3 Hal Untuk Menentukan Franchise Fee & Royalty Fee

[fusion_builder_container hundred_percent=”no” equal_height_columns=”no” menu_anchor=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” background_color=”” background_image=”” background_position=”center center” background_repeat=”no-repeat” fade=”no” background_parallax=”none” parallax_speed=”0.3″ video_mp4=”” video_webm=”” video_ogv=”” video_url=”” video_aspect_ratio=”16:9″ video_loop=”yes” video_mute=”yes” overlay_color=”” video_preview_image=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” padding_top=”” padding_bottom=”” padding_left=”” padding_right=””][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ layout=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” border_position=”all” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding_top=”” padding_right=”” padding_bottom=”” padding_left=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” center_content=”no” last=”no” min_height=”” hover_type=”none” link=””][fusion_title hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” content_align=”left” size=”1″ font_size=”” line_height=”” letter_spacing=”” margin_top=”” margin_bottom=”” text_color=”” style_type=”default” sep_color=””]

3 Hal Untuk Menentukan Franchise Fee & Royalty Fee

[/fusion_title][fusion_text]

Bisnis franchise atau waralaba sering kali dijumpai di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Franchise merupakan jenis bisnis yang membeli nama maupun sistem dari suatu barang atau jasa yang telah maju. Pada awal pendirian bisnis franchise, pihak pemilik franchise-lah yang paling diuntungkan. Meskipun demikian, sebelum menjual bisnis yang dijalani haruslah menetukan franchise fee maupun royalty fee terlebih dahulu.

Franchise fee adalah biaya awal yang harus dibayarkan oleh seorang franchisee kepada franchisor sebelum memulai bisnis waralaba. Sedangkan royalty fee merupakan biaya yang harus dibayarkan dalam jangka waktu tertentu yang telah ditetapkan setelah bisnis franchise berjalan. Sebagai contoh pembayaran bisa tanggal 5 setiap bulannya, atau bisa juga 3 bulan sekali setiap tanggal 20 tergantung dari pihak franchisor.

Penentuan franchise fee dan royalty fee sebaiknya dihitung dengan tepat agar Anda sebagai franchisor tidak merasa dirugikan. Sebaliknya, Anda juga tidak boleh terlalu membebani franchisee. Oleh karena itu, dalam menghitungnya Anda perlu mempertimbangkan pricing policy (kebijakan dalam membebankan harga) seperti di bawah ini.

Market Oriented

3 Hal Untuk Menentukan Franchise Fee & Royalty Fee

Untuk menetapkan harga franchise fee dan royalty fee pada sebuah bisnis franchise, Anda bisa menggunakan pendekatan market oriented. Pendekatan ini dilakukan dengan cara melihat harga yang telah ditetapkan oleh kompetitor bisnis Anda di lapangan. Sebagai contoh, perusahaan A menetapkan harga 5% dari penjualan kotor dan perusahaan B menetapkan harga 6% dari penjualan kotor. Maka dengan metode ini, Anda bisa menentukan harga rata-rata dari setiap kompetitor tersebut. Kalaupun tidak ingin repot, Anda juga bisa memilih dari salah satu kompetitor yang ada.

Customer Oriented

3 Hal Untuk Menentukan Franchise Fee & Royalty Fee

Penentuan harga juga bisa dilakukan dengan metode customer oriented yang mengacu pada daya beli konsumen. Dengan cara ini, harga yang ditentukan untuk setiap daerah akan berbeda-beda karena penilaian masyarakatlah yang dijadikan pertimbangan. Harga lebih mahal untuk daerah yang masyarakatnya berani membayar tinggi. Untuk daerah yang masyarakatnya menuntut harga wajar, maka jangan memberi patokan harga terlalu tinggi. Sebagai contoh jika bisnis franchise berjalan di Bali dan Jakarta, maka harga yang ditentukan akan lebih mahal untuk bisnis di Bali karena daya bayar masyarakat Bali lebih besar dibandingkan Jakarta.

Cost Oriented

3 Hal Untuk Menentukan Franchise Fee & Royalty Fee

Perhitungan harga juga bisa ditetapkan berdasarkan biaya yang dibutuhkan untuk mengembangkan sistem bisnis franchise tersebut. Dengan menggunakan metode ini, Anda harus melakukan perhitungan kualitatif dan kuantitatif yang tepat. Harga jual yang ditentukan sebaiknya menutup semua biaya produksi maupun operasional dan ditambah dengan keuntungan yang diharapkan.

Anda bisa menentukan franchise fee dan royalty fee pada bisnis franchise menggunakan salah satu dari ketiga cara tersebut. Kalaupun harga yang dihasilkan tidak tepat, Anda juga bisa menggabungkan beberapa metode tersebut. Apapun metode yang Anda gunakan dan berapapun harga yang Anda tetapkan, haruslah pihak franchisee tetap memiliki keuntungan dan bisa mengembalikan modal awal. Anda sebagai pemilik sekaligus pemberi franchise juga harus menerima keuntungan yang bisa dijadikan sebagai passive income dalam bisnis tersebut.

Untuk mengembangkan bisnis franchise, Anda pasti melibatkan banyak pihak, karena itulah penghitungan keuangan maupun laporan yang disajikan  tidak sederhana. Untuk menghindari adanya kesalahan penghitungan maupun kerugian yang dapat mengakibatkan hilangnya kepercayaan dari salah satu pihak, maka dibutuhkan sistem pelaporan keuangan yang akurat yang bisa anda dapatkan di sini.

[/fusion_text][/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Cara Memilih Bisnis Franchise di Indonesia Untuk Pemula

[fusion_builder_container hundred_percent=”no” equal_height_columns=”no” menu_anchor=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” background_color=”” background_image=”” background_position=”center center” background_repeat=”no-repeat” fade=”no” background_parallax=”none” parallax_speed=”0.3″ video_mp4=”” video_webm=”” video_ogv=”” video_url=”” video_aspect_ratio=”16:9″ video_loop=”yes” video_mute=”yes” overlay_color=”” video_preview_image=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” padding_top=”” padding_bottom=”” padding_left=”” padding_right=””][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ layout=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” border_position=”all” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding_top=”” padding_right=”” padding_bottom=”” padding_left=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” center_content=”no” last=”no” min_height=”” hover_type=”none” link=””][fusion_title hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” content_align=”left” size=”1″ font_size=”” line_height=”” letter_spacing=”” margin_top=”” margin_bottom=”” text_color=”” style_type=”default” sep_color=””]

Cara Memilih Bisnis Franchise di Indonesia Untuk Pemula

[/fusion_title][fusion_text]

Bagi pengusaha pemula, pada awalnya mungkin sering berasumsi bagwa memiliki bisnis franchise di Indonesia itu sangat mudah. Di mana, mereka beranggapan hanya perlu membeli sebuah brand tanpa perlu repot memikirkan sistem usahanya. Namun tahukah Anda? Tidak semua bisnis franchise menjanjikan peluang dan keuntungan yang besar. Agar terhindar dari kesalahan memilih bisnis franchise, cobalah ikuti tipsnya di bawah ini.

Perhatikan Risiko Bisnis

Cara Memilih Bisnis Franchise di Indonesia Untuk Pemula

Setiap bisnis pasti memiliki risiko, namun bisnis yang baik pasti memiliki risiko yang kecil. Sebelum memutuskan untuk membeli bisnis franchise di Indonesia, cobalah perhatikan tingkat kegagalannya, terutama jika menyangkut dengan franchise baru. Lihatlah tingkat pertumbuhan dan kegagalannya pada daerah lain. Jika suatu franchise mengalami tingkat kegagalan sebanyak 20% atau lebih, Anda harus mewaspadai dan mencari informasi lebih banyak lagi sebelum memutuskan untuk mengambilnya sebagai bagian bisnis.

Hindari Franchisor yang Memiliki Satu Produk

Cara Memilih Bisnis Franchise di Indonesia Untuk Pemula

Hanya memiliki satu produk, berarti Anda akan ketergantungan terhadap produk tersebut dan tidak memiliki alternatif lain untuk memenangkan persaingan bisnis. Jika suatu saat produk tersebut sudah memiliki banyak pesaing, atau masyarakat sudah mulai jenuh dengan produk tersebut, maka bisa di pastikan, bisnis franchise juga ikut mengalami kemunduran.

Hindari Franchise yang Butuh Banyak Karyawan

Cara Memilih Bisnis Franchise di Indonesia Untuk Pemula

Jika Anda masih memiliki modal yang terbatas, maka memilih bisnis franchise yang membutuhkan banyak karyawan ini, harus Anda pertimbangkan baik-baik. Sebuah usaha yang membutuhkan banyak karyawan, berarti juga membutuhkan biaya yang lebih banyak untuk menggaji maupun memberi dukungan kinerjanya. Selain itu, memilih bisnis dengan banyak karyawan juga  rentan dengan masalah human error. Hal ini tentunya tidak menjadi masalah jika Anda sudah memiliki bagian pengelolaan SDM yang baik. Tapi jika masih pemula, pastikan Anda hanya memilih bisnis sederhana yang membutuhkan sedikit karyawan.

Pelajari Laporan Keuangan Franchisor

Cara Memilih Bisnis Franchise di Indonesia Untuk Pemula

Franchisor yang baik dan professional, biasanya selalu menyertakan laporan keuangan dan perkembangan bisnisnya secara baik dan benar. Laporan keuangan yang baik akan menunjukkan tingkat kesehatan dari suatu bisnis. Dari sebuah laporan keuangan dan perkembangan bisnis, Anda dapat menilai risiko dari bisnis tersebut. Hindari sebuah bisnis franchise yang tidak banyak membagikan informasi pengelolaan keuangan, kenapa? karena bisa jadi, usaha tersebut mengalami permasalahan dalam pengelolaannya.

Perhitungkan Besarnya Franchise Fee & Royalty Fee

Cara Memilih Bisnis Franchise di Indonesia Untuk Pemula

Besarnya franchise fee dan royalty fee tiap bisnis sangat beragam, semua bergantung dari jenis bisnis yang dijalankan. Biasanya sebuah bisnis di bidang jasa akan memilki franchise fee yang lebih besar yaitu sekitar 50% dari total nilai investasinya, karena bisnis ini biasanya tidak menuntut kepemilikan aset yang mahal, tapi lebih pada keterampilan atau skill, sehingga nilai investasinya juga cenderung kecil. Sedangkan sebuah franchise dengan nilai investasi yang besar, biasanya menuntut royalty fee yang kecil agar tidak membebani investor yang akan membeli franchise.

Kesimpulannya, apapun bisnis franchise di Indonesia yang Anda pilih, pastikan bahwa Anda mengenali risikonya untuk menghindari kegagalan bisnis. Setelah Anda mulai stabil dalam menjalankan bisnis franchise, jangan lupa untuk menyisihkan keuntungan yang Anda peroleh dan melakukan pengelolaan keuangan yang baik untuk mengamankan dan memperluas potensi keuangan bisnis Anda. Untuk membantu mengelola keuangan bisnis dengan mudah dan cepat, Anda bisa memilih Accurate sebagai solusi sekaligus investasi bisnis. Accurate dilengkapi dengan berbagai fitur, mulai dari pembuatan laporan keuangan, pengelolaan stok barang, pengelolaan aset, hingga pembuatan invoice lebih cepat. Untuk informasi lebih lengkap tentang Accurate, bisa Anda dapatkan di sini.

[/fusion_text][/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Cara Pembuatan, Mengenal Manfaat, dan Contoh SOP

[fusion_builder_container hundred_percent=”no” equal_height_columns=”no” menu_anchor=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” background_color=”” background_image=”” background_position=”center center” background_repeat=”no-repeat” fade=”no” background_parallax=”none” parallax_speed=”0.3″ video_mp4=”” video_webm=”” video_ogv=”” video_url=”” video_aspect_ratio=”16:9″ video_loop=”yes” video_mute=”yes” overlay_color=”” video_preview_image=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” padding_top=”” padding_bottom=”” padding_left=”” padding_right=””][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ layout=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” border_position=”all” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding_top=”” padding_right=”” padding_bottom=”” padding_left=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” center_content=”no” last=”no” min_height=”” hover_type=”none” link=””][fusion_title hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” content_align=”left” size=”1″ font_size=”” line_height=”” letter_spacing=”” margin_top=”” margin_bottom=”” text_color=”” style_type=”default” sep_color=””]

Cara Pembuatan, Mengenal Manfaat, dan Contoh SOP

[/fusion_title][fusion_text columns=”” column_min_width=”” column_spacing=”” rule_style=”default” rule_size=”” rule_color=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=””]

Setiap perusahaan bagaimanapun bentuk dan apapun jenisnya, pasti membutuhkan sebuah panduan untuk menjalankan tugas dan fungsi setiap elemen atau unit perusahaan. Standar Operasional Prosedur (SOP) adalah sistem yang disusun untuk memudahkan, merapikan, dan menertibkan pekerjaan tersebut. Di bawah ini akan kita bahas tentang pengertian, manfaat, cara pembuatan, dan contoh dari SOP.

Pengertian SOP Menurut Para Ahli

Cara Pembuatan, Mengenal Manfaat, dan Contoh SOP

Sailendra (2015:11)

Standar Operasional Prosedur (SOP) merupakan panduan yang digunakan untuk memastikan kegiatan operasional organisasi atau perusahaan berjalan dengan lancar.

Moekijat (2008)

Standar Operasional Prosedur (SOP) adalah urutan langkah-langkah (atau pelaksanaan-pelaksanaan pekerjaan), di mana pekerjaan tersebut dilakukan, bagaimana melakukannya, bilamana melakukannya, di mana melakukannya, dan siapa yang melakukannya.

Tjipto Atmoko (2011)

Standar Operasional Prosedur (SOP) merupakan suatu pedoman atau acuan untuk melaksanakan tugas pekerjaan sesuai dengan fungsi dan alat penilaian kinerja instansi pemerintah maupun non-pemerintah, usaha maupun non-usaha, berdasarkan indikator-indikator teknis, administratif, dan prosedural sesuai tata kerja, prosedur kerja dan sistem kerja pada unit kerja yang bersangkutan.

Insani (2010:1)

SOP adalah dokumen yang berisi serangkaian instruksi tertulis yang dibakukan mengenai berbagai proses penyelenggaraan administrasi perkantoran yang berisi cara melakukan pekerjaan, waktu pelaksanaan, tempat penyelenggaraan, dan aktor yang berperan dalam kegiatan.

Manfaat SOP

Cara Pembuatan, Mengenal Manfaat, dan Contoh SOP

Menurut penjelasan  menteri pendayagunaan aparatur negara (Permenpan No.PER/21/M-PAN/11/2008),  manfaat SOP secara umum bagi organisasi adalah:

  1. Sebagai standarisasi cara yang dilakukan pegawai dalam menyelesaikan pekerjaan khusus, mengurangi kesalahan dan kelalaian.
  2. SOP membantu staf menjadi lebih mandiri dan tidak tergantung pada intervensi manajemen, sehingga akan mengurangi keterlibatan pimpinan dalam pelaksanaan proses sehari-hari.
  3. Meningkatkan akuntabilitas dengan mendokumentasikan tanggung jawab khusus dalam melaksanakan tugas.
  4. Menciptakan ukuran standar kinerja yang akan memberikan pegawai. cara konkret untuk memperbaiki kinerja serta membantu mengevaluasi usaha yang telah dilakukan.
  5. Menciptakan bahan-bahan training yang dapat membantu pegawai baru untuk cepat melakukan tugasnya.
  6. Menunjukkan kinerja bahwa organisasi efisien dan dikelola dengan baik.
  7. Menyediakan pedoman bagi setiap pegawai di unit pelayanan dalam melaksanakan pemberian pelayanan sehari-hari.
  8. Menghindari tumpang tindih pelaksanaan tugas pemberian pelayanan.
  9. Membantu penelusuran terhadap kesalahan-kesalahan prosedural dalam memberikan pelayanan. Menjamin proses pelayanan tetap berjalan dalam berbagai situasi.

Cara Membuat SOP

Cara Pembuatan, Mengenal Manfaat, dan Contoh SOP

Dalam PERMENPAN PER/21/M-PAN/11/2008 disebutkan bahwa pembuatan SOP harus memenuhi prinsip-prinsip antara lain adalah kemudahan dan kejelasan, efisiensi dan efektivitas, keterukuran, keselarasan, berorientasi kepada pengguna, dinamis, kepatuhan terhadap hukum, dan kepastian hukum. Adapun cara-cara yang bisa digunakan untuk membuat SOP tanpa terlepas dari anjuran PERMENPAN adalah:

1. Membuat Susunan Kerja

Mintalah pada seluruh manajer atau kepala bagian dalam perusahaan Anda agar berbicara dengan bawahannya untuk menentukan hal-hal apa yang harus dibahas dalam SOP.

2. Merencanakan Alur Proses

Dengan cara menentukan format, menyetujui format dan membuat template, menetapkan alur proses, menentukan bagaimana SOP tersebut akan diakses.

3. Lakukan Wawancara

Melakukan wawancara terhadap karyawan untuk mengetahui apa saja aktivitas harian mereka dalam pekerjaan dan bagaimana mereka bekerja.

4. Tulis, Bahas & Sosialisasikan

Setelah melakukan wawancara dan memeriksa dokumen tata laksana kerja, maka perusahaan mulai bisa menulis SOP, membahas kembali dengan pihak-pihak terkait dan melihat apakah masih ada kesenjangan peraturan antara pihak pegawai dan perusahaan. Apabila sudah ada kesepakatan maka sudah bisa mulai disosialisasikan.

5. Adakan Pelatihan

Setelah disepakati dan disosialisasikan, maka perlu diadakan pelatihan agar SOP bisa berjalan dengan baik dan benar sesuai apa yang diharapkan.

6. Evaluasi

Setidaknya dalam jangka waktu setahun sekali, pihak perusahaan harus mengadakan evaluasi terhadap relevansi berjalannya SOP. Apakah ada hal yang harus ditambah atau dihilangkan.

Contoh SOP

Cara Pembuatan, Mengenal Manfaat, dan Contoh SOP

SOP PT. Bintang Makmur

Tujuan

  1. Menyediakan layanan jasa pembuatan website.
  2. Menyediakan layanan berupa optimasi website secara profesional dan tepercaya.
  3. Menyediakan layanan pembuatan aplikasi berbasis website.
  4. Memberikan solusi yang bagus dan kreatif untuk startup atau bisnis yang telah berkembang.
  5. Menyediakan layanan pembuatan faktur dan pencatatan biaya.

6.Memberikan solusi yang efisien dan cerdas untuk pengelolaan keuangan usaha.

Prosedur Kerja

  1. Pekerja masuk dari Hari Senin Hingga Jumat.
  2. Pukul 9:00 semua pekerja sudah harus sampai di kantor.
  3. Pukul 12.00-13.00 semua pekerja diperbolehkan untuk istirahat, dan pada Hari Jumat, pekerja diperbolehkan istirahat hingga pukul 13.30.
  4. Pukul 18.00, pekerja diperbolehkan pulang, dan bagi yang pekerjaannya belum selesai diperbolehkan untuk lembur.
  5. Lembur di atas pukul 19.00 akan dibayar sesuai peraturan perusahaan.

Selain untuk perusahaan secara umum, kita juga mengenal SOP untuk akuntansi. SOP akuntansi ini bisa menjadi standar atau rujukan dalam bidang akuntansi yang meliputi kegiatan pencatatan atau pembukuan seperti pembukuan transaksi keuangan, jurnal khusus, buku besar, neraca, hingga menjadi sebuah laporan akhir perusahaan.

Accurate adalah jasa penyedia software akuntansi yang telah disesuaikan dengan SOP akuntansi pada umumnya. Dengan menggunakan Accurate, semua pelaporan keuangan bisnis Anda akan menjadi lebih mudah dan sesuai standar akuntansi. Informasi lebih lengkap tentang Accurate bisa Anda dapatkan di sini.

[/fusion_text][/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Jenis & Ciri Ciri Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

[fusion_builder_container hundred_percent=”no” equal_height_columns=”no” menu_anchor=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” background_color=”” background_image=”” background_position=”center center” background_repeat=”no-repeat” fade=”no” background_parallax=”none” parallax_speed=”0.3″ video_mp4=”” video_webm=”” video_ogv=”” video_url=”” video_aspect_ratio=”16:9″ video_loop=”yes” video_mute=”yes” overlay_color=”” video_preview_image=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” padding_top=”” padding_bottom=”” padding_left=”” padding_right=””][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ layout=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” border_position=”all” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding_top=”” padding_right=”” padding_bottom=”” padding_left=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” center_content=”no” last=”no” min_height=”” hover_type=”none” link=””][fusion_title hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” content_align=”left” size=”1″ font_size=”” line_height=”” letter_spacing=”” margin_top=”” margin_bottom=”” text_color=”” style_type=”default” sep_color=””]

Jenis & Ciri Ciri Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

[/fusion_title][fusion_text columns=”” column_min_width=”” column_spacing=”” rule_style=”default” rule_size=”” rule_color=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=””]

Definisi BUMN menurut Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh negara melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan.

BUMN dapat juga bisa berupa perusahaan nirlaba yang bertujuan untuk menyediakan barang atau jasa bagi masyarakat. Sejak tahun 2001 seluruh BUMN dikoordinasikan pengelolaannya oleh Kementerian BUMN, yang dipimpin oleh seorang Menteri BUMN. Perlu diketahui bahwa BUMN menjadi aset penting bagi negara Indonesia, karena penghasilan dari bisnis ini akan masuk ke dalam kas negara dan digunakan untuk membayar utang negara, membayar administrasi, dan kelengkapan ketika melakukan ekspor dan impor atau kerja sama Internasional dengan negara lain.

Bisa kita bayangkan ketika negara tidak memiliki BUMN, maka negara akan mengalami kerugian yang sangat besar dan utang semakin menumpuk serta efek paling besar adalah perekonomian negara tidak akan berkembang.

Jenis-Jenis BUMN

Jenis & Ciri Ciri Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

a. Perusahaan Perseroan (Persero)

Perusahaan Perseroan adalah perusahaan yang modalnya berbentuk saham dan sebagian dari modal tersebut milik negara. Perusahaan ini didirikan dengan tujuan mencari laba (profit motive). Status perusahaan merupakan badan hukum dan diberikan kebebasan bergerak untuk bekerja sama dengan pihak swasta. Hampir semua perusahaan milik negara saat ini berbentuk perseroan. Contoh perusahaan negara yang berbentuk perseroan antara lain PT. Pos Indonesia, PT. PLN, PT. Telkom, GIA (Garuda Indonesia Airways), PT. Bank Negara Indonesia, PT. Pelni, PT. Aneka Tambang, PT. KAI, dan lain sebagainya.

b. Perusahaan Umum (Perum)

Perusahaan umum adalah perusahaan negara yang bertugas melayani kepentingan masyarakat luas dalam bidang produksi, distribusi, dan konsumsi. Contoh perusahaan umum antara lain: Perum Pegadaian, Perum Perumahan Umum Nasional (Perumnas), dan Perum Dinas Angkutan Motor Republik Indonesia (Damri).

Ciri-Ciri BUMN

Jenis & Ciri Ciri Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

a. Kekuasaan Penuh di Tangan Pemerintah

Ketika berbicara mengenai BUMN, maka segala aktivitas dikuasai, dikontrol, dan diawasi penuh oleh pemerintah. Hal ini dikarenakan negara adalah pemilik resmi BUMN dan negara yang mendirikan BUMN. Tidak hanya itu, alasan pemerintah memegang penuh kekuasaan dalam perusahaan ini, karena mereka ingin menjaga sebuah kestabilan dan menghindari penyelewengan dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

b. Sumber Pemasukan Negara

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa BUMN menjadi salah satu penyetor utama pemasukan dana negara. Dengan adanya BUMN, negara akan mendapatkan pemasukan rutin dari pelayanan dan penyediaan yang mereka siapkan untuk masyarakat. Seluruh keuntungan yang diperoleh dari segala aktivitas perekonomian akan masuk ke dalam kas negara. Pada dasarnya dengan keberadaan BUMN, Indonesia akan tetap dan terus bisa menjalankan aktivitas perekonomian.

c. Segala Risiko Ditanggung Pemerintah

Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa segala aktivitas BUMN dan segala bentuk kekuasaan akan dijalankan penuh oleh pemerintah jadi secara otomatis apapun yang terjadi menjadi tanggung jawab dari pemerintah, serta semua risiko juga menjadi urusan pemerintah.

d. Produknya Diminati Semua Kalangan

Ciri lain yang membedakan BUMN dengan badan usaha lainnya terletak pada poin ini, yakni apapun yang disediakan dan diperjualbelikan merupakan produk yang diminati dan dibutuhkan sekali oleh masyarakat. Bahkan bisa dibilang ketika tidak ada produk dari BUMN maka masyarakat pun akan menjadi bingung dan tak tau arah.

e. Melayani Kepentingan Umum & Pelayanan Publik

Tugas utama yang dilakukan oleh BUMN adalah melakukan pelayanan publik dan kepentingan umum. Kepentingan umum meliputi listrik, air, komunikasi, dan lain sebagainya. Sedangkan untuk pelayanan publik meliputi BPJS, tiket kereta api, dan lain sebagainya.

f. Saham Bisa Dimiliki Masyarakat

Untuk masalah saham yang ada di BUMN, tidak hanya negara yang berhak menguasainya. Namun pihak lain juga berhak memiliki saham yang ada di dalam BUMN. Namun perlu diketahui bahwa kepemilikan saham oleh pihak luar ada sebuah batasan yakni tidak boleh lebih dari 50% dari saham yang dimiliki oleh BUMN.

Itulah beberapa ciri-ciri dan jenis dari BUMN. Dalam menjalankan bisnis apa pun, BUMN maupun swasta, laporan keuangan adalah salah satu hal penting yang harus dimiliki. Dengan laporan keuangan yang tepat, Anda akan mendapat beberapa keuntungan, seperti membuat strategi bisnis dengan mudah dan tepat. Untuk mempermudah dalam pembuatan laporan keuangan bisnis, Anda dapat memanfaatkan software akuntansi Accurate. Bukan hanya membantu menyediakan laporan keuangan secara instan, Accurate juga dapat membantu Anda memantau kondisi keuangan perusahaan di mana pun dan kapan pun secara realtime. Dengan begitu, Anda dapat lebih bebas mengembangkan bisnis tanpa khawatir masalah keuangan perusahaan. Untuk lihat info lainnya, klik di sini.

[/fusion_text][/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

7 Prinsip Manajemen Keuangan yang Perlu Anda Ketahui

[fusion_builder_container hundred_percent=”no” equal_height_columns=”no” menu_anchor=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” background_color=”” background_image=”” background_position=”center center” background_repeat=”no-repeat” fade=”no” background_parallax=”none” parallax_speed=”0.3″ video_mp4=”” video_webm=”” video_ogv=”” video_url=”” video_aspect_ratio=”16:9″ video_loop=”yes” video_mute=”yes” overlay_color=”” video_preview_image=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” padding_top=”” padding_bottom=”” padding_left=”” padding_right=””][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ layout=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” border_position=”all” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding_top=”” padding_right=”” padding_bottom=”” padding_left=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” center_content=”no” last=”no” min_height=”” hover_type=”none” link=””][fusion_title hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” content_align=”left” size=”1″ font_size=”” line_height=”” letter_spacing=”” margin_top=”” margin_bottom=”” text_color=”” style_type=”default” sep_color=””]

7 Prinsip Manajemen Keuangan yang Perlu Anda Ketahui

[/fusion_title][fusion_text columns=”” column_min_width=”” column_spacing=”” rule_style=”default” rule_size=”” rule_color=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=””]

Di dalam perusahaan, pengaturan keuangan sering disebut dengan manajemen keuangan. Kegiatan ini biasanya meliputi perencanaan, pengoperasian, analisis kegiatan keuangan, serta kontrol, dan pengendalian keuangan. Secara garis besar, manajemen keuangan adalah segala kegiatan yang berhubungan dengan bagaimana cara memperoleh pendanaan modal kerja, cara menggunakan atau mengalokasikan dana, serta mengelola aset yang dimiliki untuk mencapai tujuan utama.

Dalam prakteknya, manajemen keuangan adalah tindakan yang diambil dalam rangka menjaga kestabilan keuangan perusahaan. Melaksanakan manajemen keuangan tentu bukanlah hal yang mudah, dibutuhkan prinsip-prinsip yang dapat mendasari manajemen keuangan. Berikut adalah 7 prinsip manajemen keuangan yang perlu diperhatikan.

Akuntabilitas (Accountability)

7 Prinsip Manajemen Keuangan yang Perlu Anda Ketahui

Akuntabilitas adalah kewajiban moral atau hukum yang melekat dalam individu, kelompok, atau perusahaan untuk menyebutkan bagaimana dana, alat-alat, atau wewenang yang diberikan pihak ketiga, apakah dana tersebut sudah dipakai dan digunakan? Dan digunakan untuk apa? Perusahaan harus bisa menyebutkan bagaimana mereka memakai asal dananya dan apa yang telah dia capai sebagai pertanggungjawaban pada orang yang berkepentingan serta penerima manfaat. Semua yang berkepentingan berhak untuk mengetahui bagaimana dana dan kewenangan digunakan.

Konsistensi (Consistency)

7 Prinsip Manajemen Keuangan yang Perlu Anda Ketahui

Sistem dan kebijakan keuangan dari organisasi harus konsisten dari waktu ke waktu. Ini tidak berarti bahwa sistem keuangan tidak boleh disesuaikan apabila terjadi perubahan pada organisasi. Pendekatan yang tidak konsisten terhadap manajemen keuangan merupakan suatu pertanda bahwa terdapat manipulasi dalam pengelolaan keuangan.

Kelangsungan Hidup (Viability)

7 Prinsip Manajemen Keuangan yang Perlu Anda Ketahui

Agar keuangan terjaga, pengeluaran organisasi di tingkat strategi hingga operasional wajib sejalan atau disesuaikan dengan dana yang diterima. Kelangsungan hidup (viability) merupakan suatu ukuran tingkat keamanan dan keberlanjutan keuangan organisasi. Manajer organisasi harus menyiapkan sebuah rencana keuangan yang menunjukkan bagaimana organisasi dapat melaksanakan strateginya dan memenuhi kebutuhan keuangan.

Transparansi (Transparency)

7 Prinsip Manajemen Keuangan yang Perlu Anda Ketahui

Perusahaan harus terbuka mengenai pekerjaannya, menyediakan informasi yang berkaitan dengan rencana dan aktivitasnya kepada para orang yang berkepentingan. Termasuk didalamnya menyiapkan laporan keuangan yang akurat, lengkap, dan tepat waktu, serta dapat diakses dengan mudah oleh para manajemen yang berkepentingan dan penerima manfaat. Apabila perusahaan tidak transparan, hal ini menandakan ada sesuatu hal yang disembunyikan.

Standar Akuntansi (Accounting Standards)

7 Prinsip Manajemen Keuangan yang Perlu Anda Ketahui

Accounting Standards atau yang disebut dengan standar akuntansi ialah sebuah sistem akuntansi keuangan yang harus sesuai dengan sebuah prinsip-prinsip dan standar aturan akuntansi yang telah berlaku dengan bertujuan laporan keuangan yang dihasilkan bisa dengan mudah dipahami dan dimengerti dari semua pihak yang berkepentingan.

Integritas (Integrity)

7 Prinsip Manajemen Keuangan yang Perlu Anda Ketahui

Cropped image of group of businesspeople working together in office – Consulting

Integrity atau yang disebut dengan integritas ialah pada setiap individu wajib memiliki tingkat integritas yang memumpuni dalam menjalankan sebuah kegiatan operasional. Tidak hanya itu, dalam pencatatan dan laporan keuangan harus terjaga integritasnya dengan kelengkapan dan tingkat keakuratan dalam suatu pencatatan keuangan.

Pengelolaan (Stewardship)

7 Prinsip Manajemen Keuangan yang Perlu Anda Ketahui

Perusahaan harus dapat mengelola dan menggunakan dana yang telah diperoleh dengan baik dan menjamin bahwa dana tersebut digunakan untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan oleh perusahaan.

Itulah ketujuh prinsip manajemen keuangan yang perlu Anda ketahui. Melakukan manajemen keuangan tentu bukanlah hal yang mudah. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena di zaman teknologi seperti sekarang ini Anda dapat memanfaatkan software akuntansi. Accurate adalah software akuntansi yang dapat membantu Anda melakukan manajemen keuangan perusahaan dengan baik. Accurate dapat membantu membuat laporan keuangan dengan cepat, instan, dan menyajikan data secara realtime.

Accurate juga memiliki berbagai fitur menarik yang dapat membantu pengelolaan bisnis Anda seperti pengaturan stok barang, hingga pencatatan faktur. Nikmati free trial 30 hari. Info lebih lanjut, klik .

[/fusion_text][/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]