Cara Install Accurate 5 Desktop

[fusion_builder_container hundred_percent=”no” hundred_percent_height=”no” hundred_percent_height_scroll=”no” hundred_percent_height_center_content=”yes” equal_height_columns=”no” menu_anchor=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” status=”published” publish_date=”” class=”” id=”” background_color=”” background_image=”” background_position=”center center” background_repeat=”no-repeat” fade=”no” background_parallax=”none” enable_mobile=”no” parallax_speed=”0.3″ video_mp4=”” video_webm=”” video_ogv=”” video_url=”” video_aspect_ratio=”16:9″ video_loop=”yes” video_mute=”yes” video_preview_image=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” margin_top=”” margin_bottom=”” padding_top=”” padding_right=”” padding_bottom=”” padding_left=””][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ layout=”1_1″ spacing=”” center_content=”no” link=”” target=”_self” min_height=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” background_color=”” background_image=”” background_image_id=”” background_position=”left top” background_repeat=”no-repeat” hover_type=”none” border_size=”0″ border_color=”” border_style=”solid” border_position=”all” border_radius=”” box_shadow=”no” dimension_box_shadow=”” box_shadow_blur=”0″ box_shadow_spread=”0″ box_shadow_color=”” box_shadow_style=”” padding_top=”” padding_right=”” padding_bottom=”” padding_left=”” margin_top=”” margin_bottom=”” animation_type=”” animation_direction=”left” animation_speed=”0.3″ animation_offset=”” last=”no”][fusion_title hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” content_align=”left” size=”1″ font_size=”” line_height=”” letter_spacing=”” margin_top=”” margin_bottom=”” margin_top_mobile=”” margin_bottom_mobile=”” text_color=”” style_type=”default” sep_color=””]

Cara Install Accurate 5 Desktop

[/fusion_title][fusion_text columns=”” column_min_width=”” column_spacing=”” rule_style=”default” rule_size=”” rule_color=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=””]

Untuk menggunakan Sotware Accurate, Anda harus melakukan beberap langkah terlebih dahulu, salah satuya adalah install Accurate 5 Desktop di PC/Laptop anda. Berikut adalah video panduan untuk melakukan instalasi Accurate 5 Desktop yang mudah, cepat dan tepat. Klik video di bawah ini:

[/fusion_text][fusion_youtube id=”https://youtu.be/GcUrz8zdf0A” alignment=”center” width=”” height=”” autoplay=”false” api_params=”” hide_on_mobile=”small-visibility,large-visibility” class=”” css_id=”” /][/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Kegunaan Pembukuan Bagi Usaha Kecil

[fusion_builder_container hundred_percent=”no” hundred_percent_height=”no” hundred_percent_height_scroll=”no” hundred_percent_height_center_content=”yes” equal_height_columns=”no” menu_anchor=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” status=”published” publish_date=”” class=”” id=”” background_color=”” background_image=”” background_position=”center center” background_repeat=”no-repeat” fade=”no” background_parallax=”none” enable_mobile=”no” parallax_speed=”0.3″ video_mp4=”” video_webm=”” video_ogv=”” video_url=”” video_aspect_ratio=”16:9″ video_loop=”yes” video_mute=”yes” video_preview_image=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” margin_top=”” margin_bottom=”” padding_top=”” padding_right=”” padding_bottom=”” padding_left=””][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ layout=”1_1″ spacing=”” center_content=”no” link=”” target=”_self” min_height=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” background_color=”” background_image=”” background_image_id=”” background_position=”left top” background_repeat=”no-repeat” hover_type=”none” border_size=”0″ border_color=”” border_style=”solid” border_position=”all” padding_top=”” padding_right=”” padding_bottom=”” padding_left=”” margin_top=”” margin_bottom=”” animation_type=”” animation_direction=”left” animation_speed=”0.3″ animation_offset=”” last=”no”][fusion_title hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” content_align=”left” size=”1″ font_size=”” line_height=”” letter_spacing=”” margin_top=”” margin_bottom=”” text_color=”” style_type=”default” sep_color=””]

Kegunaan Pembukuan Bagi Usaha Kecil

[/fusion_title][fusion_text columns=”” column_min_width=”” column_spacing=”” rule_style=”default” rule_size=”” rule_color=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=””]

Banyak alasan mengapa banyak pemilik bisnis kecil tidak melakukan pembukuan pada bisnisnya. Pertama, karena mereka merasa proses pembukuan ini cukup merepotkan dan kurang mengerti dalam melakukannya sehingga malas melakukannya. Kedua, karena ketidak mengertian ini yang membuat pemilik bisnis merasa harus mengeluarkan biaya lebih untuk menyewa seorang akuntan. Padahal pencatatan ini bisa dilakukan sendiri karena ada format sederhana yang mudah untuk diikuti. Ketiga, pemilik bisnis kerap mengeluhkan keterbatasan waktu yang dimiliki untuk melakukan pembukuan. Untuk hal ini, pemilik bisnis bisa menyicil dengan membuat catatan kecil setiap sebuah transaksi sudah selesai. Setelah itu, catatan kecil ini tinggal dirapikan setelah jam operasional bisnis dan dimasukkan dalam buku besar.

Ketika sudah bertekad untuk mendirikan sebuah bisnis, maka dibutuhkan usaha yang optimal untuk mengembangkannya. Salah satunya yaitu dengan melakukan pembukuan sederhana yang dilakukan secara rutin. Berikut beberapa manfaat yang bisa didapatkan oleh pemilik bisnis ketika melakukan pembukuan secara rutin.

Meminimalisasi Kelebihan Pengeluaran

Kebanyakan orang mencatat pengeluarannya hanya di kepala dan ingatan saja. Namun hal ini tidak boleh dilakukan oleh seorang pemilik bisnis. Seorang pemilik bisnis yang tidak mencatat biaya yang dikeluarkan pasti akan terkejut dengan apa yang telah dibelanjakannya. Banyak biaya yang tidak terduga atau bahkan tidak dibutuhkan keluar begitu saja. Maka dari itu, pencatatan dan pembukuan yang dilakukan secara teratur bisa digunakan sebagai kontrol atas pengeluaran tersebut. Dengan adanya pencatatan dan pembukuan akan membantu menahan diri untuk tidak menghabiskan uang lebih dari yang dibutuhkan. Karena mengurangi pengeluaran untuk hal yang kurang penting akan memberi pengaruh dan perubahan kecil yang baik.

Mengetahui Untung atau Tidaknya Sebuah Bisnis

Mendirikan sebuah bisnis tidak terlepas dari permasalahan untung dan rugi. Sehingga dibutuhkan pembukuan sederhana untuk memantau kinerja keuangan sebuah bisnis. Buku ini secara sederhana memuat modal, beban pengeluaran, serta pendapatan yang diterima dalam suatu periode akuntansi untuk menghitung seberapa besar keuntungan yang didapat. Pemilik bisnis juga dapat mengetahui jumlah modal yang sudah terpakai, modal yang belum digunakan, serta jumlah utang yang dimiliki.

Membantu Strategi Bisnis Selanjutnya

Pembukuan yang lengkap dan terperinci akan menjadi alat analisis bagi kinerja bisnis. Hasil analisis ini nantinya dapat digunakan untuk membuat keputusan dan mengembangkan strategi bisnis selanjutnya. Pembukuan yang lengkap akan menghasilkan analisis tepat yang nantinya berpengaruh pada keputusan yang akan diambil oleh perusahaan. Karena, keputusan yang baik harus berdasarkan informasi keuangan secara lengkap, dan proses pembukuan akan menyediakan dan memberikan gambaran secara jelas mengenai informasi keuangan bisnis Anda.

Memudahkan Pelaporan Pajak

Jika bisnis kecil yang dijalankan sudah memiliki NPWP, maka ada kewajiban pelaporan pajak. Untuk pelaporan pajak ini dibutuhkan catatan keuangan selama satu tahun terakhir. Dengan adanya pembukuan, pemilik bisnis dapat langsung menyuguhkan informasi keuangan yang lengkap pada waktu yang dibutuhkan. Jadi, tidak akan ada drama mencari dan kehilangan tanda terima, faktur dan lain sebagainya.

Memberikan Gambaran Jelas Bagi Kreditur dan Investor

Bisnis kecil biasanya masih memerlukan kreditur dan investor dalam memberikan suntikan modal untuk menopang bisnis yang dijalankan. Tentu saja kedua pihak ini tidak ingin sembarangan dalam memberikan dana kepada bisnis yang tidak jelas. Salah satu faktor yang dapat memudahkan pemilik bisnis mendapatkan dana dari kreditur dan investor adalah laporan keuangan yang jelas, terperinci dan sistematis. Dengan adanya pembukuan secara rutin, maka laporan keuangan seperti itu akan mudah didapatkan.

Berikut merupakan beberapa manfaat yang bisa didapatkan jika melakukan pembukuan secara rutin. Untuk berbagai alasan yang menyulitkan proses pembukuan dapat diatasi dengan alat bantu berupa software akuntansi. Dengan adanya perangkat ini, siapapun dapat melakukan pembukuan secara rapi, efektif dan efisien. Kemudahan itu dapat diberikan oleh software akuntansi online terbaik di Indonesia, Accurate Online. Dengan Accurate Online,pencatatan keuangan bisa dilakukan dengan mudah tanpa perlu belajar dalam waktu yang lama karena semua dibuat secara otomatis. Cukup memasukkan data-data yang dibutuhkan, dan output yang dibutuhkan dapat tersaji secara langsung. Segera daftarkan bisnis Anda sekarang juga dan dapatkan percobaan gratis selama 30 hari.

[/fusion_text][/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Peluang Bisnis Sebagai Distributor, Simak Guys!

[fusion_builder_container hundred_percent=”no” hundred_percent_height=”no” hundred_percent_height_scroll=”no” hundred_percent_height_center_content=”yes” equal_height_columns=”no” menu_anchor=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” status=”published” publish_date=”” class=”” id=”” background_color=”” background_image=”” background_position=”center center” background_repeat=”no-repeat” fade=”no” background_parallax=”none” enable_mobile=”no” parallax_speed=”0.3″ video_mp4=”” video_webm=”” video_ogv=”” video_url=”” video_aspect_ratio=”16:9″ video_loop=”yes” video_mute=”yes” video_preview_image=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” margin_top=”” margin_bottom=”” padding_top=”” padding_right=”” padding_bottom=”” padding_left=””][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ spacing=”” center_content=”no” link=”” target=”_self” min_height=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” background_color=”” background_image=”” background_image_id=”” background_position=”left top” background_repeat=”no-repeat” hover_type=”none” border_size=”0″ border_color=”” border_style=”solid” border_position=”all” padding_top=”” padding_right=”” padding_bottom=”” padding_left=”” margin_top=”” margin_bottom=”” animation_type=”” animation_direction=”left” animation_speed=”0.3″ animation_offset=”” last=”no”][fusion_title hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” content_align=”left” size=”1″ font_size=”” line_height=”” letter_spacing=”” margin_top=”” margin_bottom=”” text_color=”” style_type=”default” sep_color=””]

Peluang Usaha yang Tidak Kalah Menarik Sebagai Distributor

[/fusion_title][fusion_text columns=”” column_min_width=”” column_spacing=”” rule_style=”default” rule_size=”” rule_color=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=””]

Kalau Anda tidak bisa mendapatkan peluang bisnis, maka ciptakanlah. Membuat bisnis sebagai distributor bisa menjadi peluang usaha yang bagus. Sederhananya, Anda mengantar produk yang dijual oleh produsen kepada konsumen atau pelanggan yang membutuhkan. Namun, hal ini berbeda dengan bisnis ritel.

Apa itu Distributor?

Produsen membuat produk dan perusahaan ritel menjual produk. Tetapi sebagian besar perusahaan ritel tidak membeli produk langsung dari produsen. Hanya perusahaan besar atau perusahaan yang berurusan dengan produk khusus, seperti kendaraan atau barang mewah lainnya,  yang transaksinya berurusan langsung dengan perusahaan produsen terkait. Jadi, dari mana perusahaan-perusahaan ritel mendapatkan produk yang kemudian dijual?

Sebagian besar pasar ritel mendapatkan produk mereka melalui perusahaan distribusi. Distributor adalah perusahaan yang bertindak sebagai perwakilan atau perantara bagi produsen. Perusahaan distribusi mencari perusahaan ritel yang ingin menjual jenis produk tertentu, kemudian mereka menjualnya langsung dari produsen. Pada dasarnya, distributor ada untuk menyediakan produk dengan jenis dan kualitas barang yang ingin perusahaan ritel jual.

Kenapa Memilih Bisnis Distribusi Daripada Bisnis Ritel?

Mungkin lebih mudah melihat peluang untuk bisnis ritel karena bisnis tersebut selalu bersentuhan dengan “muka” pasar barang setiap hari. Akan tetapi, usaha distribusi dapat menjadi pilihan yang lebih baik. Sebagai pengecer, orang atau badan yang menjalankan bisnis ritel, Anda harus mencoba menarik sejumlah besar konsumen atau mengelompokkan konsumen ke segmen yang Anda terapkan. Tanpa banyak pelanggan yang terdiversifikasi, perusahaan ritel Anda mungkin tidak dapat tumbuh atau bertahan. Kompetitor juga tentunya akan mencoba menarik konsumen yang sama dengan segmen Anda. Jadi, Anda harus bekerja lebih keras untuk bersaing dengan kompetitor Anda.

Sebagai distributor, Anda tidak perlu khawatir mengenai sebagian besar perusahaan yang Anda pasok. Yang menjadi fokus bagi distributor adalah kualitas kontrak dengan klien Anda yaitu perusahaan-perusahaan ritel. Jika Anda berhasil mendapatkan kontrak memasok kepada perusahaan ritel besar, Anda mungkin tidak akan membutuhkan kontrak lain untuk menjaga bisnis Anda tetap berkembang dan bertahan. Bahkan satu kontrak baru yang bernilai tinggi dapat membuat marjin besar pada laba Anda!

Keuntungan lain dari usaha distribusi adalah Anda dapat lebih mudah membangun hubungan dengan klien. Baik pabrikan maupun pengecer akan cenderung memilih distributor yang sudah mereka kenal dan terjalin hubungan kerja yang baik sebelumnya daripada mencari distributor baru. Jika Anda menjalin hubungan baik dengan klien Anda, penghasilan Anda akan terkesan lebih konsisten dan Anda tidak perlu memasarkan bisnis distribusi Anda secara agresif untuk menarik klien baru.

Bagaimana Meraih Profit Dari Bisnis Distribusi

Tidak seperti pengecer, distributor tidak bisa menjual produk dengan markup yang besar. Kebanyakan distributor menjual dengan harga grosir yang hanya sedikit lebih tinggi dari harga yang diberikan produsen. Harga yang ditawarkan biasanya tidak standar untuk setiap produk dan harus dinegosiasikan dengan setiap klien baru tergantung pada jumlah pesanannya.

Menjual barang dalam jumlah yang besar adalah cara terbaik bagi seorang distributor untuk menghasilkan profit. Dengan membeli produk berharga rendah dan menjualnya hanya dengan markup harga yang sedikit lebih tinggi, perusahaan distribusi dapat menghasilkan profit tersendiri tanpa harus menghasilkan produk sendiri.

Banyak distributor menjangkau klien mereka yang ada dan mencoba memasarkan produk baru kepada mereka ketika tersedia. Semakin banyak kuantitas produk yang Anda jual, maka semakin banyak pendapatan yang akan dihasilkan perusahaan Anda tanpa harus mencari klien baru.

Memilih Daftar Produk yang Akan Anda Distribusikan

Sebelum Anda mulai mendistribusikan atau mencari klien, Anda harus memutuskan produk apa saja yang ingin Anda beli dan jual. Anda bisa mencari berbagai referensi produk dari internet atau jejaring komunitas distributor yang Anda kenal.  Ada sejumlah distributor besar yang memasok barang kepada perusahaan ritel besar. Tetapi banyak perusahaan pengecer kecil dan toko berskala menengah ke bawah tidak memiliki akses yang konsisten kepada distributor besar. Ini bisa menjadi peluang Anda! Temukan jenis produk yang dibutuhkan pengecer kecil tersebut dan mulai tawarkan produk-produk tersebut kepada mereka.

Contoh beberapa spesialisasi produk terbaik yang masuk di berbagai bisnis startup adalah pakaian grosiran, aksesoris pakaian, dekorasi rumah, mainan, dan barang-barang elektronik seperti kipas, utilitas audio system, dan lainnya. Jenis-jenis barang ini biasanya diminati oleh banyak perusahaan atau pengecer menengah ke bawah. Barang-barang tersebut mempunyai ukuran yang cukup kecil untuk disimpan dan relatif mudah. Dan barang-barang tersebut tidak bersifat musiman, kebutuhannya cenderung konstan sepanjang tahun. Sebagai pengecualiannya adalah produk fashion style karena tren fashion style cenderung berubah dengan cepat berdasarkan musim.

Setelah Anda memahami poin-poin terkait peluang usaha distributor tersebut, satu hal yang tidak boleh Anda lupakan adalah bagaimana Anda mencatat dan melaporkan tiap transaksi yang terjadi antara Anda sebagai distributor dan klien. Untuk menangani hal tersebut, Anda bisa memakai Accurate Online

Accurate Online adalah software akuntansi online yang menyediakan fitur-fitur akuntansi yang memudahkan Anda dalam melakukan proses akuntansi dan membuat pembukuan perusahaan. Dengan Accurate Online, Anda bisa melihat detail transaksi yang telah terjadi dan melakukan crosscheck lewat PO yang diterima dari klien. Serta Anda juga bisa melihat secara detail data-data terkait persediaan yang Anda miliki sehingga memudahkan Anda dalam mengelola manajemen persediaan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Accurate Online, klik di sini.

[/fusion_text][/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Membuat Laporan Laba Rugi dan HPP Perusahaan Dagang

[fusion_builder_container hundred_percent=”no” hundred_percent_height=”no” hundred_percent_height_scroll=”no” hundred_percent_height_center_content=”yes” equal_height_columns=”no” menu_anchor=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” status=”published” publish_date=”” class=”” id=”” background_color=”” background_image=”” background_position=”center center” background_repeat=”no-repeat” fade=”no” background_parallax=”none” enable_mobile=”no” parallax_speed=”0.3″ video_mp4=”” video_webm=”” video_ogv=”” video_url=”” video_aspect_ratio=”16:9″ video_loop=”yes” video_mute=”yes” video_preview_image=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” margin_top=”” margin_bottom=”” padding_top=”” padding_right=”” padding_bottom=”” padding_left=””][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ layout=”1_1″ spacing=”” center_content=”no” link=”” target=”_self” min_height=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” background_color=”” background_image=”” background_image_id=”” background_position=”left top” background_repeat=”no-repeat” hover_type=”none” border_size=”0″ border_color=”” border_style=”solid” border_position=”all” padding_top=”” padding_right=”” padding_bottom=”” padding_left=”” margin_top=”” margin_bottom=”” animation_type=”” animation_direction=”left” animation_speed=”0.3″ animation_offset=”” last=”no”][fusion_title hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” content_align=”left” size=”1″ font_size=”” line_height=”” letter_spacing=”” margin_top=”” margin_bottom=”” text_color=”” style_type=”default” sep_color=””]

Cara Menyiapkan Laporan Laba Rugi dan HPP Perusahaan Dagang

[/fusion_title][fusion_text columns=”” column_min_width=”” column_spacing=”” rule_style=”default” rule_size=”” rule_color=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=””]

Pada dasarnya, perusahaan dagang menggunakan 4 (empat) Laporan Keuangan yang sama dengan jenis perusahaan atau industri lainnya. Empat laporan tersebut adalah Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Modal, Laporan Posisi Keuangan (Neraca), Laporan Arus Kas, dan Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK). Perbedaan yang muncul dan signifikan dari masing-masing Laporan Keuangan yang dibuat oleh berbagai jenis perusahaan terdapat di Laporan Laba Rugi. Masing-masing jenis perusahaan dagang, manufaktur, dan jasa memiliki jenis Laporan Laba Rugi yang berbeda-beda. Namun, fokus dalam artikel ini akan mengarah kepada jenis Laporan Keuangan perusahaan dagang.

Bentuk Laporan Laba Rugi perusahaan dagang terbagi menjadi dua, yaitu Laporan Laba Rugi multi-step (majemuk/berganda) dan single line (Tunggal). Pada Laporan Laba Rugi multi-step untuk perusahaan dagang, setiap item atau unsur pada pos-pos pendapatan dan pengeluaran diperluas sedemikian rupa untuk mencakup pengelompokan dan sub-pengelompokan yang diperlukan. Hal ini juga dimaksudkan untuk memudahkan investor dalam membaca dan memahami laporan.

Laporan Laba Rugi Multi-Step

Umumnya, Laporan Laba Rugi berisikan pos pendapatan dan pengeluaran. Namun dalam  Laporan Laba Rugi multi-step, pos pendapatan dan pengeluaran dibagi menjadi item operasional dan non-operasional. Pada pos pengeluaran dibagi menjadi dua jenis sub-pos, yaitu selling expense (biaya penjualan) dan biaya administrasi. Laporan Laba Rugi multilangkah juga biasa disebut Laporan Laba Rugi terklasifikasikan.

Laporan Laba Rugi multistep menunjukkan hubungan penting antar unsur atau item yang membantu menganalisis seberapa baik kinerja perusahaan. Misalnya, dengan mengurangi Harga Pokok Penjualan (HPP) dari pendapatan operasional, Anda dapat mengetahui dan menentukan berapa nilai pendapatan penjualan yang diperlukan agar bisa menutupi biaya HPP. Jika margin ini – yang disebut Margin Kotor atau Laba Kotor (Gross Profit– lebih rendah dari yang diharapkan, perusahaan mungkin perlu menaikkan harga jualnya dan atau menurunkan HPP-nya.

Laporan Laba Rugi multi-step membagi biaya operasional menjadi biaya penjualan dan administrasi. Dengan demikian, pengguna pernyataan dapat melihat berapa banyak biaya yang dikeluarkan untuk menjual produk dan pengelolaan bisnis. Pengguna laporan juga dapat membuat perbandingan dengan data dari tahun-tahun lain dan dari satu perusahaan dengan perusahaan lain. Pendapatan dan pengeluaran yang tidak ada kaitannya dengan kegiatan operasional perusahaan muncul di bagian bawah Laporan Laba Rugi karena item tersebut kurang signifikan dalam penilaian profitabilitas bisnis.

Unsur Utama Dalam Laporan Laba Rugi

Unsur atau item utama dari Laporan Laba Rugi multistep adalah sebagai berikut:

  • Pendapatan/Penjualan Bersih

    adalah pendapatan yang dihasilkan dari kegiatan operasional utama bisnis. Nilai dari pendapatan/penjualan bersih didapat dari total pendapatan kotor perusahaan setelah dikurangi diskon, retur, dan tunjangan penjualan lainnya.

  • Harga pokok penjualan (HPP)

    adalah biaya utama dalam perusahaan dagang dan mewakili apa yang dibayar perusahaan untuk pembelian persediaan yang akan dijualnya.

  • Margin Kotor atau Laba Kotor (Gross Profit)

    adalah penjualan bersih  setelah dikurangi Harga Pokok Penjualan. Unsur ini biasa dipakai manajemen sebagai patokan apakah perusahaan harus menaikkan harga jual dan atau mengurangi biaya HPP-nya. Laba Kotor juga biasa disebut sebagai markupperusahaan.

  • Biaya atau Pengeluaran Operasional  

    adalah segala pengeluaran di luar biaya Harga Pokok Penjualan yang terjadi untuk menjalankan aktivitas normal perusahaan. Di dalam Laporan Laba Rugi multi-step, biaya operasional terbagi menjadi dua, yaitu Biaya Penjualan (SellingExpense) dan Biaya Administrasi. Biaya Penjualan adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan terkait upaya penjualan dan pemasaran. Contohnya termasuk gaji dan komisi pemasaran, biaya untuk perjalanan pemasaran, iklan, sewa dan utilitas pada Aset Tetap yang berhubungan dengan pemasaran, dan lainnya. SedangkanBiaya Administrasi adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk keperluan manajemen bisnis secara keseluruhan. Contohnya termasuk gaji manajemen, biaya asuransi, persediaan yang digunakan manajemen, penyusutan pada peralatan kantor, dan lainnya.

  • Pendapatan Operasional

    Unsur ini diketahui setelah nilai Laba Kotor dikurangi Biaya Operasional. Dengan kata lain, Pendapatan Operasional mewakili jumlah pendapatan yang diperoleh langsung dari aktivitas operasional utama bisnis.

  • Pendapatan & Pengeluaran Lainnya

    Pendapatan dan pengeluaran yang terjadi dan tidak terkait secara langsung dengan penjualan produk yang secara teratur ditawarkan dan dijual oleh suatu perusahaan. Jenis dari pos Ini biasanya termasuk pendapatan dan beban bunga, pajak-pajak, keuntungan dari penjualan Aset, dan lainnya.

  • Laba Bersih

    adalah pos terakhir yang berada di bagian bawah (bottom line) di dalam Laporan Laba Rugi. Nilai Laba Bersih didapat setelah pendapatan operasional ditambah dengan pendapatan lain-lain dan dikurangi biaya lain-lain.

[/fusion_text][fusion_text columns=”” column_min_width=”” column_spacing=”” rule_style=”default” rule_size=”” rule_color=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=””]

Cara Menyiapkan Laporan Laba Rugi Multi-Step Perusahaan Dagang

Berikut data Trial Balance (Neraca Saldo Setelah Disesuaikan) yang sudah dipilah untuk nantinya dimasukkan ke Laporan Laba Rugi multi-step dari PT Bagus (dalam ribu rupiah):

Neraca Saldo Setelah Disesuaikan Debit Kredit
Pendapatan Kotor 350.000
Diskon Penjualan 3,000
Retur Penjualan 2,000
Pendapatan Bunga 200
HPP 170,000
Beban Komisi 15,000
Beban Iklan 8,000
Biaya Gaji Pemasaran 25,000
Biaya Sewa – pemasaran 13,000
Biaya Sewa – Kantor 14,000
Biaya Gaji Staff Kantor 45,000
Beban Utilitas 6,000
Beban Bunga 100

Dari data Neraca Saldo Setelah Disesuaikan tersebut, Anda bisa menyiapkan Laporan Laba Rugi Multi-Step PT Bagus:

PT Bagus

Laporan Laba Rugi Multi-Step 

Untuk Tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2018

(Dalam Ribu Rupiah)

Pendapatan Kotor 350.000
  Diskon Penjualan 3,000
  Retur Penjualan 2,000 (5,000)
Penjualan Bersih (350,000 – 5,000) 345.000
  HPP (170,000)
Laba Kotor (345,000 – 170,000) 175,000
Pengeluaran/Biaya Operasional:
Biaya/Beban Penjualan:
  Beban Komisi 15,000
  Beban Iklan 8,000
  Biaya Gaji Pemasaran 25,000
  Biaya Sewa – Pemasaran 13,000
Total Biaya/Beban Penjualan 61,000
 Biaya/Beban Administratif
  Biaya Sewa – Kantor 14,000
  Biaya Gaji Staff Kantor 45,000
  Beban Utilitas 6,000
Total 65,000
Total Operating expenses (61,000 + 65,000) (126,000)
Pendapatan Operasional (175,000 – 126,000)     49,000
Pendapatan (Beban) Lain-Lain
  Pendapatan Bunga 200
  Beban Bunga (100)
Total Pendapatan (Beban) Lain-Lain 100
Laba Bersih (49,000 + 100)     49,100

Harga Pokok Penjualan (HPP) di dalam Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang

Biasanya saat menggunakan metode persediaan perpetual, nilai Harga Pokok Penjualan di dalam Laporan Laba Rugi dilaporkan secara single line (tunggal) seperti contoh di atas. Laporan HPP dapat dibuat terpisah dari Laporan Laba Rugi perusahaan dagang. Berikut data Neraca Saldo PT Bagus yang sudah dipilah dan dibutuhkan untuk membuat Laporan HPP:

Neraca Saldo Debit Kredit
Persediaan, 1 Desember 2018 50,000
Pembelian Persediaan 200,000
Diskon Pembelian 18,000
Retur Pembelian

Biaya Angkut Pembelian

5,000 27,000

Setelah dilakukan Stock Opname pada akhir bulan, diketahui nilai persediaan akhir PT Bagus senilai Rp 40,000,000.  Berikut Laporan HPP PT Bagus:

PT Bagus
Laporan HPP

Untuk Tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2018

(Dalam Ribu Rupiah)

Persediaan, 1 Desember 2018 50,000
Pembelian Persediaan   200,000
  Diskon Pembelian  (18,000)
  Retur Pembelian   5,000
  Biaya Agkut Pembelian  (27,000)  (40,000)
Pembelian Bersih (200,000 – 40,000) 160,000
Persediaan tersedia untuk dijual (50,000 + 160,000) 210,000
  Persediaan, 31 Desember 2018 40,000
HPP (210,000 – 40,000)     170,000

Contoh-contoh di atas merupakan cara agar Anda mengetahui dan bisa menyiapkan Laporan Laba Rugi khusus perusahaan dagang. Jelas selain bentuk Laporan Laba Rugi, penilaian persediaan juga menjadi faktor pembeda antara perusahaan dagang dengan jenis perusahaan lainnya. Dan untuk mempermudah pembuatan Laporan Keuangan – termasuk Laporan Laba Rugi, Anda bisa menggunakan Software Akuntansi yang memiliki fitur-fitur terkait akuntansi lengkap. Salah satunya adalah Accurate Online yang memudahkan Anda dalam pembuatan Laporan Keuangan secara instan dan realtime. Dengan Accurate Online, Anda dapat mengakses Laporan Keuangan kapan pun dan di man apun. Anda juga bisa menyesuaikan bentuk Laporan Keuangan dengan jenis bisnis atau perusahaan Anda melalui Accurate Online. Sehingga itu dapat memudahkan pengguna Laporan Keuangan dalam memahami dan menganalisis kondisi bisnis.

[/fusion_text][/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

4 Jenis Laporan Keuangan Perusahaan Beserta Contohnya

[fusion_builder_container hundred_percent=”no” hundred_percent_height=”no” hundred_percent_height_scroll=”no” hundred_percent_height_center_content=”yes” equal_height_columns=”no” menu_anchor=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” status=”published” publish_date=”” class=”” id=”” background_color=”” background_image=”” background_position=”center center” background_repeat=”no-repeat” fade=”no” background_parallax=”none” enable_mobile=”no” parallax_speed=”0.3″ video_mp4=”” video_webm=”” video_ogv=”” video_url=”” video_aspect_ratio=”16:9″ video_loop=”yes” video_mute=”yes” video_preview_image=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” margin_top=”” margin_bottom=”” padding_top=”” padding_right=”” padding_bottom=”” padding_left=””][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ spacing=”” center_content=”no” link=”” target=”_self” min_height=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” background_color=”” background_image=”” background_image_id=”” background_position=”left top” background_repeat=”no-repeat” hover_type=”none” border_size=”0″ border_color=”” border_style=”solid” border_position=”all” padding_top=”” padding_right=”” padding_bottom=”” padding_left=”” margin_top=”” margin_bottom=”” animation_type=”” animation_direction=”left” animation_speed=”0.3″ animation_offset=”” last=”no”][fusion_title hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” content_align=”left” size=”1″ font_size=”” line_height=”” letter_spacing=”” margin_top=”” margin_bottom=”” text_color=”” style_type=”default” sep_color=””]

4 Jenis Laporan Keuangan Perusahaan Beserta Contohnya

[/fusion_title][fusion_text columns=”” column_min_width=”” column_spacing=”” rule_style=”default” rule_size=”” rule_color=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=””]

Laporan keuangan adalah laporan yang menunjukkan kondisi finansial suatu perusahaan dalam periode tertentu. Informasi mengenai kondisi finansial tersebut nantinya dapat digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan seperti pihak manajemen, pemberi pinjaman, investor, hingga pemegang saham untuk menilai kinerja perusahaan dan menentukan langkah apa yang harus diambil setelahnya. Terdapat beberapa jenis laporan keuangan yang perlu kita pahami pada bisnis. Sesuai Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku di Indonesia, terdapat beberapa jenis laporan yang penting bagi perusahaan.

Laporan Laba Rugi

esuai dengan namanya, laporan laba rugi berfungsi untuk membantu Anda mengetahui apakah bisnis berada dalam posisi laba atau rugi. Laporan laba rugi biasa juga disebut sebagai income statement atau profit and loss statement.

Umumnya, ada dua cara yang digunakan untuk menyusun laporan laba rugi, yaitu single step (cara langsung) dan multiple step (cara bertahap). Metode single step relatif lebih mudah dibandingkan multiple step. Anda hanya perlu menjumlahkan seluruh pendapatan dari atas sampai bawah menjadi satu kelompok, kemudian menguranginya dengan total beban atau biaya dalam periode yang berlaku. Sedangkan, pada metode multiple step, pendapatan dipisah menjadi dua kategori, yaitu pendapatan operasional (yang berasal dari kegiatan pokok) perusahaan dan pendapatan non operasional (yang berasal dari luar kegiatan pokok) perusahaan. Pembagian kategori tersebut juga berlaku pada beban atau biaya.

Ada beberapa aspek penting yang harus ditulis dalam laporan laba rugi, diantaranya adalah pendapatan, laba rugi usaha, beban pinjaman, beban pajak, laba atau rugi perusahaan, pos lubar biasa, dan hak minoritas. Laba rugi perusahaan ini mencakup laba atau rugi dari aktivitas  normal perusahaan, laba rugi usaha untuk periode berjalan dan juga laba rugi perusahaan afiliasi dan asosiasi berdasarkan metode ekuitas. Gambar berikut menunjukkan contoh sederhana bagi laporan laba rugi perusahaan.

[/fusion_text][fusion_text columns=”” column_min_width=”” column_spacing=”” rule_style=”default” rule_size=”” rule_color=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=””]

Laporan Perubahan Modal

Laporan keuangan jenis ini menyediakan informasi tentang jumlah modal yang dimiliki bisnis Anda selama periode tertentu. Melalui laporan perubahan modal, Anda bisa mendapatkan data mengenai seberapa besar perubahan modal yang telah terjadi, lengkap dengan penyebab perubahannya.

Idealnya, untuk menyusun laporan perubahan modal, Anda membutuhkan beberapa data khusus, seperti modal pada awal periode, pengambilan dana pribadi oleh pemilik untuk tahun yang bersangkutan, dan jumlah laba bersih atau rugi bersih pada periode terkait. Dengan kata lain, Anda harus menyusun laporan laba rugi terlebih dulu sebelum membuat laporan perubahan modal.

[/fusion_text][fusion_text columns=”” column_min_width=”” column_spacing=”” rule_style=”default” rule_size=”” rule_color=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=””]

Laporan Neraca

Dalam ilmu akuntansi, neraca disebut dengan istilah balance sheet. Laporan neraca berfungsi untuk menunjukkan kondisi, informasi, dan posisi keuangan bisnis Anda pada tanggal yang ditentukan. Dengan menyusun laporan neraca, Anda bisa mengetahui data tentang jumlah aktiva berupa harta atau aset, kewajiban berupa utang, dan ekuitas atau modal perusahaan. Neraca terdiri dari tiga unsur, yaitu aset, liabilitas, dan ekuitas. Apabila ketiganya dihubungkan dengan persamaan akuntansi, makan akan terbentuk rumus seperti berikut: Aset =  liabilitas + ekuitas.

[/fusion_text][fusion_text columns=”” column_min_width=”” column_spacing=”” rule_style=”default” rule_size=”” rule_color=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=””]

Laporan Arus Kas

Disebut juga dengan laporan cash flow, laporan arus kas digunakan perusahaan untuk menunjukkan aliran masuk dan keluar kas perusahaan pada periode tertentu. Lebih dari itu, laporan arus kas juga dapat berfungsi sebagai indikator jumlah arus kas di masa mendatang berdasarkan data arus kas terkini. Laporan jenis ini jugalah yang menjadi alat pertanggungjawaban arus kas masuk dan arus kas keluar selama periode pelaporan.

Anda bisa melihat laporan arus kas masuk dari beberapa sumber. Contohnya seperti hasil dari kegiatan operasional dan kas yang diperoleh dari pendanaan atau pinjaman. Sementara itu, arus kas keluar bisa dilihat dari seberapa banyak jumlah beban biaya yang dikeluarkan perusahaan, baik untuk kegiatan operasional maupun investasi.

[/fusion_text][fusion_text columns=”” column_min_width=”” column_spacing=”” rule_style=”default” rule_size=”” rule_color=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=””]

Laporan keuangan kini dapat dengan mudah didapatkan langsung dari software akuntansi yang Anda gunakan. Keempat contoh laporan diatas didapatkan hanya dengan 1 klik melalui Software Accurate. Penting bagi pemilik usaha untuk mengetahui dan memahami laporan keuangan perusahaan, baik itu perusahaan dagang, jasa maupun manufaktur. Tentunya terdapat perbedaan untuk laporan keuangan perusahaan jasa, dagang maupun manufaktur. Tetapi yang penting adalah laporan ini haruslah sesuai dengan Standar Akuntansi Indonesia yang berlaku.

[/fusion_text][/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]