Membuat Laporan Laba Rugi dan HPP Perusahaan Dagang

[fusion_builder_container hundred_percent=”no” hundred_percent_height=”no” hundred_percent_height_scroll=”no” hundred_percent_height_center_content=”yes” equal_height_columns=”no” menu_anchor=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” status=”published” publish_date=”” class=”” id=”” background_color=”” background_image=”” background_position=”center center” background_repeat=”no-repeat” fade=”no” background_parallax=”none” enable_mobile=”no” parallax_speed=”0.3″ video_mp4=”” video_webm=”” video_ogv=”” video_url=”” video_aspect_ratio=”16:9″ video_loop=”yes” video_mute=”yes” video_preview_image=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” margin_top=”” margin_bottom=”” padding_top=”” padding_right=”” padding_bottom=”” padding_left=””][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ layout=”1_1″ spacing=”” center_content=”no” link=”” target=”_self” min_height=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” background_color=”” background_image=”” background_image_id=”” background_position=”left top” background_repeat=”no-repeat” hover_type=”none” border_size=”0″ border_color=”” border_style=”solid” border_position=”all” padding_top=”” padding_right=”” padding_bottom=”” padding_left=”” margin_top=”” margin_bottom=”” animation_type=”” animation_direction=”left” animation_speed=”0.3″ animation_offset=”” last=”no”][fusion_title hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” content_align=”left” size=”1″ font_size=”” line_height=”” letter_spacing=”” margin_top=”” margin_bottom=”” text_color=”” style_type=”default” sep_color=””]

Cara Menyiapkan Laporan Laba Rugi dan HPP Perusahaan Dagang

[/fusion_title][fusion_text columns=”” column_min_width=”” column_spacing=”” rule_style=”default” rule_size=”” rule_color=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=””]

Pada dasarnya, perusahaan dagang menggunakan 4 (empat) Laporan Keuangan yang sama dengan jenis perusahaan atau industri lainnya. Empat laporan tersebut adalah Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Modal, Laporan Posisi Keuangan (Neraca), Laporan Arus Kas, dan Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK). Perbedaan yang muncul dan signifikan dari masing-masing Laporan Keuangan yang dibuat oleh berbagai jenis perusahaan terdapat di Laporan Laba Rugi. Masing-masing jenis perusahaan dagang, manufaktur, dan jasa memiliki jenis Laporan Laba Rugi yang berbeda-beda. Namun, fokus dalam artikel ini akan mengarah kepada jenis Laporan Keuangan perusahaan dagang.

Bentuk Laporan Laba Rugi perusahaan dagang terbagi menjadi dua, yaitu Laporan Laba Rugi multi-step (majemuk/berganda) dan single line (Tunggal). Pada Laporan Laba Rugi multi-step untuk perusahaan dagang, setiap item atau unsur pada pos-pos pendapatan dan pengeluaran diperluas sedemikian rupa untuk mencakup pengelompokan dan sub-pengelompokan yang diperlukan. Hal ini juga dimaksudkan untuk memudahkan investor dalam membaca dan memahami laporan.

Laporan Laba Rugi Multi-Step

Umumnya, Laporan Laba Rugi berisikan pos pendapatan dan pengeluaran. Namun dalam  Laporan Laba Rugi multi-step, pos pendapatan dan pengeluaran dibagi menjadi item operasional dan non-operasional. Pada pos pengeluaran dibagi menjadi dua jenis sub-pos, yaitu selling expense (biaya penjualan) dan biaya administrasi. Laporan Laba Rugi multilangkah juga biasa disebut Laporan Laba Rugi terklasifikasikan.

Laporan Laba Rugi multistep menunjukkan hubungan penting antar unsur atau item yang membantu menganalisis seberapa baik kinerja perusahaan. Misalnya, dengan mengurangi Harga Pokok Penjualan (HPP) dari pendapatan operasional, Anda dapat mengetahui dan menentukan berapa nilai pendapatan penjualan yang diperlukan agar bisa menutupi biaya HPP. Jika margin ini – yang disebut Margin Kotor atau Laba Kotor (Gross Profit– lebih rendah dari yang diharapkan, perusahaan mungkin perlu menaikkan harga jualnya dan atau menurunkan HPP-nya.

Laporan Laba Rugi multi-step membagi biaya operasional menjadi biaya penjualan dan administrasi. Dengan demikian, pengguna pernyataan dapat melihat berapa banyak biaya yang dikeluarkan untuk menjual produk dan pengelolaan bisnis. Pengguna laporan juga dapat membuat perbandingan dengan data dari tahun-tahun lain dan dari satu perusahaan dengan perusahaan lain. Pendapatan dan pengeluaran yang tidak ada kaitannya dengan kegiatan operasional perusahaan muncul di bagian bawah Laporan Laba Rugi karena item tersebut kurang signifikan dalam penilaian profitabilitas bisnis.

Unsur Utama Dalam Laporan Laba Rugi

Unsur atau item utama dari Laporan Laba Rugi multistep adalah sebagai berikut:

  • Pendapatan/Penjualan Bersih

    adalah pendapatan yang dihasilkan dari kegiatan operasional utama bisnis. Nilai dari pendapatan/penjualan bersih didapat dari total pendapatan kotor perusahaan setelah dikurangi diskon, retur, dan tunjangan penjualan lainnya.

  • Harga pokok penjualan (HPP)

    adalah biaya utama dalam perusahaan dagang dan mewakili apa yang dibayar perusahaan untuk pembelian persediaan yang akan dijualnya.

  • Margin Kotor atau Laba Kotor (Gross Profit)

    adalah penjualan bersih  setelah dikurangi Harga Pokok Penjualan. Unsur ini biasa dipakai manajemen sebagai patokan apakah perusahaan harus menaikkan harga jual dan atau mengurangi biaya HPP-nya. Laba Kotor juga biasa disebut sebagai markupperusahaan.

  • Biaya atau Pengeluaran Operasional  

    adalah segala pengeluaran di luar biaya Harga Pokok Penjualan yang terjadi untuk menjalankan aktivitas normal perusahaan. Di dalam Laporan Laba Rugi multi-step, biaya operasional terbagi menjadi dua, yaitu Biaya Penjualan (SellingExpense) dan Biaya Administrasi. Biaya Penjualan adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan terkait upaya penjualan dan pemasaran. Contohnya termasuk gaji dan komisi pemasaran, biaya untuk perjalanan pemasaran, iklan, sewa dan utilitas pada Aset Tetap yang berhubungan dengan pemasaran, dan lainnya. SedangkanBiaya Administrasi adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk keperluan manajemen bisnis secara keseluruhan. Contohnya termasuk gaji manajemen, biaya asuransi, persediaan yang digunakan manajemen, penyusutan pada peralatan kantor, dan lainnya.

  • Pendapatan Operasional

    Unsur ini diketahui setelah nilai Laba Kotor dikurangi Biaya Operasional. Dengan kata lain, Pendapatan Operasional mewakili jumlah pendapatan yang diperoleh langsung dari aktivitas operasional utama bisnis.

  • Pendapatan & Pengeluaran Lainnya

    Pendapatan dan pengeluaran yang terjadi dan tidak terkait secara langsung dengan penjualan produk yang secara teratur ditawarkan dan dijual oleh suatu perusahaan. Jenis dari pos Ini biasanya termasuk pendapatan dan beban bunga, pajak-pajak, keuntungan dari penjualan Aset, dan lainnya.

  • Laba Bersih

    adalah pos terakhir yang berada di bagian bawah (bottom line) di dalam Laporan Laba Rugi. Nilai Laba Bersih didapat setelah pendapatan operasional ditambah dengan pendapatan lain-lain dan dikurangi biaya lain-lain.

[/fusion_text][fusion_text columns=”” column_min_width=”” column_spacing=”” rule_style=”default” rule_size=”” rule_color=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=””]

Cara Menyiapkan Laporan Laba Rugi Multi-Step Perusahaan Dagang

Berikut data Trial Balance (Neraca Saldo Setelah Disesuaikan) yang sudah dipilah untuk nantinya dimasukkan ke Laporan Laba Rugi multi-step dari PT Bagus (dalam ribu rupiah):

Neraca Saldo Setelah Disesuaikan Debit Kredit
Pendapatan Kotor 350.000
Diskon Penjualan 3,000
Retur Penjualan 2,000
Pendapatan Bunga 200
HPP 170,000
Beban Komisi 15,000
Beban Iklan 8,000
Biaya Gaji Pemasaran 25,000
Biaya Sewa – pemasaran 13,000
Biaya Sewa – Kantor 14,000
Biaya Gaji Staff Kantor 45,000
Beban Utilitas 6,000
Beban Bunga 100

Dari data Neraca Saldo Setelah Disesuaikan tersebut, Anda bisa menyiapkan Laporan Laba Rugi Multi-Step PT Bagus:

PT Bagus

Laporan Laba Rugi Multi-Step 

Untuk Tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2018

(Dalam Ribu Rupiah)

Pendapatan Kotor 350.000
  Diskon Penjualan 3,000
  Retur Penjualan 2,000 (5,000)
Penjualan Bersih (350,000 – 5,000) 345.000
  HPP (170,000)
Laba Kotor (345,000 – 170,000) 175,000
Pengeluaran/Biaya Operasional:
Biaya/Beban Penjualan:
  Beban Komisi 15,000
  Beban Iklan 8,000
  Biaya Gaji Pemasaran 25,000
  Biaya Sewa – Pemasaran 13,000
Total Biaya/Beban Penjualan 61,000
 Biaya/Beban Administratif
  Biaya Sewa – Kantor 14,000
  Biaya Gaji Staff Kantor 45,000
  Beban Utilitas 6,000
Total 65,000
Total Operating expenses (61,000 + 65,000) (126,000)
Pendapatan Operasional (175,000 – 126,000)     49,000
Pendapatan (Beban) Lain-Lain
  Pendapatan Bunga 200
  Beban Bunga (100)
Total Pendapatan (Beban) Lain-Lain 100
Laba Bersih (49,000 + 100)     49,100

Harga Pokok Penjualan (HPP) di dalam Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang

Biasanya saat menggunakan metode persediaan perpetual, nilai Harga Pokok Penjualan di dalam Laporan Laba Rugi dilaporkan secara single line (tunggal) seperti contoh di atas. Laporan HPP dapat dibuat terpisah dari Laporan Laba Rugi perusahaan dagang. Berikut data Neraca Saldo PT Bagus yang sudah dipilah dan dibutuhkan untuk membuat Laporan HPP:

Neraca Saldo Debit Kredit
Persediaan, 1 Desember 2018 50,000
Pembelian Persediaan 200,000
Diskon Pembelian 18,000
Retur Pembelian

Biaya Angkut Pembelian

5,000 27,000

Setelah dilakukan Stock Opname pada akhir bulan, diketahui nilai persediaan akhir PT Bagus senilai Rp 40,000,000.  Berikut Laporan HPP PT Bagus:

PT Bagus
Laporan HPP

Untuk Tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2018

(Dalam Ribu Rupiah)

Persediaan, 1 Desember 2018 50,000
Pembelian Persediaan   200,000
  Diskon Pembelian  (18,000)
  Retur Pembelian   5,000
  Biaya Agkut Pembelian  (27,000)  (40,000)
Pembelian Bersih (200,000 – 40,000) 160,000
Persediaan tersedia untuk dijual (50,000 + 160,000) 210,000
  Persediaan, 31 Desember 2018 40,000
HPP (210,000 – 40,000)     170,000

Contoh-contoh di atas merupakan cara agar Anda mengetahui dan bisa menyiapkan Laporan Laba Rugi khusus perusahaan dagang. Jelas selain bentuk Laporan Laba Rugi, penilaian persediaan juga menjadi faktor pembeda antara perusahaan dagang dengan jenis perusahaan lainnya. Dan untuk mempermudah pembuatan Laporan Keuangan – termasuk Laporan Laba Rugi, Anda bisa menggunakan Software Akuntansi yang memiliki fitur-fitur terkait akuntansi lengkap. Salah satunya adalah Accurate Online yang memudahkan Anda dalam pembuatan Laporan Keuangan secara instan dan realtime. Dengan Accurate Online, Anda dapat mengakses Laporan Keuangan kapan pun dan di man apun. Anda juga bisa menyesuaikan bentuk Laporan Keuangan dengan jenis bisnis atau perusahaan Anda melalui Accurate Online. Sehingga itu dapat memudahkan pengguna Laporan Keuangan dalam memahami dan menganalisis kondisi bisnis.

[/fusion_text][/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

4 Jenis Laporan Keuangan Perusahaan Beserta Contohnya

[fusion_builder_container hundred_percent=”no” hundred_percent_height=”no” hundred_percent_height_scroll=”no” hundred_percent_height_center_content=”yes” equal_height_columns=”no” menu_anchor=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” status=”published” publish_date=”” class=”” id=”” background_color=”” background_image=”” background_position=”center center” background_repeat=”no-repeat” fade=”no” background_parallax=”none” enable_mobile=”no” parallax_speed=”0.3″ video_mp4=”” video_webm=”” video_ogv=”” video_url=”” video_aspect_ratio=”16:9″ video_loop=”yes” video_mute=”yes” video_preview_image=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” margin_top=”” margin_bottom=”” padding_top=”” padding_right=”” padding_bottom=”” padding_left=””][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ spacing=”” center_content=”no” link=”” target=”_self” min_height=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” background_color=”” background_image=”” background_image_id=”” background_position=”left top” background_repeat=”no-repeat” hover_type=”none” border_size=”0″ border_color=”” border_style=”solid” border_position=”all” padding_top=”” padding_right=”” padding_bottom=”” padding_left=”” margin_top=”” margin_bottom=”” animation_type=”” animation_direction=”left” animation_speed=”0.3″ animation_offset=”” last=”no”][fusion_title hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” content_align=”left” size=”1″ font_size=”” line_height=”” letter_spacing=”” margin_top=”” margin_bottom=”” text_color=”” style_type=”default” sep_color=””]

4 Jenis Laporan Keuangan Perusahaan Beserta Contohnya

[/fusion_title][fusion_text columns=”” column_min_width=”” column_spacing=”” rule_style=”default” rule_size=”” rule_color=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=””]

Laporan keuangan adalah laporan yang menunjukkan kondisi finansial suatu perusahaan dalam periode tertentu. Informasi mengenai kondisi finansial tersebut nantinya dapat digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan seperti pihak manajemen, pemberi pinjaman, investor, hingga pemegang saham untuk menilai kinerja perusahaan dan menentukan langkah apa yang harus diambil setelahnya. Terdapat beberapa jenis laporan keuangan yang perlu kita pahami pada bisnis. Sesuai Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku di Indonesia, terdapat beberapa jenis laporan yang penting bagi perusahaan.

Laporan Laba Rugi

esuai dengan namanya, laporan laba rugi berfungsi untuk membantu Anda mengetahui apakah bisnis berada dalam posisi laba atau rugi. Laporan laba rugi biasa juga disebut sebagai income statement atau profit and loss statement.

Umumnya, ada dua cara yang digunakan untuk menyusun laporan laba rugi, yaitu single step (cara langsung) dan multiple step (cara bertahap). Metode single step relatif lebih mudah dibandingkan multiple step. Anda hanya perlu menjumlahkan seluruh pendapatan dari atas sampai bawah menjadi satu kelompok, kemudian menguranginya dengan total beban atau biaya dalam periode yang berlaku. Sedangkan, pada metode multiple step, pendapatan dipisah menjadi dua kategori, yaitu pendapatan operasional (yang berasal dari kegiatan pokok) perusahaan dan pendapatan non operasional (yang berasal dari luar kegiatan pokok) perusahaan. Pembagian kategori tersebut juga berlaku pada beban atau biaya.

Ada beberapa aspek penting yang harus ditulis dalam laporan laba rugi, diantaranya adalah pendapatan, laba rugi usaha, beban pinjaman, beban pajak, laba atau rugi perusahaan, pos lubar biasa, dan hak minoritas. Laba rugi perusahaan ini mencakup laba atau rugi dari aktivitas  normal perusahaan, laba rugi usaha untuk periode berjalan dan juga laba rugi perusahaan afiliasi dan asosiasi berdasarkan metode ekuitas. Gambar berikut menunjukkan contoh sederhana bagi laporan laba rugi perusahaan.

[/fusion_text][fusion_text columns=”” column_min_width=”” column_spacing=”” rule_style=”default” rule_size=”” rule_color=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=””]

Laporan Perubahan Modal

Laporan keuangan jenis ini menyediakan informasi tentang jumlah modal yang dimiliki bisnis Anda selama periode tertentu. Melalui laporan perubahan modal, Anda bisa mendapatkan data mengenai seberapa besar perubahan modal yang telah terjadi, lengkap dengan penyebab perubahannya.

Idealnya, untuk menyusun laporan perubahan modal, Anda membutuhkan beberapa data khusus, seperti modal pada awal periode, pengambilan dana pribadi oleh pemilik untuk tahun yang bersangkutan, dan jumlah laba bersih atau rugi bersih pada periode terkait. Dengan kata lain, Anda harus menyusun laporan laba rugi terlebih dulu sebelum membuat laporan perubahan modal.

[/fusion_text][fusion_text columns=”” column_min_width=”” column_spacing=”” rule_style=”default” rule_size=”” rule_color=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=””]

Laporan Neraca

Dalam ilmu akuntansi, neraca disebut dengan istilah balance sheet. Laporan neraca berfungsi untuk menunjukkan kondisi, informasi, dan posisi keuangan bisnis Anda pada tanggal yang ditentukan. Dengan menyusun laporan neraca, Anda bisa mengetahui data tentang jumlah aktiva berupa harta atau aset, kewajiban berupa utang, dan ekuitas atau modal perusahaan. Neraca terdiri dari tiga unsur, yaitu aset, liabilitas, dan ekuitas. Apabila ketiganya dihubungkan dengan persamaan akuntansi, makan akan terbentuk rumus seperti berikut: Aset =  liabilitas + ekuitas.

[/fusion_text][fusion_text columns=”” column_min_width=”” column_spacing=”” rule_style=”default” rule_size=”” rule_color=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=””]

Laporan Arus Kas

Disebut juga dengan laporan cash flow, laporan arus kas digunakan perusahaan untuk menunjukkan aliran masuk dan keluar kas perusahaan pada periode tertentu. Lebih dari itu, laporan arus kas juga dapat berfungsi sebagai indikator jumlah arus kas di masa mendatang berdasarkan data arus kas terkini. Laporan jenis ini jugalah yang menjadi alat pertanggungjawaban arus kas masuk dan arus kas keluar selama periode pelaporan.

Anda bisa melihat laporan arus kas masuk dari beberapa sumber. Contohnya seperti hasil dari kegiatan operasional dan kas yang diperoleh dari pendanaan atau pinjaman. Sementara itu, arus kas keluar bisa dilihat dari seberapa banyak jumlah beban biaya yang dikeluarkan perusahaan, baik untuk kegiatan operasional maupun investasi.

[/fusion_text][fusion_text columns=”” column_min_width=”” column_spacing=”” rule_style=”default” rule_size=”” rule_color=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=””]

Laporan keuangan kini dapat dengan mudah didapatkan langsung dari software akuntansi yang Anda gunakan. Keempat contoh laporan diatas didapatkan hanya dengan 1 klik melalui Software Accurate. Penting bagi pemilik usaha untuk mengetahui dan memahami laporan keuangan perusahaan, baik itu perusahaan dagang, jasa maupun manufaktur. Tentunya terdapat perbedaan untuk laporan keuangan perusahaan jasa, dagang maupun manufaktur. Tetapi yang penting adalah laporan ini haruslah sesuai dengan Standar Akuntansi Indonesia yang berlaku.

[/fusion_text][/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Perbedaan Akuntansi Berbasis Akrual dan Akuntansi Berbasis Kas

[fusion_builder_container hundred_percent=”no” hundred_percent_height=”no” hundred_percent_height_scroll=”no” hundred_percent_height_center_content=”yes” equal_height_columns=”no” menu_anchor=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” status=”published” publish_date=”” class=”” id=”” background_color=”” background_image=”” background_position=”center center” background_repeat=”no-repeat” fade=”no” background_parallax=”none” enable_mobile=”no” parallax_speed=”0.3″ video_mp4=”” video_webm=”” video_ogv=”” video_url=”” video_aspect_ratio=”16:9″ video_loop=”yes” video_mute=”yes” video_preview_image=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” margin_top=”” margin_bottom=”” padding_top=”” padding_right=”” padding_bottom=”” padding_left=””][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ layout=”1_1″ spacing=”” center_content=”no” link=”” target=”_self” min_height=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” background_color=”” background_image=”” background_image_id=”” background_position=”left top” background_repeat=”no-repeat” hover_type=”none” border_size=”0″ border_color=”” border_style=”solid” border_position=”all” padding_top=”” padding_right=”” padding_bottom=”” padding_left=”” margin_top=”” margin_bottom=”” animation_type=”” animation_direction=”left” animation_speed=”0.3″ animation_offset=”” last=”no”][fusion_title hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” content_align=”left” size=”1″ font_size=”” line_height=”” letter_spacing=”” margin_top=”” margin_bottom=”” text_color=”” style_type=”default” sep_color=””]

Perbedaan Akuntansi Berbasis Akrual dan Akuntansi Berbasis Kas

[/fusion_title][fusion_text columns=”” column_min_width=”” column_spacing=”” rule_style=”default” rule_size=”” rule_color=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=””]

Akuntansi berbasis akrual dan akuntansi berbasis kas adalah dua basis utama  metode akuntansi. Perbedaan mendasar antara akuntansi berbasis akrual dan akuntansi berbasis kas adalah waktu di mana pendapatan dan pengeluaran dicatat dalam pembukuan.

Dalam metode berbasis kas, pencatatan dilakukan ketika transaksi aktual dilakukan, terlepas dari kapan pendapatan diperoleh atau biaya yang dikeluarkan. Jadi misalkan, perusahaan Anda telah mengirimkan produk atau layanan ke salah satu klien Anda, dan Anda memberikan  periode kredit 30-hari, maka Anda akan dibayar untuk pengiriman barang tersebut setelah 30 hari sejak pengiriman terjadi.

Sesuai pencatatan berbasis kas, Anda akan mencatat pendapatan dari pengiriman ini hanya setelah Anda menerima pembayaran dari klien Anda, apakah itu sebelum 30 hari atau sesudahnya, intinya pencatatan dilakukan jika klien Anda sudah membayar barang atau jasa Anda.

Sedangkan dalam metode akuntansi akrual, pencatatan dilakukan ketika Anda memberikan atau menerima layanan atau produk, bahkan sebelum transaksi tunai yang sebenarnya dilakukan. Metode akuntansi akrual adalah metode yang lebih umum digunakan. Jadi dalam akuntansi berbasis akrual, Anda akan mencatat pendapatan segera setelah Anda mengirim produk atau memberikan layanan.

Setiap perusahaan memiliki kebijakan masing – masing  untuk menggunakan metode yang dianggap cocok sesuai kesepakatan manajemen. Umumnya, untuk perusahaan kecil memilih menggunakan akuntansi berbasis kas sedangkan perusahaan yang lebih besar menggunakan akuntansi berbasis akrual.

Berikut adalah perbedaan akuntansi berbasis akrual dan akuntansi berbasis kas berdasarkan berbagai parameter.

1. Jangka Waktu

Dalam hal ini sudah sangat jelas, untuk akuntansi berbasis akrual pendapatan dan pengeluaran dicatat segera setelah layanan atau produk digunakan. Sedangkan untuk akuntansi berbasis kas pendapatan dan pengeluaran dicatat ketika dana telah didebit atau dikreditkan.

2. Ketepatan

Akuntansi berbasis kas kurang efektif digunakan dalam jangka panjang. Masalahnya adalah kemungkinan hal ini bisa memberikan waktu yang sangat lama bagi  Anda untuk menerima dana dari penjualan yang telah dilakukan. Dalam pandangan bisnis, ini sangat merugikan dan tidak ada kontrol pada transaksi non-tunai yang mungkin lebih kompleks.

Sedangkan untuk akuntansi berbasi akrual memiliki representasi yang lebih akurat dan memberikan gambaran nyata tentang posisi bisnis secara realtime.

3. Kemudahan Penggunaan

Untuk Akuntansi berbasis kas, lebih mudah dalam pencatatan dan pengecekan. Hal ini  dikarenakan hanya membutuhkan lebih sedikit entri jurnal. Berbeda dengan akuntansi berbasis akrual yang membutuhkan lebih banyak entri jurnal untuk setiap transaksi yang terjadi.

4. Arus Kas

Akuntansi berbasis kas memberikan keakuratan pada setiap kas yang masuk dan keluar dari sistem. Sedangkan untuk akuntansi berbasis akrual lebih sulit merepresentasikan laporan kas yang benar. Banyak akuntan perusahaan harus membuat laporan arus kas terpisah, secara tidak langsung ini adalah overhead cost.

5. Analisis Tren

Dikarenakan akuntansi berbasis kas hanya mencatat teransaksi ketika dana berpindah tangan, mungkin ada kesenjangan atau celah waktu yang signifikan antara kejadian aktual dengan pencatatannya. Oleh karena itu, analisis tren tidak mungkin dilakukan.

Sedangkan untuk akuntansi akrual dikarenakan setiap transaksi dicatat ketika terjadi, ada representasi yang lebih akurat pada setiap transaksi yang terjadi. Dengan demikian, lebih mudah untuk menganalisis pola penjualan atau pengeluaran.

6. Penerapan Dalam Industri

Untuk metode akuntansi berbasis kas bukanlah metode yang cocok untuk  bisnis dengan arus modal besar dan perputaran bisnis yang cepat misalnya, konstruksi, atau manufaktur. Metode ini umumnya dipakai oleh usaha kecil atau yang sedang berkembang. Untuk bisnis dengan tingkat perputaran produksi yang cepat dan modal yang besar lebih banyak menggunakan metode akuntansi berbasis akrual.

7. Standar Akuntansi

Dalam PSAK atau Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan dijelaskan mengenai pencatatan akuntansi dimana dalam PSAK 1 ini mengatur bahwa setiap perusahaan wajib menggunakan Accrual Basis. Dimana PSAK 1 paragraf 25 berbunyi: Entitas menyusun laporan keuangan atas dasar akrual, kecuali laporan arus kas. Jadi sangat jelas, jika akuntansi berbasis kas tidak dalam standar akuntansi yang berlaku di Indonesia.

Metode Mana yang Cocok, Akuntansi berbasis akrual atau berbasis kas?

Masing-masing metode akuntansi memiliki manfaat dan kekurangannya sendiri. Jika Anda memiliki bisnis rintisan atau jenis bisnis yang pilihan pembayarannya hanya dengan uang tunai saja, Anda dapat memilih akuntansi kas karena kemudahan penggunaannya.

Di sisi lain, jika Anda memiliki perputaran bisnis besar di mana melibatkan transaksi yang kompleks seperti pinjaman, pembayaran, inventaris, kreditor, cadangan, piutang, dll. Anda lebih baik menggunakan basis akrual akuntansi. Metode ini dianggap menunjukkan gambaran yang lebih baik tentang profitabilitas bisnis dan operasinya.

Untuk pencatatan dalam akuntansi berbasis kas dan akuntansi berbasis akrual sebenarnya tidak jauh berbeda. Namun untuk meminimalisir adanya kesalahan pencatatan dan mengurangi risiko human error akibat pencatatan transaksi yang berulang kali pada tiap jenis laporan yang berbeda, Anda  bisa mencoba software Accurate online sebagai solusi akuntansi yang memudahkan dan efisien. Accurate online adalah software akuntansi yang sudah dipakai berbagai macam entitas bisnis mulai dari UKM sampai perusahaan manufaktur ternama. Berdiri sejak tahun 1999 menjadikannya sebagai software yang sudah terbukti dan teruji.

Anda bisa mencoba accurate online secara gratis disini.

[/fusion_text][/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Cara Mengatur Arus Kas Dengan Software Akuntansi

[fusion_builder_container hundred_percent=”no” hundred_percent_height=”no” hundred_percent_height_scroll=”no” hundred_percent_height_center_content=”yes” equal_height_columns=”no” menu_anchor=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” status=”published” publish_date=”” class=”” id=”” background_color=”” background_image=”” background_position=”center center” background_repeat=”no-repeat” fade=”no” background_parallax=”none” enable_mobile=”no” parallax_speed=”0.3″ video_mp4=”” video_webm=”” video_ogv=”” video_url=”” video_aspect_ratio=”16:9″ video_loop=”yes” video_mute=”yes” video_preview_image=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” margin_top=”” margin_bottom=”” padding_top=”” padding_right=”” padding_bottom=”” padding_left=””][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ layout=”1_1″ spacing=”” center_content=”no” link=”” target=”_self” min_height=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” background_color=”” background_image=”” background_image_id=”” background_position=”left top” background_repeat=”no-repeat” hover_type=”none” border_size=”0″ border_color=”” border_style=”solid” border_position=”all” padding_top=”” padding_right=”” padding_bottom=”” padding_left=”” margin_top=”” margin_bottom=”” animation_type=”” animation_direction=”left” animation_speed=”0.3″ animation_offset=”” last=”no”][fusion_title hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” content_align=”left” size=”1″ font_size=”” line_height=”” letter_spacing=”” margin_top=”” margin_bottom=”” text_color=”” style_type=”default” sep_color=””]

Cara Mengatur Arus Kas Dengan Software Akuntansi

[/fusion_title][fusion_text columns=”” column_min_width=”” column_spacing=”” rule_style=”default” rule_size=”” rule_color=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=””]

Banyak pemilik bisnis yang hanya memiliki sedikit rencana untuk mengatur arus kas mereka. Sebelumnya, segala hal berjalan dengan lancar ketika tiba-tiba permasalahas ini menjadi masalah besar bagi bisnis Anda. Misalnya, Anda harus berjuang keras untuk memenuhi daftar karyawan yang harus Anda gaji atau putus asa mencari pembiayaan tambahan, yang tentunya ini bisa membuat Anda menghabiskan banyak waktu yang terbuang sia sia.

Ini adalah masalah umum, bahkan untuk bisnis yang sedang berkembang pesat dan menguntungkan.

Menyiapkan proyeksi arus kas akan memungkinkan Anda untuk meramalkan keuangan bisnis Anda lebih akurat. Termasuk risiko kehabisan pendanaan atau lebih baik lagi, hal ini akan memberi Anda lebih banyak waktu untuk mengambil keputusan penting sebelum terlambat.

Berikut adalah cara mengatur arus kas yang tepat dengan menggunakan software akuntansi:

1. Rencanakan Proyeksi Arus Kas Bulanan

Proyeksi arus kas adalah perkiraan dari dana yang Anda rencanakan mengalir masuk dan keluar pada bisnis Anda, termasuk semua proyeksi pendapatan dan pengeluaran Anda selama periode tertentu.

Meskipun proyeksi biasanya mencakup periode 12 bulan, Anda dapat menyesuaikan ini sesuai dengan keuangan yang ingin Anda lihat dengan mempersingkat perkiraan untuk mencakup periode yang lebih pendek, seperti sebulan atau bahkan seminggu.

Untuk pemilik usaha kecil, memproyeksikan arus kas membantu memberi Anda gambaran yang lebih jelas tentang ke mana arah bisnis Anda berjalan dan bagaimana Anda dapat melakukan improvisasi yang tepat. Proyeksi  juga membantu menumbuhkan manajemen kas yang baik dan memberikan Anda lebih banyak waktu untuk memutuskan hal yang tepat untuk bisnis Anda

Anda harus memiliki perkiraan pembiayaan yang baik Anda untuk bisnis kecil Anda. Misalnya, proyeksi Anda dapat membantu Anda memperkirakan surplus atau kekurangan dana yang masuk, dan kemudian Anda akan siap untuk membuat keputusan strategis berdasarkan data itu.

2. Mempercepat Arus Kas Masuk

Semakin cepat Anda mengolah dana kedalam bisnis Anda, semakin kecil kemungkinan Anda akan beralih ke jalur kredit, dan Anda juga akan memperlancar perputaran arus keuangan.

Cara melakukannya dengan Accurate Online : Ada beberapa fungsi sederhana dan praktis dari Accurate Online yang dapat Anda gunakan untuk mempercepat arus kas masuk Anda, seperti:

Menggunakan Accurate Online untuk memproses tagihan atau impor laporan penjualan saat bepergian

Melakukan hal ini akan membantu uang mengalir ke bisnis Anda lebih cepat, dan mengurangi risiko keterlambatan penagihan. Jika Anda adalah pelaku bisnis online yang akkrab dengan ecommerce di Indonesia. Anda bisa juga bisa mengimpor laporan penjualan pada ecommerce dengan fitur impor penjualan.

fitur ini disediakan oleh Accurate online yang memungkinkan anda untuk melakukan proses import atas transaksi penjualan pada media/aplikasi lainnya. Saat ini import penjualan ke Accurate online bisa dilakukan dari ecommerce (bukalapak, tokopedia & shopee)

Kemudahan memeriksa piutang kapanpun, dimanapun

Pantau piutang secara otomatis Anda dengan menampilkan widget pengingat piutang atau hutang dalam Dashboard Accurate Online. Hal ini memudahkan Anda melacak akun yang belum dibayar, dan memutuskan kapan harus mulai melakukan penagihan pada pembayaran yang mengalami keterlambatan. Jika terdapat klien berhutang kepada Anda dan belum membayar dalam jangka waktu yang Anda berikan kepada mereka, pastikan untuk berkomunikasi dengan mereka!

3. Memperlambat Arus Kas Keluar

Dengan menggunakan Accurate Online, dapat membantu Anda menjaga perputaran kas dalam bisnis terkontrol dengan memperlambat arus kas keluar.

Cara melakukannya adalah dengan : Misalnya, Anda dapat melacak tagihan yang memberikan potongan harga jika dibayar lebih awal, hal ini untuk menghindari bunga dan melakukan penghematan. Anda juga dapat menggunakan skema ini untuk para pelanggan Anda, membayar lebih cepat maka akan ada potongan harga.

4. Pantau Pengeluaran & Pemasukan Arus Kas Secara Rutin

Aplikasi akuntansi Accurate Online akan  sangat membantu mengelola arus kas bisnis Anda, jika Anda memantau perputaran arus kas secara rutin. Accurate Online akan mengoptimalkan setiap pembukuan bisnis Anda jika disertai dengan sikap penggunanya. Anda harus secara teratur membandingkan angka, termasuk arus kas masuk dan keluar secara aktual sesuai dengan proyeksi Anda, dan jangan lupa untuk menyesuaikan perkiraan Anda sesuai kebutuhan bisnis yang sedang berjalan.

Anda bisa mengunduh Accurate Online secara gratis melalui link ini

[/fusion_text][/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Panduan Pemula dalam Memahami Laporan Keuangan

[fusion_builder_container hundred_percent=”no” hundred_percent_height=”no” hundred_percent_height_scroll=”no” hundred_percent_height_center_content=”yes” equal_height_columns=”no” menu_anchor=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” status=”published” publish_date=”” class=”” id=”” background_color=”” background_image=”” background_position=”center center” background_repeat=”no-repeat” fade=”no” background_parallax=”none” enable_mobile=”no” parallax_speed=”0.3″ video_mp4=”” video_webm=”” video_ogv=”” video_url=”” video_aspect_ratio=”16:9″ video_loop=”yes” video_mute=”yes” video_preview_image=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” margin_top=”” margin_bottom=”” padding_top=”” padding_right=”” padding_bottom=”” padding_left=””][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ layout=”1_1″ spacing=”” center_content=”no” link=”” target=”_self” min_height=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” background_color=”” background_image=”” background_image_id=”” background_position=”left top” background_repeat=”no-repeat” hover_type=”none” border_size=”0″ border_color=”” border_style=”solid” border_position=”all” padding_top=”” padding_right=”” padding_bottom=”” padding_left=”” margin_top=”” margin_bottom=”” animation_type=”” animation_direction=”left” animation_speed=”0.3″ animation_offset=”” last=”no”][fusion_title hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” content_align=”left” size=”1″ font_size=”” line_height=”” letter_spacing=”” margin_top=”” margin_bottom=”” text_color=”” style_type=”default” sep_color=””]

Panduan Pemula dalam Memahami Laporan Keuangan

[/fusion_title][fusion_text columns=”” column_min_width=”” column_spacing=”” rule_style=”default” rule_size=”” rule_color=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=””]

Jika Anda tidak terbiasa dengan laporan keuangan, tentunya laporan ini tampak seperti hal sulit yang hanya berisi angka dan lebih baik diserahkan kepada akuntan atau bagian keuangan lainnya.

Namun, kabar baiknya: Anda tidak perlu buku mahal dan sulit dipelajari untuk memahami laporan keuangan. Ketika Anda tahu cara membacanya, Anda dapat melacak kinerja perusahaan Anda, merencanakan arus kas bulan-ke-bulan, dan menghitung pajak dengan mudah.

Berikut adalah panduan sederhana untuk menggunakan laporan keuangan untuk bisnis kecil Anda.

Apa Tepatnya Laporan Keuangan itu?

Laporan keuangan adalah dokumen yang memberi tahu Anda:

  • Dari mana uang Anda berasal
  • Kemana uang Anda pergi
  • Dana apa saja yang saat ini Anda miliki untuk dikelola dalam pengembangan bisnis

Laporan keuangan meringkas informasi akuntansi Anda dengan cara yang (relatif) mudah dimengerti. Laporan ini dibuat dengan interval yang teratur, tergantung pada kebutuhan Anda. Bagi sebagian besar pemilik usaha kecil, baik bulanan atau triwulanan.

Ada beberapa jenis laporan keuangan yang dapat Anda gunakan, tergantung pada jenis bisnis yang Anda jalankan. Disini kita akan fokus pada dua pernyataan kunci: neraca, dan laporan laba rugi.

Ada jenis laporan keuangan ketiga yang perlu dipertimbangkan, yang tidak tercakup di sini: Laporan arus kas. Ini paling berguna jika bisnis Anda menggunakan akuntansi akrual, bukan berdasarkan akuntansi kas. Jika Anda tidak yakin jenis apa yang Anda gunakan pada bisnis Anda, luangkan waktu untuk mempelajari perbedaan antara basis kas dan akuntansi akrual.

[/fusion_text][fusion_title hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” content_align=”left” size=”1″ font_size=”” line_height=”” letter_spacing=”” margin_top=”” margin_bottom=”” text_color=”” style_type=”default” sep_color=””]

Dari mana Laporan Keuangan Berasal?

[/fusion_title][fusion_text columns=”” column_min_width=”” column_spacing=”” rule_style=”default” rule_size=”” rule_color=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=””]

1. Dengan Aplikasi atau Software

Jika Anda menggunakan perangkat lunak akuntansi, akan secara otomatis menghasilkan laporan keuangan untuk bisnis Anda. Perlu diingat bahwa laporan Anda hanya akan dapat diandalkan jika aplikasi akuntansi Anda akurat dan mutakhir. Seperti Accurate Online atau Accurate Lite, software akuntansi yang bisa Anda gunakan untuk membuat segala laporan keuangan. Selama dalam mencatat secara akurat pengeluaran juga pendapatan Anda (faktur dibayar dan tertunda) hal itu akan membuat laporan keuangan yang berguna untuk Anda.

Bagian pembukuan pada divisi keuangan di perusahaan Anda biasanya bisa membuat laporan keuangan untuk Anda, dan juga memastikan keuangan Anda akurat dengan laporan  terkini.

3. Oleh seorang akuntan

Anda dapat mengirim data pembukuan Anda ke akuntan, dan mereka akan membuat laporan keuangan untuk Anda. Ini tidak sepenuhnya diperlukan kecuali jika Anda memberikan laporan kepada investor atau pemegang saham. Seorang pada bagian pembukuan atau bookeeper dapat melakukan ini dengan lebih terjangkau.

Cara Membaca Laporan Keuangan

Neraca atau Laporan Posisi Keuangan

Neraca seperti sebuah gambaran keuangan  bisnis Anda yang saat ini berdiri, neraca memberitahu Anda dengan tepat berapa banyak uang yang harus Anda kerjakan. Meskipun dapat dilakukan setiap bulan, pada Accurate Online neraca dapat dibuat hingga tanggal terkini.

Membaca Neraca

Neraca Anda dibagi menjadi tiga bagian:

  • Aktiva atau Aset. Semua uang yang harus Anda kelola. Ini dibagi menjadi akun piutang dan kas. Piutang Akun terdiri dari faktur terutang, yang Anda harapkan akan dibayar kedepannya. kas terdiri dari semua uang yang Anda hasilkan tahun ini, hingga saat ini.
  • Kewajiban atau Liabilitas. Analoginya ini adalah hutang Anda. Secara umum, itu termasuk pinjaman, pembayaran kredit, atau hutang lainnya. Dalam pembukuan, ini dikenal sebagai liabilitas.
  • Ekuitas. Uang diinvestasikan di perusahaan Anda. Ini bisa termasuk pendapatan yang ditahan. Di beberapa perusahaan, ini adalah uang investor, atau saham yang Anda miliki. Itu juga bisa berupa uang yang Anda dapatkan sebagai pinjaman. Di Accurate Online, Ekuitas terdiri dari Penghasilan Bersih Anda.
    Cara terbaik untuk memahami bagaimana ketiga bagian neraca bekerja sama adalah dengan mengingat persamaan ini:

Aset = Ekuitas – Kewajiban

[/fusion_text][fusion_text columns=”” column_min_width=”” column_spacing=”” rule_style=”default” rule_size=”” rule_color=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=””]

Menggunakan Neraca

Info pada neraca Anda membantu Anda:

  • Melihat status finansial Anda dan lacak dari waktu ke waktu
  • Melacak utang yang telah Anda lunasi
  • Mengelola pinjaman atau uang investor
  • Menghitung pajak Anda, gunakan info dari neraca yang Anda hasilkan selama tahun anggaran

Laporan Laba Rugi

Sementara neraca memberi tahu Anda berapa banyak uang yang harus Anda kerjakan  dan berapa banyak utang Anda namun  itu tidak memberi tahu bagaimana hasill dari apa yang sudah Anda kerjakan.

Di sinilah guna dari laporan laba rugi. Laporan ini memberi tahu Anda berapa banyak uang yang Anda hasilkan dan berapa banyak yang telah Anda habiskan sepanjang tahun.

Laporan laba rugi dibagi menjadi dua bagian — Penghasilan atau Laba dan Dikurangi Biaya atau Pengeluaran.

Penghasilan atau Laba

Bagian pertama pada bagian ini adalah penjualan, merangkum semua uang yang telah telah dihasilkan atas faktur yang telah Anda keluarkan.

Bagian kedua, harga pokok penjualan (HPP), merangkum biaya pembuatan produk Anda. Misalnya, jika Anda membuat kaos khusus untuk klien, biaya kaos dan pencetakan akan dikategorikan sebagai HPP. Jumlah ini dikurangi dari Penjualan Anda sebelum menjumlahkan Penghasilan Anda (Ditagih).

Biaya

Biaya terdiri dari semua biaya non-HPP yang Anda alami dalam menjalankan bisnis.

Menggunakan Laporan Laba Rugi

Info tentang laporan laba rugi membantu Anda:

  • Melihat bagaimana pengeluaran memengaruhi bisnis Anda, dan kurangi biaya
  • Membuktikan bisnis Anda berkelanjutan, sehingga Anda bisa mendapatkan pinjaman atau investasi
  • Melacak investasi jangka panjang, bagaimana keputusan bisnis memengaruhi profitabilitas Anda
  • Mendapatkan pandangan sekilas dari pengeluaran Anda yang dapat dikurangkan
  • Menghitung besaran pajak Andaa, gunakan info dari neraca dan laba rugi yang Anda hasilkan selama tahun anggaran

Kesimpulan

Laporan keuangan memberi Anda semua info yang Anda butuhkan untuk pengambilan keputusan, meningkatkan profitibilitas dan pelaporan pajak dalam perkembangan bisnis Anda. Untuk memudahkan hal tersebut, Anda bisa menggunakan aplikasi akuntasi terpercaya seperti Accurate Online.

Accurate Online adalah aplikasi akuntansi berbasis cloud yang menjawab kebutuhan proses pengelolaan keuangan pada bisnis Anda. Accurate Online juga memiliki beragam fitur laporan yang lengkap seperti laporan neraca, laporan arus kas, laporan laba rugi, grafik pendapatan disertai perbandingan dan juga fitur perpajakan yang berlaku di Indonesia. Fitur yang tidak ada pada aplikasi akuntansi lainnya. Jadi tunggu apalagi?

Segera coba accurate online gratis melalui tautan ini, kelola laporan keuangan Anda menjadi lebih mudah.

[/fusion_text][/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]