Fitur Retur Penjualan Pada Accurate Online

[fusion_builder_container hundred_percent=”no” hundred_percent_height=”no” hundred_percent_height_scroll=”no” hundred_percent_height_center_content=”yes” equal_height_columns=”no” menu_anchor=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” status=”published” publish_date=”” class=”” id=”” background_color=”” background_image=”” background_position=”center center” background_repeat=”no-repeat” fade=”no” background_parallax=”none” enable_mobile=”no” parallax_speed=”0.3″ video_mp4=”” video_webm=”” video_ogv=”” video_url=”” video_aspect_ratio=”16:9″ video_loop=”yes” video_mute=”yes” video_preview_image=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” margin_top=”” margin_bottom=”” padding_top=”” padding_right=”” padding_bottom=”” padding_left=””][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ spacing=”” center_content=”no” link=”” target=”_self” min_height=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” background_color=”” background_image=”” background_image_id=”” background_position=”left top” background_repeat=”no-repeat” hover_type=”none” border_size=”0″ border_color=”” border_style=”solid” border_position=”all” padding_top=”” padding_right=”” padding_bottom=”” padding_left=”” margin_top=”” margin_bottom=”” animation_type=”” animation_direction=”left” animation_speed=”0.3″ animation_offset=”” last=”no”][fusion_title hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” content_align=”left” size=”1″ font_size=”” line_height=”” letter_spacing=”” margin_top=”” margin_bottom=”” text_color=”” style_type=”default” sep_color=””]

Mengggunakan Fitur Retur Penjualan Pada Accurate Online

[/fusion_title][fusion_text columns=”” column_min_width=”” column_spacing=”” rule_style=”default” rule_size=”” rule_color=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=””]

Pertama mengalami kasus dimana barang yang telah terjual lalu dikembalikan kepada Anda karena terjadi kesalahan atau kerusakan pada produk yang Anda jual?

Jika Anda pernah mengalami hal semacam ini, tentunya ini berpengaruh pada laporan stok dan kecocokan pembukuan Anda, terlebih jika Anda melakukan pembukuan secara manual.

Namun jika Anda menggunakan Accurate Online, Anda tidak perlu takut jika ada pelanggan yang melakukan retur produk kepada Anda. Accurate Online memliki fitur retur penjualan yang akan memudahkan Anda dalam mencatat ketersediaan stok dan pembukuan secara up to date, sekalipun terjadi pengembalian produk dengan intensitas yang sering.

Fitur retur Penjualan merupakan fitur di Accurate Online yang berfungsi untuk mencatat pengembalian barang yang telah dijual kepada pelanggan. Pengembalian tersebut bisa terjadi karena barang tidak sesuai spesifikasi ataupun karena terjadi kerusakan.

Untuk menggunakan fitur ini, Anda bisa mengikuti langkah-langkahnya seperti di bawah ini :

Dalam kasus ini, kita melakukan penerimaan barang retur dari faktur. Untuk membuat retur penjualan dari faktur penjualan dengan kuantitas sebagian, caranya sama seperti membuat Retur Penjualan dari Faktur Penjualan. Anda juga bisa menerima pengembalian barang berdasarkan kuantitas atau sebagian saja.

[/fusion_text][fusion_text columns=”” column_min_width=”” column_spacing=”” rule_style=”default” rule_size=”” rule_color=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=””]

1. Pilih menu Penjualan pilih opsi Retur Penjualan

2.  Lengkapi informasi Pelanggan, Tanggal, Kolom pemilihan asal pengembalian pilih opsi Faktur, isi dengan nomor faktur yang akan diretur. Lalu pilih tombol Ambil

3. Tentukan barang yang akan diretur lalu klik Lanjut

4. Jika Anda ingin menerima pengembalian barang sebagian,  klik pada baris barang yang sudah ada pada formulir Retur Penjualan, lalu edit pada bagian Kuantitas, kemudian klik Lanjut. (Jika pengembalian barang sesuai di kuantitas di faktur, lewatkan poin ini)

5. Jika telah selesai Anda bisa klik simpan

Bisnis Berkembang Dengan Cepat Dengan Laporan Stok Yang Selalu Up To Date

Laporam stok yang tidak cocok dengan realita adalah masalah klasik untuk setiap bisni, terutama bisnis retail. Dengan alur perputaran barang yang terjadi setiap hari membuat laporan stok selalu tidak sesuai dengan kenyataan. Terlebih lagi bila ada pelanggan yang mengajukan pengembalian barang.

Pencatatan pengembalian barang sebenarnya sangat penting, apalagi jika peengembalian barang termasuk dalam servis after sales bisnis Anda.

Dengan Accurate Online, Anda bisa mencatata pengembalian barang dari pelanggan Anda dengan fitur retur pada Accurate Online. Dengan fitur ini Anda bisa meminimalisir ketidak cocokan antara laporan dan stok sebenarnya, terutama akibat pengembalian barang pelanggan.

Bagi Anda yang belum menggunakan Accurate Online dan ingin mencoba menggunakan fitur ini, Anda bisa mencoba Accurate Online selama 30 hari melalui link ini.

[/fusion_text][/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Laporan Keuangan Perusahaan Dagang Lengkap

[fusion_builder_container hundred_percent=”no” hundred_percent_height=”no” hundred_percent_height_scroll=”no” hundred_percent_height_center_content=”yes” equal_height_columns=”no” menu_anchor=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” status=”published” publish_date=”” class=”” id=”” background_color=”” background_image=”” background_position=”center center” background_repeat=”no-repeat” fade=”no” background_parallax=”none” enable_mobile=”no” parallax_speed=”0.3″ video_mp4=”” video_webm=”” video_ogv=”” video_url=”” video_aspect_ratio=”16:9″ video_loop=”yes” video_mute=”yes” video_preview_image=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” margin_top=”” margin_bottom=”” padding_top=”” padding_right=”” padding_bottom=”” padding_left=””][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ layout=”1_1″ spacing=”” center_content=”no” link=”” target=”_self” min_height=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” background_color=”” background_image=”” background_image_id=”” background_position=”left top” background_repeat=”no-repeat” hover_type=”none” border_size=”0″ border_color=”” border_style=”solid” border_position=”all” padding_top=”” padding_right=”” padding_bottom=”” padding_left=”” margin_top=”” margin_bottom=”” animation_type=”” animation_direction=”left” animation_speed=”0.3″ animation_offset=”” last=”no”][fusion_title hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” content_align=”left” size=”1″ font_size=”” line_height=”” letter_spacing=”” margin_top=”” margin_bottom=”” text_color=”” style_type=”default” sep_color=””]

Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Dagang Secara Lengkap

[/fusion_title][fusion_text columns=”” column_min_width=”” column_spacing=”” rule_style=”default” rule_size=”” rule_color=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=””]

Salah satu jenis perusahaan yang mudah untuk dijalankan adalah perusahaan dagang. Kenapa? Karena kegiatan bisnisnya hanya sebatas membeli barang dagangan kemudian menjualnya kembali tanpa mengubah bentuk barang tersebut. Oleh sebab itu perusahaan ini disebut dengan perusahaan dagang, yaitu perusahaan yang memperdagangkan produk melalui pembelian dan penjualan kembali.

Pada dasarnya laporan keuangan perusahaan dagang sama seperti perusahaan lain. Namun yang membedakan adalah elemen-elemen atau jenis akun yang termasuk di dalam laporan keuangan tersebut. Pada artikel kali ini, kami akan menyajikan contoh laporan keuangan perusahaan dagang secara lengkap.

Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi adalah laporan yang mencerminkan aktivitas operasi perusahaan. Laporan ini menyajikan rincian informasi tentang penghasilan, beban, laba atau rugi perusahaan pada periode tertentu. Terdapat dua komponen utama dalam laporan laba rugi, yaitu penjualan dan beban. Sedangkan komponen lainnya adalah harga pokok penjualan. Berikut adalah contoh laporan laba rugi perusahaan dagang.

[/fusion_text][fusion_text columns=”” column_min_width=”” column_spacing=”” rule_style=”default” rule_size=”” rule_color=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=””]

Neraca

Neraca adalah laporan yang mencatat informasi tentang daftar aktiva, kewajiban, dan modal suatu bisnis pada periode tertentu. Bentuk neraca secara umum dalam laporan keuangan dibagi menjadi dua, yaitu bentuk Staffel atau neraca yang disusun ke bawah dan meletakkan saldo pada bagian samping dengan kolom debit krefit, dan bentuk Scontro yang memisahkan antara aktiva dan pasiva pada posisi kanan dan kiri. Berikut adalah contoh neraca dengan bentuk Staffel.

[/fusion_text][fusion_text columns=”” column_min_width=”” column_spacing=”” rule_style=”default” rule_size=”” rule_color=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=””]

Laporan Arus Kas

Laporan arus kas adalah laporan yang memperlihatkan jumlah kas yang diterima, seperti pendapatan tunai dan investasi tunai dari pemilik serta jumlah kas yang dikeluarkan perusahaan, seperti beban yang harus dikeluarkan, pembayaran utang, dan pengambilan prive. Berikut adalah contoh laporan arus kas.

[/fusion_text][fusion_text columns=”” column_min_width=”” column_spacing=”” rule_style=”default” rule_size=”” rule_color=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=””]

Laporan Piutang

Laporan piutang adalah laporan yang menyajikan rincian transaksi penambahan dan pengurangan piutang perusahaan serta saldo akhir piutang masing-masing pelanggan. Laporan piutang biasanya akan menyajikan data-data kode pelanggan, nama pelanggan, saldo awal piutang, penjualan, uang muka, potongan penjualan, retur penjualan, PPN leluaran, pembayaran piutang dan saldo akhir piutang. Berikut adalah contoh laporan piutang yang biasa disajikan oleh Jurnal.

[/fusion_text][fusion_text columns=”” column_min_width=”” column_spacing=”” rule_style=”default” rule_size=”” rule_color=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=””]

Laporan Utang

Laporan Utang adalah laporan yang menyajikan rincian transaksi penambahan dan pengurangan utang perusahaan, serta saldo akhir utang masing-masing supplier. Dalam laporan utang biasanya akan menampilkan daftar kode supplier, nama supplier, saldo awal utang, pembelian, potongan pembelian, retur pembelian, PPN masukan, pembayaran utang dan saldo akhir utang. Berikut adalah contoh Laporan Utang.

[/fusion_text][fusion_text columns=”” column_min_width=”” column_spacing=”” rule_style=”default” rule_size=”” rule_color=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” animation_type=”” animation_direction=”left” animation_speed=”0.3″ animation_offset=””]

Laporan Persediaan atau Stok Barang

Laporan ini menyajikan rincian stok barang seperti daftar barang beserta kodenya, harga penjualan, stok awal, pembelian barang, retur pembelian, penjualan, retur penjualan, hingga stok akhir yang tersedia pada toko maupun yang ada pada gudang. Berikut adalah contoh laporan persediaan.

contoh ringkasan persediaan barang

contoh rincian persediaan barang

contoh penilaian persediaan barang

Itulah beberapa contoh laporan keuangan perusahaan dagang secara lengkap beserta transaksinya. Dengan laporan keuangan yang lengkap, detail, dan tepat, Anda akan lebih mudah membuat suatu keputusan dalam mengembangkan bisnis Anda. Jika masih merasa kesulitan dalam membuat laporan keuangan, Anda dapat memanfaatkan konsultan pembukuan dari Accurate Online. Dengan konsultan keuangan dari Accurate Online, Anda tak perlu lagi repot melakukan input data dan mengelola laporan keuangan sendiri. Karena, konsultan keuangan Accurate Online akan siap membantu Anda menyajikan laporan keuangan yang baik dan tepat sehingga dapat menjadi acuan atau informasi dalam membuat suatu keputusan.

Namun, jika Anda memiliki karyawan sebagai admin perusahaan, Anda dapat memanfaatkan Accurate Online sebagai software akuntansi online yang membantu memudahkan dalam membuat laporan keuangan secara instan sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan bisnis Anda. Dengan Accurate Online, Anda juga dapat memonitor keuangan bisnis di mana pun dan kapan pun secara realtime. Info lebih lanjut temukan di sini.

Coba gratis Accuate Online, Klik gambar dibawah

[/fusion_text][fusion_imageframe image_id=”2760|full” max_width=”” style_type=”” blur=”” stylecolor=”” hover_type=”none” bordersize=”” bordercolor=”” borderradius=”” align=”center” lightbox=”no” gallery_id=”” lightbox_image=”” lightbox_image_id=”” alt=”” link=”https://account.accurate.id//?a=EGP5XJVG” linktarget=”_self” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” animation_type=”” animation_direction=”left” animation_speed=”0.3″ animation_offset=””]https://klinikkeuangan.store/wp-content/uploads/2020/12/accurate-2-768×240-1.jpg[/fusion_imageframe][/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Membuat Laporan Laba Rugi dan HPP Perusahaan Dagang

[fusion_builder_container hundred_percent=”no” hundred_percent_height=”no” hundred_percent_height_scroll=”no” hundred_percent_height_center_content=”yes” equal_height_columns=”no” menu_anchor=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” status=”published” publish_date=”” class=”” id=”” background_color=”” background_image=”” background_position=”center center” background_repeat=”no-repeat” fade=”no” background_parallax=”none” enable_mobile=”no” parallax_speed=”0.3″ video_mp4=”” video_webm=”” video_ogv=”” video_url=”” video_aspect_ratio=”16:9″ video_loop=”yes” video_mute=”yes” video_preview_image=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” margin_top=”” margin_bottom=”” padding_top=”” padding_right=”” padding_bottom=”” padding_left=””][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ layout=”1_1″ spacing=”” center_content=”no” link=”” target=”_self” min_height=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” background_color=”” background_image=”” background_image_id=”” background_position=”left top” background_repeat=”no-repeat” hover_type=”none” border_size=”0″ border_color=”” border_style=”solid” border_position=”all” padding_top=”” padding_right=”” padding_bottom=”” padding_left=”” margin_top=”” margin_bottom=”” animation_type=”” animation_direction=”left” animation_speed=”0.3″ animation_offset=”” last=”no”][fusion_title hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” content_align=”left” size=”1″ font_size=”” line_height=”” letter_spacing=”” margin_top=”” margin_bottom=”” text_color=”” style_type=”default” sep_color=””]

Cara Menyiapkan Laporan Laba Rugi dan HPP Perusahaan Dagang

[/fusion_title][fusion_text columns=”” column_min_width=”” column_spacing=”” rule_style=”default” rule_size=”” rule_color=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=””]

Pada dasarnya, perusahaan dagang menggunakan 4 (empat) Laporan Keuangan yang sama dengan jenis perusahaan atau industri lainnya. Empat laporan tersebut adalah Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Modal, Laporan Posisi Keuangan (Neraca), Laporan Arus Kas, dan Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK). Perbedaan yang muncul dan signifikan dari masing-masing Laporan Keuangan yang dibuat oleh berbagai jenis perusahaan terdapat di Laporan Laba Rugi. Masing-masing jenis perusahaan dagang, manufaktur, dan jasa memiliki jenis Laporan Laba Rugi yang berbeda-beda. Namun, fokus dalam artikel ini akan mengarah kepada jenis Laporan Keuangan perusahaan dagang.

Bentuk Laporan Laba Rugi perusahaan dagang terbagi menjadi dua, yaitu Laporan Laba Rugi multi-step (majemuk/berganda) dan single line (Tunggal). Pada Laporan Laba Rugi multi-step untuk perusahaan dagang, setiap item atau unsur pada pos-pos pendapatan dan pengeluaran diperluas sedemikian rupa untuk mencakup pengelompokan dan sub-pengelompokan yang diperlukan. Hal ini juga dimaksudkan untuk memudahkan investor dalam membaca dan memahami laporan.

Laporan Laba Rugi Multi-Step

Umumnya, Laporan Laba Rugi berisikan pos pendapatan dan pengeluaran. Namun dalam  Laporan Laba Rugi multi-step, pos pendapatan dan pengeluaran dibagi menjadi item operasional dan non-operasional. Pada pos pengeluaran dibagi menjadi dua jenis sub-pos, yaitu selling expense (biaya penjualan) dan biaya administrasi. Laporan Laba Rugi multilangkah juga biasa disebut Laporan Laba Rugi terklasifikasikan.

Laporan Laba Rugi multistep menunjukkan hubungan penting antar unsur atau item yang membantu menganalisis seberapa baik kinerja perusahaan. Misalnya, dengan mengurangi Harga Pokok Penjualan (HPP) dari pendapatan operasional, Anda dapat mengetahui dan menentukan berapa nilai pendapatan penjualan yang diperlukan agar bisa menutupi biaya HPP. Jika margin ini – yang disebut Margin Kotor atau Laba Kotor (Gross Profit– lebih rendah dari yang diharapkan, perusahaan mungkin perlu menaikkan harga jualnya dan atau menurunkan HPP-nya.

Laporan Laba Rugi multi-step membagi biaya operasional menjadi biaya penjualan dan administrasi. Dengan demikian, pengguna pernyataan dapat melihat berapa banyak biaya yang dikeluarkan untuk menjual produk dan pengelolaan bisnis. Pengguna laporan juga dapat membuat perbandingan dengan data dari tahun-tahun lain dan dari satu perusahaan dengan perusahaan lain. Pendapatan dan pengeluaran yang tidak ada kaitannya dengan kegiatan operasional perusahaan muncul di bagian bawah Laporan Laba Rugi karena item tersebut kurang signifikan dalam penilaian profitabilitas bisnis.

Unsur Utama Dalam Laporan Laba Rugi

Unsur atau item utama dari Laporan Laba Rugi multistep adalah sebagai berikut:

  • Pendapatan/Penjualan Bersih

    adalah pendapatan yang dihasilkan dari kegiatan operasional utama bisnis. Nilai dari pendapatan/penjualan bersih didapat dari total pendapatan kotor perusahaan setelah dikurangi diskon, retur, dan tunjangan penjualan lainnya.

  • Harga pokok penjualan (HPP)

    adalah biaya utama dalam perusahaan dagang dan mewakili apa yang dibayar perusahaan untuk pembelian persediaan yang akan dijualnya.

  • Margin Kotor atau Laba Kotor (Gross Profit)

    adalah penjualan bersih  setelah dikurangi Harga Pokok Penjualan. Unsur ini biasa dipakai manajemen sebagai patokan apakah perusahaan harus menaikkan harga jual dan atau mengurangi biaya HPP-nya. Laba Kotor juga biasa disebut sebagai markupperusahaan.

  • Biaya atau Pengeluaran Operasional  

    adalah segala pengeluaran di luar biaya Harga Pokok Penjualan yang terjadi untuk menjalankan aktivitas normal perusahaan. Di dalam Laporan Laba Rugi multi-step, biaya operasional terbagi menjadi dua, yaitu Biaya Penjualan (SellingExpense) dan Biaya Administrasi. Biaya Penjualan adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan terkait upaya penjualan dan pemasaran. Contohnya termasuk gaji dan komisi pemasaran, biaya untuk perjalanan pemasaran, iklan, sewa dan utilitas pada Aset Tetap yang berhubungan dengan pemasaran, dan lainnya. SedangkanBiaya Administrasi adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk keperluan manajemen bisnis secara keseluruhan. Contohnya termasuk gaji manajemen, biaya asuransi, persediaan yang digunakan manajemen, penyusutan pada peralatan kantor, dan lainnya.

  • Pendapatan Operasional

    Unsur ini diketahui setelah nilai Laba Kotor dikurangi Biaya Operasional. Dengan kata lain, Pendapatan Operasional mewakili jumlah pendapatan yang diperoleh langsung dari aktivitas operasional utama bisnis.

  • Pendapatan & Pengeluaran Lainnya

    Pendapatan dan pengeluaran yang terjadi dan tidak terkait secara langsung dengan penjualan produk yang secara teratur ditawarkan dan dijual oleh suatu perusahaan. Jenis dari pos Ini biasanya termasuk pendapatan dan beban bunga, pajak-pajak, keuntungan dari penjualan Aset, dan lainnya.

  • Laba Bersih

    adalah pos terakhir yang berada di bagian bawah (bottom line) di dalam Laporan Laba Rugi. Nilai Laba Bersih didapat setelah pendapatan operasional ditambah dengan pendapatan lain-lain dan dikurangi biaya lain-lain.

[/fusion_text][fusion_text columns=”” column_min_width=”” column_spacing=”” rule_style=”default” rule_size=”” rule_color=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=””]

Cara Menyiapkan Laporan Laba Rugi Multi-Step Perusahaan Dagang

Berikut data Trial Balance (Neraca Saldo Setelah Disesuaikan) yang sudah dipilah untuk nantinya dimasukkan ke Laporan Laba Rugi multi-step dari PT Bagus (dalam ribu rupiah):

Neraca Saldo Setelah Disesuaikan Debit Kredit
Pendapatan Kotor 350.000
Diskon Penjualan 3,000
Retur Penjualan 2,000
Pendapatan Bunga 200
HPP 170,000
Beban Komisi 15,000
Beban Iklan 8,000
Biaya Gaji Pemasaran 25,000
Biaya Sewa – pemasaran 13,000
Biaya Sewa – Kantor 14,000
Biaya Gaji Staff Kantor 45,000
Beban Utilitas 6,000
Beban Bunga 100

Dari data Neraca Saldo Setelah Disesuaikan tersebut, Anda bisa menyiapkan Laporan Laba Rugi Multi-Step PT Bagus:

PT Bagus

Laporan Laba Rugi Multi-Step 

Untuk Tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2018

(Dalam Ribu Rupiah)

Pendapatan Kotor 350.000
  Diskon Penjualan 3,000
  Retur Penjualan 2,000 (5,000)
Penjualan Bersih (350,000 – 5,000) 345.000
  HPP (170,000)
Laba Kotor (345,000 – 170,000) 175,000
Pengeluaran/Biaya Operasional:
Biaya/Beban Penjualan:
  Beban Komisi 15,000
  Beban Iklan 8,000
  Biaya Gaji Pemasaran 25,000
  Biaya Sewa – Pemasaran 13,000
Total Biaya/Beban Penjualan 61,000
 Biaya/Beban Administratif
  Biaya Sewa – Kantor 14,000
  Biaya Gaji Staff Kantor 45,000
  Beban Utilitas 6,000
Total 65,000
Total Operating expenses (61,000 + 65,000) (126,000)
Pendapatan Operasional (175,000 – 126,000)     49,000
Pendapatan (Beban) Lain-Lain
  Pendapatan Bunga 200
  Beban Bunga (100)
Total Pendapatan (Beban) Lain-Lain 100
Laba Bersih (49,000 + 100)     49,100

Harga Pokok Penjualan (HPP) di dalam Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang

Biasanya saat menggunakan metode persediaan perpetual, nilai Harga Pokok Penjualan di dalam Laporan Laba Rugi dilaporkan secara single line (tunggal) seperti contoh di atas. Laporan HPP dapat dibuat terpisah dari Laporan Laba Rugi perusahaan dagang. Berikut data Neraca Saldo PT Bagus yang sudah dipilah dan dibutuhkan untuk membuat Laporan HPP:

Neraca Saldo Debit Kredit
Persediaan, 1 Desember 2018 50,000
Pembelian Persediaan 200,000
Diskon Pembelian 18,000
Retur Pembelian

Biaya Angkut Pembelian

5,000 27,000

Setelah dilakukan Stock Opname pada akhir bulan, diketahui nilai persediaan akhir PT Bagus senilai Rp 40,000,000.  Berikut Laporan HPP PT Bagus:

PT Bagus
Laporan HPP

Untuk Tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2018

(Dalam Ribu Rupiah)

Persediaan, 1 Desember 2018 50,000
Pembelian Persediaan   200,000
  Diskon Pembelian  (18,000)
  Retur Pembelian   5,000
  Biaya Agkut Pembelian  (27,000)  (40,000)
Pembelian Bersih (200,000 – 40,000) 160,000
Persediaan tersedia untuk dijual (50,000 + 160,000) 210,000
  Persediaan, 31 Desember 2018 40,000
HPP (210,000 – 40,000)     170,000

Contoh-contoh di atas merupakan cara agar Anda mengetahui dan bisa menyiapkan Laporan Laba Rugi khusus perusahaan dagang. Jelas selain bentuk Laporan Laba Rugi, penilaian persediaan juga menjadi faktor pembeda antara perusahaan dagang dengan jenis perusahaan lainnya. Dan untuk mempermudah pembuatan Laporan Keuangan – termasuk Laporan Laba Rugi, Anda bisa menggunakan Software Akuntansi yang memiliki fitur-fitur terkait akuntansi lengkap. Salah satunya adalah Accurate Online yang memudahkan Anda dalam pembuatan Laporan Keuangan secara instan dan realtime. Dengan Accurate Online, Anda dapat mengakses Laporan Keuangan kapan pun dan di man apun. Anda juga bisa menyesuaikan bentuk Laporan Keuangan dengan jenis bisnis atau perusahaan Anda melalui Accurate Online. Sehingga itu dapat memudahkan pengguna Laporan Keuangan dalam memahami dan menganalisis kondisi bisnis.

[/fusion_text][/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

4 Jenis Laporan Keuangan Perusahaan Beserta Contohnya

[fusion_builder_container hundred_percent=”no” hundred_percent_height=”no” hundred_percent_height_scroll=”no” hundred_percent_height_center_content=”yes” equal_height_columns=”no” menu_anchor=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” status=”published” publish_date=”” class=”” id=”” background_color=”” background_image=”” background_position=”center center” background_repeat=”no-repeat” fade=”no” background_parallax=”none” enable_mobile=”no” parallax_speed=”0.3″ video_mp4=”” video_webm=”” video_ogv=”” video_url=”” video_aspect_ratio=”16:9″ video_loop=”yes” video_mute=”yes” video_preview_image=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” margin_top=”” margin_bottom=”” padding_top=”” padding_right=”” padding_bottom=”” padding_left=””][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ spacing=”” center_content=”no” link=”” target=”_self” min_height=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” background_color=”” background_image=”” background_image_id=”” background_position=”left top” background_repeat=”no-repeat” hover_type=”none” border_size=”0″ border_color=”” border_style=”solid” border_position=”all” padding_top=”” padding_right=”” padding_bottom=”” padding_left=”” margin_top=”” margin_bottom=”” animation_type=”” animation_direction=”left” animation_speed=”0.3″ animation_offset=”” last=”no”][fusion_title hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” content_align=”left” size=”1″ font_size=”” line_height=”” letter_spacing=”” margin_top=”” margin_bottom=”” text_color=”” style_type=”default” sep_color=””]

4 Jenis Laporan Keuangan Perusahaan Beserta Contohnya

[/fusion_title][fusion_text columns=”” column_min_width=”” column_spacing=”” rule_style=”default” rule_size=”” rule_color=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=””]

Laporan keuangan adalah laporan yang menunjukkan kondisi finansial suatu perusahaan dalam periode tertentu. Informasi mengenai kondisi finansial tersebut nantinya dapat digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan seperti pihak manajemen, pemberi pinjaman, investor, hingga pemegang saham untuk menilai kinerja perusahaan dan menentukan langkah apa yang harus diambil setelahnya. Terdapat beberapa jenis laporan keuangan yang perlu kita pahami pada bisnis. Sesuai Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku di Indonesia, terdapat beberapa jenis laporan yang penting bagi perusahaan.

Laporan Laba Rugi

esuai dengan namanya, laporan laba rugi berfungsi untuk membantu Anda mengetahui apakah bisnis berada dalam posisi laba atau rugi. Laporan laba rugi biasa juga disebut sebagai income statement atau profit and loss statement.

Umumnya, ada dua cara yang digunakan untuk menyusun laporan laba rugi, yaitu single step (cara langsung) dan multiple step (cara bertahap). Metode single step relatif lebih mudah dibandingkan multiple step. Anda hanya perlu menjumlahkan seluruh pendapatan dari atas sampai bawah menjadi satu kelompok, kemudian menguranginya dengan total beban atau biaya dalam periode yang berlaku. Sedangkan, pada metode multiple step, pendapatan dipisah menjadi dua kategori, yaitu pendapatan operasional (yang berasal dari kegiatan pokok) perusahaan dan pendapatan non operasional (yang berasal dari luar kegiatan pokok) perusahaan. Pembagian kategori tersebut juga berlaku pada beban atau biaya.

Ada beberapa aspek penting yang harus ditulis dalam laporan laba rugi, diantaranya adalah pendapatan, laba rugi usaha, beban pinjaman, beban pajak, laba atau rugi perusahaan, pos lubar biasa, dan hak minoritas. Laba rugi perusahaan ini mencakup laba atau rugi dari aktivitas  normal perusahaan, laba rugi usaha untuk periode berjalan dan juga laba rugi perusahaan afiliasi dan asosiasi berdasarkan metode ekuitas. Gambar berikut menunjukkan contoh sederhana bagi laporan laba rugi perusahaan.

[/fusion_text][fusion_text columns=”” column_min_width=”” column_spacing=”” rule_style=”default” rule_size=”” rule_color=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=””]

Laporan Perubahan Modal

Laporan keuangan jenis ini menyediakan informasi tentang jumlah modal yang dimiliki bisnis Anda selama periode tertentu. Melalui laporan perubahan modal, Anda bisa mendapatkan data mengenai seberapa besar perubahan modal yang telah terjadi, lengkap dengan penyebab perubahannya.

Idealnya, untuk menyusun laporan perubahan modal, Anda membutuhkan beberapa data khusus, seperti modal pada awal periode, pengambilan dana pribadi oleh pemilik untuk tahun yang bersangkutan, dan jumlah laba bersih atau rugi bersih pada periode terkait. Dengan kata lain, Anda harus menyusun laporan laba rugi terlebih dulu sebelum membuat laporan perubahan modal.

[/fusion_text][fusion_text columns=”” column_min_width=”” column_spacing=”” rule_style=”default” rule_size=”” rule_color=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=””]

Laporan Neraca

Dalam ilmu akuntansi, neraca disebut dengan istilah balance sheet. Laporan neraca berfungsi untuk menunjukkan kondisi, informasi, dan posisi keuangan bisnis Anda pada tanggal yang ditentukan. Dengan menyusun laporan neraca, Anda bisa mengetahui data tentang jumlah aktiva berupa harta atau aset, kewajiban berupa utang, dan ekuitas atau modal perusahaan. Neraca terdiri dari tiga unsur, yaitu aset, liabilitas, dan ekuitas. Apabila ketiganya dihubungkan dengan persamaan akuntansi, makan akan terbentuk rumus seperti berikut: Aset =  liabilitas + ekuitas.

[/fusion_text][fusion_text columns=”” column_min_width=”” column_spacing=”” rule_style=”default” rule_size=”” rule_color=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=””]

Laporan Arus Kas

Disebut juga dengan laporan cash flow, laporan arus kas digunakan perusahaan untuk menunjukkan aliran masuk dan keluar kas perusahaan pada periode tertentu. Lebih dari itu, laporan arus kas juga dapat berfungsi sebagai indikator jumlah arus kas di masa mendatang berdasarkan data arus kas terkini. Laporan jenis ini jugalah yang menjadi alat pertanggungjawaban arus kas masuk dan arus kas keluar selama periode pelaporan.

Anda bisa melihat laporan arus kas masuk dari beberapa sumber. Contohnya seperti hasil dari kegiatan operasional dan kas yang diperoleh dari pendanaan atau pinjaman. Sementara itu, arus kas keluar bisa dilihat dari seberapa banyak jumlah beban biaya yang dikeluarkan perusahaan, baik untuk kegiatan operasional maupun investasi.

[/fusion_text][fusion_text columns=”” column_min_width=”” column_spacing=”” rule_style=”default” rule_size=”” rule_color=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=””]

Laporan keuangan kini dapat dengan mudah didapatkan langsung dari software akuntansi yang Anda gunakan. Keempat contoh laporan diatas didapatkan hanya dengan 1 klik melalui Software Accurate. Penting bagi pemilik usaha untuk mengetahui dan memahami laporan keuangan perusahaan, baik itu perusahaan dagang, jasa maupun manufaktur. Tentunya terdapat perbedaan untuk laporan keuangan perusahaan jasa, dagang maupun manufaktur. Tetapi yang penting adalah laporan ini haruslah sesuai dengan Standar Akuntansi Indonesia yang berlaku.

[/fusion_text][/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Perbedaan Akuntansi Berbasis Akrual dan Akuntansi Berbasis Kas

[fusion_builder_container hundred_percent=”no” hundred_percent_height=”no” hundred_percent_height_scroll=”no” hundred_percent_height_center_content=”yes” equal_height_columns=”no” menu_anchor=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” status=”published” publish_date=”” class=”” id=”” background_color=”” background_image=”” background_position=”center center” background_repeat=”no-repeat” fade=”no” background_parallax=”none” enable_mobile=”no” parallax_speed=”0.3″ video_mp4=”” video_webm=”” video_ogv=”” video_url=”” video_aspect_ratio=”16:9″ video_loop=”yes” video_mute=”yes” video_preview_image=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” margin_top=”” margin_bottom=”” padding_top=”” padding_right=”” padding_bottom=”” padding_left=””][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ layout=”1_1″ spacing=”” center_content=”no” link=”” target=”_self” min_height=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” background_color=”” background_image=”” background_image_id=”” background_position=”left top” background_repeat=”no-repeat” hover_type=”none” border_size=”0″ border_color=”” border_style=”solid” border_position=”all” padding_top=”” padding_right=”” padding_bottom=”” padding_left=”” margin_top=”” margin_bottom=”” animation_type=”” animation_direction=”left” animation_speed=”0.3″ animation_offset=”” last=”no”][fusion_title hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” content_align=”left” size=”1″ font_size=”” line_height=”” letter_spacing=”” margin_top=”” margin_bottom=”” text_color=”” style_type=”default” sep_color=””]

Perbedaan Akuntansi Berbasis Akrual dan Akuntansi Berbasis Kas

[/fusion_title][fusion_text columns=”” column_min_width=”” column_spacing=”” rule_style=”default” rule_size=”” rule_color=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=””]

Akuntansi berbasis akrual dan akuntansi berbasis kas adalah dua basis utama  metode akuntansi. Perbedaan mendasar antara akuntansi berbasis akrual dan akuntansi berbasis kas adalah waktu di mana pendapatan dan pengeluaran dicatat dalam pembukuan.

Dalam metode berbasis kas, pencatatan dilakukan ketika transaksi aktual dilakukan, terlepas dari kapan pendapatan diperoleh atau biaya yang dikeluarkan. Jadi misalkan, perusahaan Anda telah mengirimkan produk atau layanan ke salah satu klien Anda, dan Anda memberikan  periode kredit 30-hari, maka Anda akan dibayar untuk pengiriman barang tersebut setelah 30 hari sejak pengiriman terjadi.

Sesuai pencatatan berbasis kas, Anda akan mencatat pendapatan dari pengiriman ini hanya setelah Anda menerima pembayaran dari klien Anda, apakah itu sebelum 30 hari atau sesudahnya, intinya pencatatan dilakukan jika klien Anda sudah membayar barang atau jasa Anda.

Sedangkan dalam metode akuntansi akrual, pencatatan dilakukan ketika Anda memberikan atau menerima layanan atau produk, bahkan sebelum transaksi tunai yang sebenarnya dilakukan. Metode akuntansi akrual adalah metode yang lebih umum digunakan. Jadi dalam akuntansi berbasis akrual, Anda akan mencatat pendapatan segera setelah Anda mengirim produk atau memberikan layanan.

Setiap perusahaan memiliki kebijakan masing – masing  untuk menggunakan metode yang dianggap cocok sesuai kesepakatan manajemen. Umumnya, untuk perusahaan kecil memilih menggunakan akuntansi berbasis kas sedangkan perusahaan yang lebih besar menggunakan akuntansi berbasis akrual.

Berikut adalah perbedaan akuntansi berbasis akrual dan akuntansi berbasis kas berdasarkan berbagai parameter.

1. Jangka Waktu

Dalam hal ini sudah sangat jelas, untuk akuntansi berbasis akrual pendapatan dan pengeluaran dicatat segera setelah layanan atau produk digunakan. Sedangkan untuk akuntansi berbasis kas pendapatan dan pengeluaran dicatat ketika dana telah didebit atau dikreditkan.

2. Ketepatan

Akuntansi berbasis kas kurang efektif digunakan dalam jangka panjang. Masalahnya adalah kemungkinan hal ini bisa memberikan waktu yang sangat lama bagi  Anda untuk menerima dana dari penjualan yang telah dilakukan. Dalam pandangan bisnis, ini sangat merugikan dan tidak ada kontrol pada transaksi non-tunai yang mungkin lebih kompleks.

Sedangkan untuk akuntansi berbasi akrual memiliki representasi yang lebih akurat dan memberikan gambaran nyata tentang posisi bisnis secara realtime.

3. Kemudahan Penggunaan

Untuk Akuntansi berbasis kas, lebih mudah dalam pencatatan dan pengecekan. Hal ini  dikarenakan hanya membutuhkan lebih sedikit entri jurnal. Berbeda dengan akuntansi berbasis akrual yang membutuhkan lebih banyak entri jurnal untuk setiap transaksi yang terjadi.

4. Arus Kas

Akuntansi berbasis kas memberikan keakuratan pada setiap kas yang masuk dan keluar dari sistem. Sedangkan untuk akuntansi berbasis akrual lebih sulit merepresentasikan laporan kas yang benar. Banyak akuntan perusahaan harus membuat laporan arus kas terpisah, secara tidak langsung ini adalah overhead cost.

5. Analisis Tren

Dikarenakan akuntansi berbasis kas hanya mencatat teransaksi ketika dana berpindah tangan, mungkin ada kesenjangan atau celah waktu yang signifikan antara kejadian aktual dengan pencatatannya. Oleh karena itu, analisis tren tidak mungkin dilakukan.

Sedangkan untuk akuntansi akrual dikarenakan setiap transaksi dicatat ketika terjadi, ada representasi yang lebih akurat pada setiap transaksi yang terjadi. Dengan demikian, lebih mudah untuk menganalisis pola penjualan atau pengeluaran.

6. Penerapan Dalam Industri

Untuk metode akuntansi berbasis kas bukanlah metode yang cocok untuk  bisnis dengan arus modal besar dan perputaran bisnis yang cepat misalnya, konstruksi, atau manufaktur. Metode ini umumnya dipakai oleh usaha kecil atau yang sedang berkembang. Untuk bisnis dengan tingkat perputaran produksi yang cepat dan modal yang besar lebih banyak menggunakan metode akuntansi berbasis akrual.

7. Standar Akuntansi

Dalam PSAK atau Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan dijelaskan mengenai pencatatan akuntansi dimana dalam PSAK 1 ini mengatur bahwa setiap perusahaan wajib menggunakan Accrual Basis. Dimana PSAK 1 paragraf 25 berbunyi: Entitas menyusun laporan keuangan atas dasar akrual, kecuali laporan arus kas. Jadi sangat jelas, jika akuntansi berbasis kas tidak dalam standar akuntansi yang berlaku di Indonesia.

Metode Mana yang Cocok, Akuntansi berbasis akrual atau berbasis kas?

Masing-masing metode akuntansi memiliki manfaat dan kekurangannya sendiri. Jika Anda memiliki bisnis rintisan atau jenis bisnis yang pilihan pembayarannya hanya dengan uang tunai saja, Anda dapat memilih akuntansi kas karena kemudahan penggunaannya.

Di sisi lain, jika Anda memiliki perputaran bisnis besar di mana melibatkan transaksi yang kompleks seperti pinjaman, pembayaran, inventaris, kreditor, cadangan, piutang, dll. Anda lebih baik menggunakan basis akrual akuntansi. Metode ini dianggap menunjukkan gambaran yang lebih baik tentang profitabilitas bisnis dan operasinya.

Untuk pencatatan dalam akuntansi berbasis kas dan akuntansi berbasis akrual sebenarnya tidak jauh berbeda. Namun untuk meminimalisir adanya kesalahan pencatatan dan mengurangi risiko human error akibat pencatatan transaksi yang berulang kali pada tiap jenis laporan yang berbeda, Anda  bisa mencoba software Accurate online sebagai solusi akuntansi yang memudahkan dan efisien. Accurate online adalah software akuntansi yang sudah dipakai berbagai macam entitas bisnis mulai dari UKM sampai perusahaan manufaktur ternama. Berdiri sejak tahun 1999 menjadikannya sebagai software yang sudah terbukti dan teruji.

Anda bisa mencoba accurate online secara gratis disini.

[/fusion_text][/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]