3 Hal Untuk Menentukan Franchise Fee & Royalty Fee

[fusion_builder_container hundred_percent=”no” equal_height_columns=”no” menu_anchor=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” background_color=”” background_image=”” background_position=”center center” background_repeat=”no-repeat” fade=”no” background_parallax=”none” parallax_speed=”0.3″ video_mp4=”” video_webm=”” video_ogv=”” video_url=”” video_aspect_ratio=”16:9″ video_loop=”yes” video_mute=”yes” overlay_color=”” video_preview_image=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” padding_top=”” padding_bottom=”” padding_left=”” padding_right=””][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ layout=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” border_position=”all” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding_top=”” padding_right=”” padding_bottom=”” padding_left=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” center_content=”no” last=”no” min_height=”” hover_type=”none” link=””][fusion_title hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” content_align=”left” size=”1″ font_size=”” line_height=”” letter_spacing=”” margin_top=”” margin_bottom=”” text_color=”” style_type=”default” sep_color=””]

3 Hal Untuk Menentukan Franchise Fee & Royalty Fee

[/fusion_title][fusion_text]

Bisnis franchise atau waralaba sering kali dijumpai di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Franchise merupakan jenis bisnis yang membeli nama maupun sistem dari suatu barang atau jasa yang telah maju. Pada awal pendirian bisnis franchise, pihak pemilik franchise-lah yang paling diuntungkan. Meskipun demikian, sebelum menjual bisnis yang dijalani haruslah menetukan franchise fee maupun royalty fee terlebih dahulu.

Franchise fee adalah biaya awal yang harus dibayarkan oleh seorang franchisee kepada franchisor sebelum memulai bisnis waralaba. Sedangkan royalty fee merupakan biaya yang harus dibayarkan dalam jangka waktu tertentu yang telah ditetapkan setelah bisnis franchise berjalan. Sebagai contoh pembayaran bisa tanggal 5 setiap bulannya, atau bisa juga 3 bulan sekali setiap tanggal 20 tergantung dari pihak franchisor.

Penentuan franchise fee dan royalty fee sebaiknya dihitung dengan tepat agar Anda sebagai franchisor tidak merasa dirugikan. Sebaliknya, Anda juga tidak boleh terlalu membebani franchisee. Oleh karena itu, dalam menghitungnya Anda perlu mempertimbangkan pricing policy (kebijakan dalam membebankan harga) seperti di bawah ini.

Market Oriented

3 Hal Untuk Menentukan Franchise Fee & Royalty Fee

Untuk menetapkan harga franchise fee dan royalty fee pada sebuah bisnis franchise, Anda bisa menggunakan pendekatan market oriented. Pendekatan ini dilakukan dengan cara melihat harga yang telah ditetapkan oleh kompetitor bisnis Anda di lapangan. Sebagai contoh, perusahaan A menetapkan harga 5% dari penjualan kotor dan perusahaan B menetapkan harga 6% dari penjualan kotor. Maka dengan metode ini, Anda bisa menentukan harga rata-rata dari setiap kompetitor tersebut. Kalaupun tidak ingin repot, Anda juga bisa memilih dari salah satu kompetitor yang ada.

Customer Oriented

3 Hal Untuk Menentukan Franchise Fee & Royalty Fee

Penentuan harga juga bisa dilakukan dengan metode customer oriented yang mengacu pada daya beli konsumen. Dengan cara ini, harga yang ditentukan untuk setiap daerah akan berbeda-beda karena penilaian masyarakatlah yang dijadikan pertimbangan. Harga lebih mahal untuk daerah yang masyarakatnya berani membayar tinggi. Untuk daerah yang masyarakatnya menuntut harga wajar, maka jangan memberi patokan harga terlalu tinggi. Sebagai contoh jika bisnis franchise berjalan di Bali dan Jakarta, maka harga yang ditentukan akan lebih mahal untuk bisnis di Bali karena daya bayar masyarakat Bali lebih besar dibandingkan Jakarta.

Cost Oriented

3 Hal Untuk Menentukan Franchise Fee & Royalty Fee

Perhitungan harga juga bisa ditetapkan berdasarkan biaya yang dibutuhkan untuk mengembangkan sistem bisnis franchise tersebut. Dengan menggunakan metode ini, Anda harus melakukan perhitungan kualitatif dan kuantitatif yang tepat. Harga jual yang ditentukan sebaiknya menutup semua biaya produksi maupun operasional dan ditambah dengan keuntungan yang diharapkan.

Anda bisa menentukan franchise fee dan royalty fee pada bisnis franchise menggunakan salah satu dari ketiga cara tersebut. Kalaupun harga yang dihasilkan tidak tepat, Anda juga bisa menggabungkan beberapa metode tersebut. Apapun metode yang Anda gunakan dan berapapun harga yang Anda tetapkan, haruslah pihak franchisee tetap memiliki keuntungan dan bisa mengembalikan modal awal. Anda sebagai pemilik sekaligus pemberi franchise juga harus menerima keuntungan yang bisa dijadikan sebagai passive income dalam bisnis tersebut.

Untuk mengembangkan bisnis franchise, Anda pasti melibatkan banyak pihak, karena itulah penghitungan keuangan maupun laporan yang disajikan  tidak sederhana. Untuk menghindari adanya kesalahan penghitungan maupun kerugian yang dapat mengakibatkan hilangnya kepercayaan dari salah satu pihak, maka dibutuhkan sistem pelaporan keuangan yang akurat yang bisa anda dapatkan di sini.

[/fusion_text][/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Cara Memilih Bisnis Franchise di Indonesia Untuk Pemula

[fusion_builder_container hundred_percent=”no” equal_height_columns=”no” menu_anchor=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” background_color=”” background_image=”” background_position=”center center” background_repeat=”no-repeat” fade=”no” background_parallax=”none” parallax_speed=”0.3″ video_mp4=”” video_webm=”” video_ogv=”” video_url=”” video_aspect_ratio=”16:9″ video_loop=”yes” video_mute=”yes” overlay_color=”” video_preview_image=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” padding_top=”” padding_bottom=”” padding_left=”” padding_right=””][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ layout=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” border_position=”all” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding_top=”” padding_right=”” padding_bottom=”” padding_left=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” center_content=”no” last=”no” min_height=”” hover_type=”none” link=””][fusion_title hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” content_align=”left” size=”1″ font_size=”” line_height=”” letter_spacing=”” margin_top=”” margin_bottom=”” text_color=”” style_type=”default” sep_color=””]

Cara Memilih Bisnis Franchise di Indonesia Untuk Pemula

[/fusion_title][fusion_text]

Bagi pengusaha pemula, pada awalnya mungkin sering berasumsi bagwa memiliki bisnis franchise di Indonesia itu sangat mudah. Di mana, mereka beranggapan hanya perlu membeli sebuah brand tanpa perlu repot memikirkan sistem usahanya. Namun tahukah Anda? Tidak semua bisnis franchise menjanjikan peluang dan keuntungan yang besar. Agar terhindar dari kesalahan memilih bisnis franchise, cobalah ikuti tipsnya di bawah ini.

Perhatikan Risiko Bisnis

Cara Memilih Bisnis Franchise di Indonesia Untuk Pemula

Setiap bisnis pasti memiliki risiko, namun bisnis yang baik pasti memiliki risiko yang kecil. Sebelum memutuskan untuk membeli bisnis franchise di Indonesia, cobalah perhatikan tingkat kegagalannya, terutama jika menyangkut dengan franchise baru. Lihatlah tingkat pertumbuhan dan kegagalannya pada daerah lain. Jika suatu franchise mengalami tingkat kegagalan sebanyak 20% atau lebih, Anda harus mewaspadai dan mencari informasi lebih banyak lagi sebelum memutuskan untuk mengambilnya sebagai bagian bisnis.

Hindari Franchisor yang Memiliki Satu Produk

Cara Memilih Bisnis Franchise di Indonesia Untuk Pemula

Hanya memiliki satu produk, berarti Anda akan ketergantungan terhadap produk tersebut dan tidak memiliki alternatif lain untuk memenangkan persaingan bisnis. Jika suatu saat produk tersebut sudah memiliki banyak pesaing, atau masyarakat sudah mulai jenuh dengan produk tersebut, maka bisa di pastikan, bisnis franchise juga ikut mengalami kemunduran.

Hindari Franchise yang Butuh Banyak Karyawan

Cara Memilih Bisnis Franchise di Indonesia Untuk Pemula

Jika Anda masih memiliki modal yang terbatas, maka memilih bisnis franchise yang membutuhkan banyak karyawan ini, harus Anda pertimbangkan baik-baik. Sebuah usaha yang membutuhkan banyak karyawan, berarti juga membutuhkan biaya yang lebih banyak untuk menggaji maupun memberi dukungan kinerjanya. Selain itu, memilih bisnis dengan banyak karyawan juga  rentan dengan masalah human error. Hal ini tentunya tidak menjadi masalah jika Anda sudah memiliki bagian pengelolaan SDM yang baik. Tapi jika masih pemula, pastikan Anda hanya memilih bisnis sederhana yang membutuhkan sedikit karyawan.

Pelajari Laporan Keuangan Franchisor

Cara Memilih Bisnis Franchise di Indonesia Untuk Pemula

Franchisor yang baik dan professional, biasanya selalu menyertakan laporan keuangan dan perkembangan bisnisnya secara baik dan benar. Laporan keuangan yang baik akan menunjukkan tingkat kesehatan dari suatu bisnis. Dari sebuah laporan keuangan dan perkembangan bisnis, Anda dapat menilai risiko dari bisnis tersebut. Hindari sebuah bisnis franchise yang tidak banyak membagikan informasi pengelolaan keuangan, kenapa? karena bisa jadi, usaha tersebut mengalami permasalahan dalam pengelolaannya.

Perhitungkan Besarnya Franchise Fee & Royalty Fee

Cara Memilih Bisnis Franchise di Indonesia Untuk Pemula

Besarnya franchise fee dan royalty fee tiap bisnis sangat beragam, semua bergantung dari jenis bisnis yang dijalankan. Biasanya sebuah bisnis di bidang jasa akan memilki franchise fee yang lebih besar yaitu sekitar 50% dari total nilai investasinya, karena bisnis ini biasanya tidak menuntut kepemilikan aset yang mahal, tapi lebih pada keterampilan atau skill, sehingga nilai investasinya juga cenderung kecil. Sedangkan sebuah franchise dengan nilai investasi yang besar, biasanya menuntut royalty fee yang kecil agar tidak membebani investor yang akan membeli franchise.

Kesimpulannya, apapun bisnis franchise di Indonesia yang Anda pilih, pastikan bahwa Anda mengenali risikonya untuk menghindari kegagalan bisnis. Setelah Anda mulai stabil dalam menjalankan bisnis franchise, jangan lupa untuk menyisihkan keuntungan yang Anda peroleh dan melakukan pengelolaan keuangan yang baik untuk mengamankan dan memperluas potensi keuangan bisnis Anda. Untuk membantu mengelola keuangan bisnis dengan mudah dan cepat, Anda bisa memilih Accurate sebagai solusi sekaligus investasi bisnis. Accurate dilengkapi dengan berbagai fitur, mulai dari pembuatan laporan keuangan, pengelolaan stok barang, pengelolaan aset, hingga pembuatan invoice lebih cepat. Untuk informasi lebih lengkap tentang Accurate, bisa Anda dapatkan di sini.

[/fusion_text][/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

7 Prinsip Manajemen Keuangan yang Perlu Anda Ketahui

[fusion_builder_container hundred_percent=”no” equal_height_columns=”no” menu_anchor=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” background_color=”” background_image=”” background_position=”center center” background_repeat=”no-repeat” fade=”no” background_parallax=”none” parallax_speed=”0.3″ video_mp4=”” video_webm=”” video_ogv=”” video_url=”” video_aspect_ratio=”16:9″ video_loop=”yes” video_mute=”yes” overlay_color=”” video_preview_image=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” padding_top=”” padding_bottom=”” padding_left=”” padding_right=””][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ layout=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” border_position=”all” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding_top=”” padding_right=”” padding_bottom=”” padding_left=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” center_content=”no” last=”no” min_height=”” hover_type=”none” link=””][fusion_title hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” content_align=”left” size=”1″ font_size=”” line_height=”” letter_spacing=”” margin_top=”” margin_bottom=”” text_color=”” style_type=”default” sep_color=””]

7 Prinsip Manajemen Keuangan yang Perlu Anda Ketahui

[/fusion_title][fusion_text columns=”” column_min_width=”” column_spacing=”” rule_style=”default” rule_size=”” rule_color=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=””]

Di dalam perusahaan, pengaturan keuangan sering disebut dengan manajemen keuangan. Kegiatan ini biasanya meliputi perencanaan, pengoperasian, analisis kegiatan keuangan, serta kontrol, dan pengendalian keuangan. Secara garis besar, manajemen keuangan adalah segala kegiatan yang berhubungan dengan bagaimana cara memperoleh pendanaan modal kerja, cara menggunakan atau mengalokasikan dana, serta mengelola aset yang dimiliki untuk mencapai tujuan utama.

Dalam prakteknya, manajemen keuangan adalah tindakan yang diambil dalam rangka menjaga kestabilan keuangan perusahaan. Melaksanakan manajemen keuangan tentu bukanlah hal yang mudah, dibutuhkan prinsip-prinsip yang dapat mendasari manajemen keuangan. Berikut adalah 7 prinsip manajemen keuangan yang perlu diperhatikan.

Akuntabilitas (Accountability)

7 Prinsip Manajemen Keuangan yang Perlu Anda Ketahui

Akuntabilitas adalah kewajiban moral atau hukum yang melekat dalam individu, kelompok, atau perusahaan untuk menyebutkan bagaimana dana, alat-alat, atau wewenang yang diberikan pihak ketiga, apakah dana tersebut sudah dipakai dan digunakan? Dan digunakan untuk apa? Perusahaan harus bisa menyebutkan bagaimana mereka memakai asal dananya dan apa yang telah dia capai sebagai pertanggungjawaban pada orang yang berkepentingan serta penerima manfaat. Semua yang berkepentingan berhak untuk mengetahui bagaimana dana dan kewenangan digunakan.

Konsistensi (Consistency)

7 Prinsip Manajemen Keuangan yang Perlu Anda Ketahui

Sistem dan kebijakan keuangan dari organisasi harus konsisten dari waktu ke waktu. Ini tidak berarti bahwa sistem keuangan tidak boleh disesuaikan apabila terjadi perubahan pada organisasi. Pendekatan yang tidak konsisten terhadap manajemen keuangan merupakan suatu pertanda bahwa terdapat manipulasi dalam pengelolaan keuangan.

Kelangsungan Hidup (Viability)

7 Prinsip Manajemen Keuangan yang Perlu Anda Ketahui

Agar keuangan terjaga, pengeluaran organisasi di tingkat strategi hingga operasional wajib sejalan atau disesuaikan dengan dana yang diterima. Kelangsungan hidup (viability) merupakan suatu ukuran tingkat keamanan dan keberlanjutan keuangan organisasi. Manajer organisasi harus menyiapkan sebuah rencana keuangan yang menunjukkan bagaimana organisasi dapat melaksanakan strateginya dan memenuhi kebutuhan keuangan.

Transparansi (Transparency)

7 Prinsip Manajemen Keuangan yang Perlu Anda Ketahui

Perusahaan harus terbuka mengenai pekerjaannya, menyediakan informasi yang berkaitan dengan rencana dan aktivitasnya kepada para orang yang berkepentingan. Termasuk didalamnya menyiapkan laporan keuangan yang akurat, lengkap, dan tepat waktu, serta dapat diakses dengan mudah oleh para manajemen yang berkepentingan dan penerima manfaat. Apabila perusahaan tidak transparan, hal ini menandakan ada sesuatu hal yang disembunyikan.

Standar Akuntansi (Accounting Standards)

7 Prinsip Manajemen Keuangan yang Perlu Anda Ketahui

Accounting Standards atau yang disebut dengan standar akuntansi ialah sebuah sistem akuntansi keuangan yang harus sesuai dengan sebuah prinsip-prinsip dan standar aturan akuntansi yang telah berlaku dengan bertujuan laporan keuangan yang dihasilkan bisa dengan mudah dipahami dan dimengerti dari semua pihak yang berkepentingan.

Integritas (Integrity)

7 Prinsip Manajemen Keuangan yang Perlu Anda Ketahui

Cropped image of group of businesspeople working together in office – Consulting

Integrity atau yang disebut dengan integritas ialah pada setiap individu wajib memiliki tingkat integritas yang memumpuni dalam menjalankan sebuah kegiatan operasional. Tidak hanya itu, dalam pencatatan dan laporan keuangan harus terjaga integritasnya dengan kelengkapan dan tingkat keakuratan dalam suatu pencatatan keuangan.

Pengelolaan (Stewardship)

7 Prinsip Manajemen Keuangan yang Perlu Anda Ketahui

Perusahaan harus dapat mengelola dan menggunakan dana yang telah diperoleh dengan baik dan menjamin bahwa dana tersebut digunakan untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan oleh perusahaan.

Itulah ketujuh prinsip manajemen keuangan yang perlu Anda ketahui. Melakukan manajemen keuangan tentu bukanlah hal yang mudah. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena di zaman teknologi seperti sekarang ini Anda dapat memanfaatkan software akuntansi. Accurate adalah software akuntansi yang dapat membantu Anda melakukan manajemen keuangan perusahaan dengan baik. Accurate dapat membantu membuat laporan keuangan dengan cepat, instan, dan menyajikan data secara realtime.

Accurate juga memiliki berbagai fitur menarik yang dapat membantu pengelolaan bisnis Anda seperti pengaturan stok barang, hingga pencatatan faktur. Nikmati free trial 30 hari. Info lebih lanjut, klik .

[/fusion_text][/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Cara Import Daftar Akun Dari Excel ke Accurate Desktop

[fusion_builder_container hundred_percent=”no” equal_height_columns=”no” menu_anchor=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” background_color=”” background_image=”” background_position=”center center” background_repeat=”no-repeat” fade=”no” background_parallax=”none” parallax_speed=”0.3″ video_mp4=”” video_webm=”” video_ogv=”” video_url=”” video_aspect_ratio=”16:9″ video_loop=”yes” video_mute=”yes” overlay_color=”” video_preview_image=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” padding_top=”” padding_bottom=”” padding_left=”” padding_right=””][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ layout=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” border_position=”all” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding_top=”” padding_right=”” padding_bottom=”” padding_left=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” center_content=”no” last=”no” min_height=”” hover_type=”none” link=””][fusion_title hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” content_align=”left” size=”1″ font_size=”” line_height=”” letter_spacing=”” margin_top=”” margin_bottom=”” text_color=”” style_type=”default” sep_color=””]

Cara Import Daftar Akun Dari Excel ke Accurate Desktop

[/fusion_title][fusion_text columns=”” column_min_width=”” column_spacing=”” rule_style=”default” rule_size=”” rule_color=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=””]

Cara Import Daftar Akun Dari Excel ke Accurate Desktop

Berikut adalah cara Import daftar Akun dari excel ke ACCURATE

LANGKAH 1

Siapkan Daftar Akun di dalam Excel. Contoh Daftar Akun bisa di download di sini silahkan klik.

LANGKAH 2

Membuat Database dengan Advance Setup

Buka ACCURATE dari Start | All Program | CPSSoft | ACCURATE. Buka ACCURATE nya sehingga muncul tampilan Welcome to ACCURATE seperti gambar berikut ini:

Create New Company

Klik tombol paling kiri untuk memulai membuat database seperti di atas sampai muncul seperti gambar dibawah ini:

create

  • Pilih Local
  • Pilih Folder Penyimpanan mau diletakkan dimana databasenya. Misalkan di Drive D
  • Beri nama databasenya misalkan nama perusahaan Anda sebagai Nama Databasenya seperti gambar diatas.
  • Klik Create

ok tunggu

Klik OK dan tunggu sampai Prosesnya selesai. Setelah selesai akan muncul kotak Login seperti di bawah ini:

supervisor

Silahkan isi

Login : SUPERVISOR

Password : SUPERVISOR

maka akan tampil Pilihan Bahasa. silahkan klik Bahasa yang Anda kehendaki lalu klik Next seperti gambar berikut:

pilih bahasa

[/fusion_text][/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

4 Hal Penting Strategi Pemasaran

[fusion_builder_container hundred_percent=”no” equal_height_columns=”no” menu_anchor=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” background_color=”” background_image=”” background_position=”center center” background_repeat=”no-repeat” fade=”no” background_parallax=”none” parallax_speed=”0.3″ video_mp4=”” video_webm=”” video_ogv=”” video_url=”” video_aspect_ratio=”16:9″ video_loop=”yes” video_mute=”yes” overlay_color=”” video_preview_image=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” padding_top=”” padding_bottom=”” padding_left=”” padding_right=””][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ layout=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” border_position=”all” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding_top=”” padding_right=”” padding_bottom=”” padding_left=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” center_content=”no” last=”no” min_height=”” hover_type=”none” link=””][fusion_title hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” content_align=”left” size=”1″ font_size=”” line_height=”” letter_spacing=”” margin_top=”” margin_bottom=”” text_color=”” style_type=”default” sep_color=””]

4 Hal Penting Strategi Pemasaran

[/fusion_title][fusion_text columns=”” column_min_width=”” column_spacing=”” rule_style=”default” rule_size=”” rule_color=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=””]

Ketika tiba waktunya untuk menjalankan dan memasarkan bisnis baru, tentu akan ada banyak hal yang harus dilakukan. Mulai dari pembuatan logo, strategi bisnis, konten yang menarik, dan beberapa hal lain yang dibutuhkan saat berbisnis. Jangan sampai kesan pertama sudah meninggalkan sesuatu yang buruk.

Pemasaran produk adalah salah satu hal penting yang ikut menentukan performa perusahaan dan memberikan kesan yang baik. Strategi pemasaran produk adalah suatu kegiatan yang harus dilakukan untuk memperkenalkan produk secara lebih luas ke masyarakat. Di bawah ini kita akan membahas 4 (Empat) strategi pemasaran terbaik yang harus dilakukan untuk meningkatkan penjualan produk bisnis Anda.

Menggunakan Social Media

4 Hal Penting Strategi Pemasaran

Kita semua pasti setuju, social media adalah alat pemasaran yang paling sesuai karena hampir semua orang dari berbagai latar belakang yang berbeda, sangat aktif menggunakan social media. Dengan social media, perusahaan dapat menjalin interaksi secara luas dengan berbagai kalangan, dengan biaya yang murah dan visibilitas atau keterlihatan yang tinggi. Social media juga memungkinkan perusahaan untuk memilih komunitas yang sesuai untuk memasarkan produk mereka, sehingga apa yang ditawarkan memiliki peluang besar untuk terjual karena target market sangat luas.

Tempat Yang Strategis

4 Hal Penting Strategi Pemasaran

Tempat yang strategis masih menjadi salah satu strategi pemasaran yang patut dipertimbangkan, karena dengan tempat penjualan yang strategis berarti produk Anda memiliki kemungkinan terlihat lebih tinggi dan tentu saja memicu penjualan yang tinggi. Kriteria pemilihan tempat strategis ini harus menyesuaikan dengan target sasaran serta kemudahan untuk menjangkaunya. Misalnya, jika Anda memutuskan untuk menjual kebutuhan perlengkapan anak sekolah, maka berjualan di dekat area tempat sekolah akan membuat kemungkinan produk Anda cepat laku dan terlihat.

Memberikan Produk Secara Gratis

4 Hal Penting Strategi Pemasaran

Cara ini dianggap sangat berhasil untuk menjaring konsumen, karena sesuatu yang gratis akan sangat sulit dilewatkan begitu saja. Alasan lain kenapa strategi ini dianggap perlu juga karena seringkali seorang costumer belum membeli sebuah produk, karena mereka belum pernah mencoba tentang produk tersebut. Sebuah perusahaan bisa saja memilih event atau langsung menawarakan sample dan contoh gratis secara door to door kepada calon konsumennya. Jika produk tersebut berupa jasa ataupun media digital seperti produk Accurate maka perusahaan bisa menawarkan atau untuk menarik minat calon konsumen mengetahui sebuah produk.

Menjaga Hubungan Baik Dengan Pelanggan

4 Hal Penting Strategi Pemasaran

Pelanggan yang loyal adalah sebuah aset penting perusahaan. Mereka telah berulangkali membeli produk Anda dan ikut menyumbang pemasukan secara rutin. Jika tidak ingin kehilangan sebuah pembelian, di tengah persaingan banyaknya produk serupa, maka tidak ada salahnya Anda memberi rewards kepada para pelanggan yang loyal terhadap perusahaan dengan cara menanggapi masukan pelanggan maupun memberi hadiah secara langsung atas pembelian yang mereka lakukan.

4 Hal Penting Strategi Pemasaran

Setelah strategi pemasaran produk ini berjalan dengan baik, Anda juga harus mulai mengelola keuangan dengan baik. Karena dengan pengelolaan keuangan yang baik dan tepat maka bisnis pun akan terus berkembang. Accurate adalah penyedia software akuntansi yang akan membantu Anda mengelola keuangan bisnis Anda lebih baik. Dengan Accurate, Anda dapat melakukan penyimpanan dan pengecekan catatan keuangan bisnis kapan pun dan di mana pun sekaligus pengembangan aset usaha. Untuk informasi lebih lanjut tentang fitur lain yang dimiliki Accurate, bisa Anda dapatkan di sini.

[/fusion_text][/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]