencuruan data, hacking, dan kejahatan cyber lainya, tindakan terosisme, serta berbagai berita palsu (hoax). Ketiga, perusahaan harus berusaha menciptakan dampak positif untuk internal maupun lingkungan sekitarnya, terutama dalam hal kondisi ekonomi yang berkesinambungan, serta membagikan value-value positif dan bertanggung jawab. Satya Nedella, CEO Microsoft, mengenali kebutuhan untuk berpikir kebutuhan untuk berpikir secara berbeda dalam bisnis yang ia warisi dari Bill Gates dan Steve Ballmer. Buku barunya “Hit Refresh” adalah suatu manifesto dalam memandang tantangan, asumsi, dan prasangka lama kita dengan cara pandang yang baru. Dengan memakai perspektif baru yang sering kali inspirasinya malah datang dari perusahaan-perusahaan atau operator kecil- ia berusaha mencari cara dan strategi baru yang fresh untuk Microdoft, suatu solusi untuk konsumen bisnis maupun individu.

[/fusion_text][/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

KENAPA SIH ORANG CHINA PADA KAYA RAYA?

[fusion_builder_container hundred_percent=”no” equal_height_columns=”no” menu_anchor=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” background_color=”” background_image=”” background_position=”center center” background_repeat=”no-repeat” fade=”no” background_parallax=”none” parallax_speed=”0.3″ video_mp4=”” video_webm=”” video_ogv=”” video_url=”” video_aspect_ratio=”16:9″ video_loop=”yes” video_mute=”yes” overlay_color=”” video_preview_image=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” padding_top=”” padding_bottom=”” padding_left=”” padding_right=””][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ layout=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” border_position=”all” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding_top=”” padding_right=”” padding_bottom=”” padding_left=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” center_content=”no” last=”no” min_height=”” hover_type=”none” link=””][fusion_title hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” content_align=”left” size=”1″ font_size=”” line_height=”” letter_spacing=”” margin_top=”” margin_bottom=”” text_color=”” style_type=”default” sep_color=””]

KENAPA SIH ORANG CHINA PADA KAYA RAYA?

[/fusion_title][fusion_text]

KENAPA SIH ORANG CHINA PADA KAYA RAYA?

Diluar sana banyak orang yang dalam pikirannya, kenapa orang-orang keturunan china pada sukses atau kaya raya?

Jadi para orangtua tionghoa mengajarkan konsep dasar kepada anak-anaknya untuk kaya raya, seperti:

1. Menabung

KENAPA SIH ORANG CHINA PADA KAYA RAYA?

Orang tionghoa diajarkan untuk menabung sampai 50% sampai 60% dari pendapat mereka selama sebulan. Jadi misalkan anda mempunyai penghasilan 3juta/bulan kemudian 50% di alokasikan untuk menabung dan sisanya 1,5 juta lagi untuk biaya hidup, terserah mau bagaimanapun caranya uang sisa setelah manabung tersebut cukup biaya hidup 1 bulan. Ending disaat anda butuh sesuatu dengan keadaan kepepet bisa diambil dari tabungan anda.

2. Kerja Keras

KENAPA SIH ORANG CHINA PADA KAYA RAYA?

Anda harus dibiasakan dengan kerja keras. Anda jangan hitung-hitungan dengan kerja keras anda, kerjakan sesuai dengan kapasitas anda. Apa yang sudah anda kerjakan diselesaikan, jangan setengah-setengah. Mindset adalah untuk mencapai tujuan anda adalah mendapat uang yang banyak. Seperti, untung kecil tidak masalah tapi kuantitinya banyak. So, basic nya adalah kerja keras tidak kenal waktu.

3. Beli Barang Hanya Yang Mampu

KENAPA SIH ORANG CHINA PADA KAYA RAYA?

Orang tionghoa dibiasakan tidak membeli barang yang mereka tidak mampu membelinya. Kalau anda pernah melihat orang tionghoa yang kaya raya banget tapi mobilnya hanya dibawah 300jutaan, itu bukan karena mereka tidak mampu tetapi karena orang-orang tionghoa membeli barang yang murah dan masih bermanfaat. Sedangkan sisanya mereka simpan untuk kedepannya yang lebih bermanfaat. Karena mereka gak mau menjadi susah di masa depan. Mereka baru membeli barang-barang mewah jika mereka benar benar mampu untuk membelinya untuk kebutuhan bukan keinginan. Karena kebanyakan orang membeli barang mewah yang tidak ada gunanya hanya sekedar gaya.

4. Usahakan Tidak Berhutang

KENAPA SIH ORANG CHINA PADA KAYA RAYA?

Kita semua disini paham, banyak orang yang mempunyai hutang. Tetapi orang-orang tionghoa diajarkana bagaimana sebisa mungkin tidak hutang jika benar-benar butuh. Karena kalau anda sudah sekali berhutang dalam suatu hal, lama kelamaan akan bertambah terus hutang ke yang lainnya dan mulai namanya gali lubang tutup lubang.

5. Investasi

KENAPA SIH ORANG CHINA PADA KAYA RAYA?

Jika anda punya uang sisakan untuk membeli emas, rumah , tanah dengan resiko yang minim. Karena hal seperti ini bisa membantu masa depan anda jika terjadi masalah. Tapi kebiasanya orang punya pendapatan 5 juta dan menghabiskan uang 8 juta. Orang tionghoa tidak di ajarkan seperti itu. Mereka sudah mempersipakan dan merencakan sejak dini karena mereka tidak mau susah.

So, lakukan apa yang bisa kamu lakukan. Jangan Malas!

[/fusion_text][/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

TERDAPAT 5 KRITERIA INVESTASI

[fusion_builder_container hundred_percent=”no” equal_height_columns=”no” menu_anchor=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” background_color=”” background_image=”” background_position=”center center” background_repeat=”no-repeat” fade=”no” background_parallax=”none” parallax_speed=”0.3″ video_mp4=”” video_webm=”” video_ogv=”” video_url=”” video_aspect_ratio=”16:9″ video_loop=”yes” video_mute=”yes” overlay_color=”” video_preview_image=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” padding_top=”” padding_bottom=”” padding_left=”” padding_right=””][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ layout=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” border_position=”all” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding_top=”” padding_right=”” padding_bottom=”” padding_left=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” center_content=”no” last=”no” min_height=”” hover_type=”none” link=””][fusion_title hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” content_align=”left” size=”1″ font_size=”” line_height=”” letter_spacing=”” margin_top=”” margin_bottom=”” text_color=”” style_type=”default” sep_color=””]

TERDAPAT 5 KRITERIA INVESTASI

[/fusion_title][fusion_text columns=”” column_min_width=”” column_spacing=”” rule_style=”default” rule_size=”” rule_color=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=””]

TERDAPAT 5 KRITERIA INVESTASI

Menurut Haming dan Basalamah pengertian investasi adalah pengeluaran pada masa sekarang untuk pembelian aktiva riil (properti, mobil, dan lainnya) atau juga aktiva keuangan dengan tujuan untuk mendapatkan hasil yang lebih besar di masa depan.

Investasi sangat erat kaitannya dengan aktivitas penarikan sumber-sumber dana yang digunakan untuk pengadaan barang modal saat sekarang. Dengan barang modal tersebut diharapkan akan menghasilkan aliran produk baru di masa depan.

1. Investasi Yang Benar

Semua orang tertarik dengan profit besar, profit cepat. Ujungnya menyesal. Kuncinya bukan seberapa besar, tapi konsisten anda seberapa tangguh. Konsisten adalah kedisiplinan yang dilakukan tanpa putus.

2. Inflasi

Setiap tahun harga kebutuhan setidaknya 3,5%. Itu disebut inflasi. Kriteria ini, investasi anda harus memberikan return di atas inflasi. Anda harus bisa mengelola keuangan anda dengan baik. Kalau uang anda ditaruh di bawah bantal, setiap tahun nilainya berkurang 3,5%.

3. Deposito

Salah satu investasi yang aman dan memberikan return 6-7% pertahun adalah deposito. Namun pajak bunga deposito mencapai 20%, sehingga kriteria investasi ini adalah investasi yang memiliki return di atas deposito.

4. Circle

Properti, komoditi, dan saham masing-masing memiliki siklus naik dan turun. Pelajari kapan siklus jenuh beli dan jenuh jualnya. Kemudian salah satu siklus yang di prediksi akan naik di tahun 2019 adalah properti, karena pembeli properti 2 tahun terkahir sangat meningkatkan secara signifikan.

5. People

Harvest Time atau masa panen gak terjadi setiap musim. Saat masa panceklik datang, investasi terbaik adalah talent. Invest in people tidak akan langsung memberikan return. Tapi saat masanya tiba, invest in people akan memberikan return paling besar.

[/fusion_text][/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]