COWORKING SPACE: KOMUNITAS KUNCINYA
[fusion_builder_container hundred_percent=”no” equal_height_columns=”no” menu_anchor=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” background_color=”” background_image=”” background_position=”center center” background_repeat=”no-repeat” fade=”no” background_parallax=”none” parallax_speed=”0.3″ video_mp4=”” video_webm=”” video_ogv=”” video_url=”” video_aspect_ratio=”16:9″ video_loop=”yes” video_mute=”yes” overlay_color=”” video_preview_image=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” padding_top=”” padding_bottom=”” padding_left=”” padding_right=””][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ layout=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” border_position=”all” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding_top=”” padding_right=”” padding_bottom=”” padding_left=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” center_content=”no” last=”no” min_height=”” hover_type=”none” link=””][fusion_title hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” content_align=”left” size=”1″ font_size=”” line_height=”” letter_spacing=”” margin_top=”” margin_bottom=”” text_color=”” style_type=”default” sep_color=””]
COWORKING SPACE: KOMUNITAS KUNCINYA
[/fusion_title][fusion_text columns=”” column_min_width=”” column_spacing=”” rule_style=”default” rule_size=”” rule_color=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=””]

Bisnis coworking space sudah diramaikan cukup banyak pemain sampai sekarang ini. Setiap pemain punya strategi sendiri-sendiri, tetapi yang sudah pasti tempat bekerja ini tentu tidak sekedar meja, kursi, teknologi, dan kopi.
Coworking Space harus punya, kemampuan untuk mengakomodasi kebutuhan para pekerja masa depan. Ruangan nyaman yang dilengkapi pendingin, perabotan kantor, sarana untuk makan dan minum, WIFI, serta perangkat teknologi canggih lainnya pasti sudah menjadi keharusan. Tapi, selain itu coworking space juga harus mempunyai manajemen yang mampu mengelola sekaligus memajukan usaha industri yang cukup ketat ini.

Apakah semua pekerja masa depan otomatis akan membutuhkan coworking space? satu fenomena menarik ditemukan justru dari percakapan beberapa tenaga kerja asing yang berasal dari Amerika, Australia, dan Kanada. Profesi mereka cukup beragam mulai dari trainer, guru, akuntan, dan pebisnis. Ternyata tidak semua dari mereka memilih untuk bekerja di coworking space meski mereka sebenarnya belum punya tempat bekerja yang tetap. Mereka lebih sering terlihat di kedai kopi, mal, perpustakaan, ruang kantor perusahaan lain, atau langsung bekerja dari rumah.

Alasan lain yang cukup unik adalah urgensi dari pekerjaan itu sendiri. Sering kali pekerja yang mencari tempat kerja nyaman justru adalah mereka yang pekerjaan sangat tergantung pada deadline.Mereka benar-benar membutuhkan fokus dan kecepatan bekerja. Sedangkan dalam coworking space sering kali mereka merasa waktu begitu cepat berlalu karena berbagai aktivitas sosialisasi yang ada. Hal lain yang bisa berpengaruh adalah berbagai hal kecil seperti cepat berubahnya suasana karena pergantian staf, pergantian pekerja, pergantianperaturan, pergantian layout, dan bahkan berpindah-pindahnya lokasi kantor.
Komunitas Menjadi Jiwa Coworking Space

Disisi lain, tak sedikit pula pekerjaan yang merasa nyaman bekerja di coworking space tertentu. Mereka bahkan merasa tempat tersebut sudah seperti “rumah kedua”. Mengapa bisa demikian? Seperti yang sudah di tuliskan pada judul di atas, “coworking space” berarti tempat untuk bekerja secara bersama-sama. Tempat bekerja ini memerlukan manajemen yang baik agar bisa menjadi tempat nyaman untuk “bekerja sama sekaligus berkolaborasi”.
Dalam riset yang dilakukan Global Coworking Survey, sekitar 96% responden mengakui bahwa komunitas adalah faktor penting yang membuat mereka betah bekerja di coworking space. Faktor harga, dekor, kecanggihan teknologi, dan lainnya ternyata masih belum menandingi kebutuhan pekerja akan komunitas yang hidup dan mampu mendukung bisnis mereka.
Lagipula, setiap manusia adalah makhluk sosial. Bahkan seorang desainer atau programmer yang paling introvert sekalipun butuh keluar dari kamar dan bertemu dengan manusia lain untuk menjaga kewarasannya. Jika tidak mempunyai manajemen komunitas yang mumpuni, suatu coworking space pasti akan kesulitan mempertahankan eksistensinya. Bahkan Andy Soell, salah satu pendiri coworking space salt mines, menekankan, “Bangunlah dulu komunitas yang engaged satu sama lain, sebelum membangun ruang bekerjanya”.
Energi, Antusiasme, dan Interaksi

Beberapa coworking space bahkan menyediakan bantuan dan referensi untuk berbagai urusan usaha, mulai dari mendesain logo, merapikan administrasi, sampai support soal urusan hukum. Ada pula yang menyediakan tim untuk mengorganisir event atau program tertentu yang memberikan kesempatan kepada para anggota membangun jaringan, mempromosikan usaha, menawarkan proposal kerja sama dan lainnya.

Jika coworking space sudah dipenuhi energi, antusiasme, dan interaksi, maka komunitasnya sendiri yang akan menjadi magnet untuk menarik pelanggan baru. Ini karena mereka sudah merasa nyaman bekerja sama, mudah mencari bantuan dan ide, dan bahkan mudah mendapatkan referensi atau pesanan hanya melalui interaksi dengan sesama anggota. Suasana seperti inilah yang membuat hidup dan berkembang suatu coworking space, sekaligus menarik banyak anggota baru.
[/fusion_text][/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!